Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta

Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta
14. Tetangga yang Heboh


__ADS_3

Jam 23 .00 Wib malam .


kami masih Diperjalanan menuju rumah.


Kring . . Kring . .kring


Tiba-tiba Hp Dion berbunyi.


" istriku menelpon ,tolong diam sebentar ya sayang " ucapnya.


" Halo mi . . Papi lagi dijalan nih terjebak macet, dan tadi meeting Dikantor.


ini baru selesai sudah menuju arah pulang kok " katanya kepada istrinya .


"Oke . .pi Hati-hati.


ingat !!!!


yang penting papi jangan macem -macem diluar sana " jawab istrinya.


" Iya mi jangan khawatir . . tidak mungkin papi macam-macam jadi tenang saja i love you " lanjut Dion pada istrinya lalu menutup teleponnya.


Aku yang mendengarkan mereka teleponan hanya bisa diam .


" Kenapa sayang kok diam ??


kan telponnya udah mati


jangan cemberut gitu dong !!!


itukan istriku jadi tidak perlu kamu cemburu " kata Dion mungkin dia tau kalau aku cemberut karena cemburu .


" Ya jelas cemburu lah. . .kalau tidak cemburu itu namanya tidak cinta " jawabku dengan ketus


Setelah sampai di gang rumah ,aku pun turun dari mobilnya dan berjalan menuju rumahku.


tiba-tiba saja ada anak muda yang masih remaja duduk-duduk didepan gang aku dengar mereka sedang membicarakan ku.


" Waduhhh. . parah anak gadis pulang jam 23.00 malam ngeri banget .


diantar naik mobil lagi !!


jangan -jangan yang ngantar om-om tua " kata salah satu dari mereka

__ADS_1


" Siapa bilang dia gadis ???


emang kamu gak tau ceritanya . Ha. ha. ha " sahut temannya sambil tertawa.


Aku tidak menghiraukan mereka ,aku terus saja berjalan menuju rumahku .memang begitulah dikampungku. mengurusi urusan orang lain yang bukan urasannya .


apalagi dikampung ku ini memang tidak ada perempuan seusiaku yang pulang malam di atas jam 9 malam.


Hari Minggu pagi


aku libur kuliah


jadi aku berniat untuk melanjutkan tidur panjang ku. .


" Ra. .mama mau minta tolong .


tolong belikan tomat ke warung nak, mama gak tau kalau tomat kita ternyata sudah habis " mamaku masuk ke kamar dan membangunkanku


" Aduhhhh . . mama aja dehhhh


masih ngantuk nih " jawabku.


" ayo raaa sebantar aja, nanti kan kamu bisa melanjutkan tidurmu " kata mama membujukku


kebetulan banyak ibu-ibu yang sedang berbelanja.


" Waduh pasti di gosipin lagi nih " batinku


" Bang tomatnya 1 kilo ya" ucapku.


" Oke neng sabar ya " jawab abang-abang tukang sayur .


" Biasanya mamamu beli tomat cuma 3 ribuan Ra" Kata ibu meri.


" Apa gunanya dia berpacaran dengan suami orang kalau tidak bisa dimanfaatkan ,betul gak Ra ?? " lanjut ibu Dita.


" gak boleh gitu ibu-ibu " kata Abang sayur sambil melirikku dan meberikan tomat yang sudah kupesan.


" Iya bang aneh , terlalu sibuk mengurusi urusan orang. padahal kan saya gak mengusik hidup mereka, kecuali saya mengganggu suami mereka baru mereka ngomong seenaknya " sindirku.


lalu akupun segera bergegas dari warung dan pulang kerumah.


Ku ceritakan kepada mamaku tentang apa yang dikatakan Bu Meri dan Bu Dita tadi ..

__ADS_1


" Ohhhh. . tidak bisa dibiarkan Bu Meri sama Bu Dita . mulut mereka sudah kelewatan .


mama harus beri peringatan,tanpa kamu bersama pria itupun mama bisa membesarkan dan menyekolahkan mu apalagi hanya beli tomat."


mama pun pergi ke warung tempat jual tomat


" Heh . . Bu Meri ,Bu Dita apa maksud kalian ngomongin anak saya seperti itu?" kata mamaku.


" memang benar kok dia berpacaran dengan suami orang, kalau ibu sakit hati dengan omongan kami ya itu urusan ibu .


kami juga berkata karena sudah melihat dengan mata kepala sendiri. dia di antar laki-laki tua yang sudah beristri


. . " ucap Bu Meri dan ibu Dita.


" Itu tidak benar kalian jangan menambah-nambah cerita dong !!!


memang mulut kalian itu yang suka menggosip. jangan urus anak saya urus aja anak kalian dan sekali lagi jangan ngomong seenaknya tentang anak saya " lanjut mamaku.


" Duh. . Bu semua warga dikampung ini sudah tau dan selalu membicarakan tentang anak ibu kalau Anak ibu itu berpacaran dengan suami orang dan Wanita simpanan.


buktinya dia bisa beli motor baru , bisa kuliah ditempat mahal ,barang -barangnya juga setiap hari ganti.


ibu sendiri kan tidak bekerja hanya pengangguran " jawab Bu Dita dan Bu meri.


" Heh . Bu jangan asal ngomong ya


anak saya bukan perempuan begitu, tapi dia sudah menikah dengan lelaki itu. meskipun lelaki itu sudah tua setidaknya mereka sudah menikah . . sekali lagi ibu ngomongin anak saya yang macam-macam saya tidak segan malaporkan kalian " kata mamaku dan manarik tanganku untuk meninggalkan tempat itu.


" Halah sok-sok an bilang sudah menikah untuk menutupi kedok padahal mah enggak "


meski kami sudah berjalan meninggalkan tempat itu tapi mereka masih saja terus membicarakanku


ternyata warga dikampung dan juga Pak kepala desa sedang rapat.


mereka berencana akan mengusirku dan mamaku dari kampung


" Bagaimana bapak - ibu apa yang akan kita lakukan untuk masalah yang satu ini " tanya pak kepala desa.


" Di usir saja pak " jawab salah satu warga


" iya pak jangan biarkan mereka tinggal disini .


kalau mereka masih disini yang ada desa kita akan mengalami musibah ." sambung warga lagi

__ADS_1


dan berita inipun terdengar ketelinga mamaku.


__ADS_2