Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta

Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta
20 .USG di rumah sakit.


__ADS_3

Senin pagi. .


Pagi ini seperti biasa aku masih di antar driverku ke kampus. hari ini kami ada ujian jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak masuk.


ujian dengan mata kuliah pertama kami Komputer.


meskipun tidak belajar tadi malam ,tapi ujian komputer tidaklah sulit bagiku. karena dari aku PKL dulu sewaktu Dikantor Dion .Aku sudah banyak belajar, dan aku juga sering membantu tugas kantor suamiku dari komputer dan laptop .


Setelah Ujian pertama selesai.


Kami semua masih berada didalam ruangan untuk menunggu ujian ke 2.


meskipun ada beberapa anak mahasiswa yang pergi ke kantin untuk makan, karena kebetulan jarak ruangan kami kekantin lumayan dekat . kalau dosen sudah datang langsung kelihatan dari kantin.


"Laura baru beberapa hari gak kelihatan kok sekarang tiba-tiba kaya gendutan gitu ya" Kata salah satu teman kampusku.


" Iya ra kamu gendutan ,kamu Hamil ya ??? sahut Tika.


" Hamil , masasih kok bisa ???? jawab sakira


" Ya bisalah . . kan dia punya suami ,main terus kali tiap malam wkwkwkwk . . " lanjut Hendri .


Aku tidak tau harus bahagia atau malu.


disatu sisi aku bahagia akan mempunyai anak dari Dion ,dan satu sisi lagi aku malu karena setauku dikampus ku belum ada yang menikah dan belum pernah aku melihat langsung ada anak mahasiswi yang masuk kuliah dalam keadaan hamil . baru akulah yang pertama .


dirunganku sendiri pun tidak banyak yang tau kalau aku sudah menikah, Hanya Juna Tika ,Rika dan Hendri saja.


" Iya aku memang lagi hamil ini sudah jalan 6 bulan .doain aku dan calon anakku sehat- sehat ya teman -teman" Kataku dengan nada rendah dan kucoba ikhlas dan membiasakan diri dengan situasiku yang sekarang.


" Amin. . bagus dong Ra , nanti masih muda udah punya anak" kata sakira.


Aku menatap Juna dan dia juga menatapku seakan -akan dia mengerti yang kurasakan sekarang .


Tidak berapa lama Dosen datang, dan kamipun melanjutkan Ujian ke 2.


Setelah ujian selesai aku dan Juna menuju parkiran . driver ku sudah menungguku diparkiran


dan seperti biasa mobil Juna juga tidak jauh parkir dari mobilku.


sambil berjalan kami mengobrol.


" Kok mukanya ditekuk begitu jelek tau" kata Juna memulai pembicaraan.


" mau ditekuk ,mau dijelek-jelekin wajahku mah tetep tidak akan pudar kecantikannya" Ucapku menyambung pembicaraan .

__ADS_1


" Kenapa . . what happened "??? tanya Juna


"Emangnya perutku udah besar bangat ya Jun ,aku kan jadi malu jd topik pembicaraan orang-orang dikelas kita" kataku .


" Lumayan , memang sudah kelihatan kok kalau kamu lagi hamil . . lagian kenapa kamu harus malu. . kamu kan punya suami , itu tandanya kamu tidak mensyukuri kehamilan mu, kalau suamimu tau ntar yang ada dia malah menceraikanmu " kata Juna


aku tidak tau Juna hanya bercanda atau ngomong serius .


" aku syukuri kok . . lagian mana berani Dion menceraikanku. kalaupun dia menceraikanku kan masih ada kamu penggantinya Ha. ha. ha " kataku kepada Juna sambil tertawa untuk mencairkan suasana.


"Yasudah ah kalau mengobrol denganmu tidak pernah kehabisan bahan aku mau pulang dulu ,tuh driverku aja sudah menunggu nanti di mengadu pada Dion yang ada kamu dikubur hidup-hidup " kataku bercanda kepada Juna.


Akupun masuk kedalam mobil ku.


dan dia juga masuk kedalam mobilnya.


diperjalan aku menelpon dokter untuk USG . tapi ternyata dokternya bilang kalau Siang dia tidak ada praktek jadi kalau mau USG harus malam.


Malam ini aku dan Mamaku berangkat menuju rumah sakit tempatku biasa Cek kehamilan.


" Malam dokter " kataku.


"Malam Laura. . kesini datang sama siapa ,sendirian ???? " kata dokter.


aku melihat mamaku lagi diluar sedang teleponan.


setelah selesai teleponan barulah mamaku masuk.


" memangnya Pak Dion dimana kok ga ikut ??? " tanya dokter.


" Iya dia lagi banyak kerjaan dikantor " jawabku.


Dokterku dan Dion sering mengobrol kalau kami dirumah sakit .mungkin dari sering mengobrol dan merasa cocok akhirnya mereka berteman dan dekat.


Dokter memegang perutku dan memutar-mutar alat. .


" perhatikan ke layar ya Laura "kata dokter.


Aku dan mamaku memperhatikan ke layar dan perlahan- lahan jenis kelamin bayiku terlihat.


" Jenis kelaminnya laki-laki, beratnya normal, detak jantungnya juga normal, posisinya juga bagus tidak ada yang di khawatirkan" kata dokter.


Betapa bahagianya aku melihat layar kalau anakku berjenis kelamin laki-laki . ini yang selalu di tunggu-tunggu Dion. dan aku juga merasa lega mendengar penjelasan dokterku kalau anakku tidak ada masalah, mengingat kalau minggu-minggu ini batin dan fisikku sedang tidak baik-baik saja.


" kalau sudah memasuki trimester 2 Laura banyak gerak juga gak apa-apa ya , jangan tidur terus .misalnya olahraga atau ngepel tapi jangan terlalu dipaksa juga . kalau capek berhenti begitu saja terus di ulang-ulang kata dokter . kira-kira ada lagi yang mau ditanyakan atau keluhan yang dirasakan Laura????" tanya dokter sambil memberikan resep dan vitamin untukku dan bayiku.

__ADS_1


" sudah cukup jelas dokter Terimakasih banyak " kataku .


Aku dan mamaku keluar dari ruangan. dan kami langsung pulang .


"Bu saya mau minta izin libur 2 hari , soalnya saya mau pulang ke kampung .adik kandung saya paling kecil menikah .


kira-kira di izinkan gak Bu , ????" kata driverku.


" Boleh pak " jawabku ku ambil tasku dan kukeluarkan uang kuberikan kepada driverku.


" kok banyak banyak banyak bangat Bu"???


" Yaudah kalau gakmau saya ambil lagi nih uangnya "kataku sambil bercanda.


" Jadi itu gaji bapak full untuk bulan ini dan saya sengaja kasih lebih . itu untuk nambah-nambah ongkos bapak dijalan " kataku.


" Terimakasih Bu" ucapnya .


Kamipun sampai dirumah .


Aku dan mamaku sedang makan berdua di dapur.


"tadi mama ditelpon sama adikmu Naura.


Dia cerita kalau mereka baru saja membeli tanah kebun karet dan juga kebun sawit, mama senang mendengarnya apalagi suaminya sangat mencintai dia " kata mama.


" boleh tuh ma. . kalau masih ada yang mau jual tanah di kampungnya Laura juga mau .


Lumayan ma buat investasiku ,kalau tiba- tiba aku ditinggalkan Dion setidaknya kita kan masih punya penghasilan ma ." kataku kepada mamaku.


" Oia Ra . . . kok Dion tumben gak pulang-pulang sih , kalian berantem ya???? " tanya mamaku.


" Katanya sih istrinya lagi sakit ma " jawabku.


" loh kemaren kamu sakit aja ga ditemani sama dia , malah Juna yang heboh mengurusi kamu ,gimana sih " kata mamaku.


" Udahlah ma biarin aja sih" kataku.


setelah selesai makan nasi aku minum vitamin dan juga susu ibu hamil.


aku dan mama masuk kamar untuk tidur.


Sudah mau 10 hari Dion belum mengabariku ataupun menelepon ku.


" Istrinya udah sembuh belum ya kok belum ada kabar dari Dion ???? batinku .

__ADS_1


__ADS_2