Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta

Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta
56.Lebaran


__ADS_3

Setelah habis bulan romadhon.


rasanya tidak sabar untuk merayakan hari raya idul Fitri .hari kemenangan dan juga hari yang suci.


malam takbiran kami kedatang tamu.


Tante dan paman yang dari kampung datang berkunjung ko kota tempat tinggalku.


begitu juga dengan adikku Naura dan suaminya.


datang dari Sabang dan sekarang Naura sudah punya anak dua .


mama ,Tante dan istri Om ku sibuk didapur sedang mempersiapkan hidangan untuk hari esok.


mbak Noor sudah ijin libur dia dan suaminya harus pulang kampung.


karena setelah aku bekerja lagi di perusahaan .


aku memakai jasa mbak Noor kembali untuk bekerja dirumah. aku kasihan melihat mamaku harus mengerjakan semua pekerjaan rumah mama juga harus mengurusku dan Keanu.


suami Tante ,om dan adik iparku duduk di depan rumah .mereka sedang mengopi sambil bercerita-cerita.


ini pertemuan pertama mereka.


sedangkan aku dan Naura sibuk mengurus anak-anak di kamar..


" Kak emang besok kita mau kerumahnya mas Dion yah ??????"


" iya ra. . besok setelah sholat idul Fitri selesai kakak pengen silaturahmi kesana ,meskipun mas Dion sudah tidak ada kan disana masih banyak keluarganya, ada ibu mertua dan bapak mertua " ucapku


Naura tau kalau mas Dion sudah meninggal akibat serangan jantung.


karena mamaku pasti bercerita


mamaku dan Naura setiap hari telponan. apalagi Naura tidak bekerja dia hanya ibu rumah tangga.


kebutuhannya sangat tercukupi .


Naura juga tau berita tentang aku dan Juna.


tanpa kuceritakan . karena berita tentang maminya Juna dipenjara sudah tersiar di televisi.


aku dan Laura sedang asik curhat-curhatan.


Tanteku tiba-tiba masuk


" Asikkkk bener ngomongin apa sihhh kalian "


" ohhh. . ini Tan ,besok aku mau kerumah almarhum suamiku "


" iya bagus tuh ,emang harus begitu Ra. .


dan kalau di ijinkan Tante juga mau ikut dong , kan Tante belum mengenal keluarga almarhum suamimu" ucap tanteku


mamaku masuk ke kamar


" Ayo . . kita makan dulu " ajak mama


aku Tante ,Naura dan juga anak-anak semuanya keluar dari kamar.


tenyata sudah duduk semua disana


mama menggelar tikar di dekat kolam .kata mama agar suasana kekeluargaannya dapat jadi sengaja tidak makan


di meja makan.


mama memasak rendang, SOP, pindang dan juga lontong untuk besok .


ada juga ketupat dan kue kering ,mpek-mpek yang sengaja dibawakan Tante dari kampung.


" Gak nyangka ya kak kita bisa berkumpul lagi seperti ini ,setelah sekian lama kita berpisah" om ku memulai membuka pembicaraan


" Iyaa benar apalagi Laura dan Naura tumbuh menjadi wanita yang hebat . .


punya rumah sebesar ini " sambung tanteku

__ADS_1


mereka mengobrol dengan bahasa Palembang . aku Naura dan juga suami Naura hanya diam karena kami tidak mengerti yang mereka bicarakan.


Setelah kami selesai makan bersama .


pukul 8 malam kami semua keluar untuk jalan-jalan malam takbiran dan mengelilingi kota tempat aku tinggal.


karena keluarga dari kampung Baru pertama kali menginjakkan kaki


di kota ini.


dijalanan sangat ramai dan dipenuhi kemacetan


mereka membuka kaca mobil melihat gedung-gedung tinggi di tambah dengan cantiknya lampu-lampu malam yang menghiasi pusat kota.


kami tiba dirumah hampir jam 12 malam.


dan semua sudah ngantuk .


Allohuakbar . . allohuakbar. . allohuakbar. . .


jam 5 subuh suara takbir sudah terdengar dari masjid . .


semua keluarga sudah bangun dan bergantian untuk mandi dan siap -siap. setelah selesai makan kami pun berangkat ke masjid.


kami berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat idul Fitri berjalan kaki karna jarak rumah ke masjid tidak Sampai 2 menit .


Setelah selesai sholat dan bermaaf -maafan.


kuajak semua keluargaku untuk bersilaturahmi ke rumah almarhum suamiku Dion.


Erika yang sedang diluar membagi-bagi THR kepada anak-anak kecil .mungkin itu keponakan nya atau l


keponakan mas Dion


Dia sudah mihat mobilku dari jauh .


" Assalamualaikum " kataku


dengan rombongan keluargaku


dia memepersilahkan semua keluargaku masuk.


.


keluarga mas Dion juga sudah berkumpul ramai dirumah itu.


pertemuan kali ini sangat hangat. .


tidak lupa kami semua pergi berziarah ke makamnya mas Dion.


pemakaman tidak jauh dari rumah Erika.


" Mas lihatlah keluarga kita sekarang sudah bersatu tidak ada benci dan dendam , kamu selalu ada dihati kami mas " kata ku dalam hati


kami mengaji dan juga menaburkan kembang bunga di kuburan mas Dion .


setelah selesai kami berpamitan dan langsung pulang.


Kringggg. . . Kringggg. . kringggg . .


hp ku didalam tas berdering


Naura membuka tas dan mengeluarkan hp ku


" Kak panggilan dari Juna "


" Angkat aja gak apa-apa" kataku


karena aku senang menyetir


" Hallo ... kak Laura sedang menyetir .


ada apa yaaa Jun ???? " tanya Naura


Juna dan Naura memang sudah saling mengenal .

__ADS_1


" Ohhhh. . . begini Ra. .


tolong kasih tau Laura kalau aku dan papiku mau silaturahmi kerumah kalian "Ucap Juna


Naura sengaja menyalakan speakernya supaya aku mendengar percakapan mereka.


" gimana nih kak Juna mau datang kerumah , boleh ga ????" bisik Naura padaku


" iya in aja gak apa-apa kok" bisikku kembali pada Naura dan memang kebetulan kami sebantar lagi sampai dirumah


"Ohhhh. . iya kata kak Laura boleh kok


kalau memang mau datang . datang saja !!!!"


tidak berapa lama percakapan antara Naura dan Juna kamipun tiba dirumah.


turun dari mobil anak -anak langsung berlari masuk ke dalam.


" Hati-hati sayang jangan lari nanti jatuh loh !!!!" kataku.


saat kami semua sedang makan mpek-mpek di depan rumah


tidak lama kemudian Juna dan papinya datang.


" Siapa yang datang Ra ?????" tanya mama


karena aku tidak memberi tahu pada mama kalau Juna akan datang.


Juna dan papinya keluar dari mobil mereka membawa bingkisan buah .


"Assalamualaikum " kata Juna dan papinya


" Walaikumsalam . . ayo silahkan masuk om" kataku


" Tidak usah raa . . disini aja " jawab papi Juna


mereka ikut bergabung makan mpek-mpek bersama kami . . duduk pakai tikar. .


" Begini Bu maksud kedatangan saya dan Juna kesini ingin bersilaturahmi dan meminta maaf atas nama maminya Juna.


dia benar -benar menyesali perbuatannya.


dia juga ingin bertemu langsung dengan Laura . . setiap malam dia menangis di sel menyebut -nyebut nama Laura "kata papinya Juna


" Baik pa saya sudah memaafkannya kok apalagi sekarang sedang lebaran. Allah saja maha pemaaf dan pengampun .


kenapa saya tidak !!!.


tapi coba bapak tanyakan langsung pada anaknya .apakah dia bersedia bertemu dengan Bu Sienta '' jawab mamaku


" Iyaaaa om . . saya juga sudah memaafkan Tante. apalagi Tante juga sudah mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya "


" Makasihhh yaaa Ra kamu sudah memaafkan mamiku"


aku juga sudah berjanji pada Juna & papinya untuk mengunjungi Tante sienta di penjara .


tidak lama mereka dirumah ku dan mereka pamit untuk pulang.


" jadi yang tadi itu Juna yang kakak ceritakan yaaa ???" tanya Tante


" Iyaaa itulah Juna dan yang tadi papinya sekarang maminya masih di penjara " jawab mamaku.


" Padahal si Juna tadi ganteng ya kak ,papinya juga kelihatan sangat baik dan berwibawa. " lanjut om ku.


" Yaaa . . bukan berwibawa tapi memang mereka sangat kaya . makanya dia berani mencelakai Laura , mungkin maminya takut harta mereka akan jatuh ke tangan Laura.


apalagi Juna itu anak satu-satunya " lanjut mamaku


" Udaahhhh . . . jangan ngomongin orang ,dan gak usah di bahas lagi


ga baik


masih lebaran nihhhh !!!


lagian kan sudah bermaaf -maafan " kataku

__ADS_1


mama dan tanteku pun diam. .


__ADS_2