Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta

Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta
51.Dion suamiku meninggal


__ADS_3

malam pukul 12.00


Hujan deras dan cuaca benar-benar sangat dingin.


tiba-tiba lampu mati.


kulihat Dion tidak ada disampingku.Ternyata dia sedang mencari lilin . karena dia tau kalau Keanu sangat takut kegelapan.


Tok. . . tok . .


" bukaaa aja pintunya tidak di kunci kok" jawab Sumi dari dalam.


aku & Dion membuka pintu kamar ,kami melihat Keanu sedang memeluk Sumi dengan erat .


" Maaf Ra aku ga bisa berdiri Keanu ga mau melepaskan pelukannya. lilinnya taro di atas meja saja " ucap Sumi


Dion menaruh lilin di atas meja lalu mengunci pintunya kembali.


aku dan Dion kembali ke kamar.


" Loh lilin buat kita mana sayang ????" tanyaku


" ngapain pake lilin ga seru !!!" jawab Dion


Dion memelukku dimalam yang sepi dan dingin


aku juga membalas pelukannya dengan sangat erat dan tubuhku seakan pakai magnet menempel di tubuhnya bagian depan sampai pagi.


" Sayanggg ayo bangun sudah pagi " kataku dengan melepaskan pelukannya.


"Ohhhh. . iya hari ini kami ada meeting .


rekan bisnisku dari luar kota mau datang.


tolong siapkan bajuku yaaaa sayang "ucapnya


dia langsung bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


jam 07.00 pagi teng dia berangkat ke kantor


" papi berangkat yaaa mi i love you . papi titip Keanu tolong jaga dia baik-baik " ucapnya


entah kenapa dia tidak seperti biasanya dan tiba-tiba dia berkata seperti itu .


" Iya Pi . .


pasti mami akan jaga Keanu dengan baik


i love you to pangeran tampanku


hati-hati dijalan ya sayanggg" kataku


yang ternyata ini adalah ucapan terakhir ku untuknya .


Dia pun berangkat ke kantor tanpa supir .


dia sangat terburu -buru menyetir mobilnya .


dan lumayan ngebut. .


Aku cek hp ku ada 5 panggilan tidak terjawab dari nomor baru .


dan aku mencoba menelpon balik tapi tidak dia angkat.


Tiba-tiba selang 5 menit. telpon masuk berdering lagi di hp ku.


Kringggg. . .kringggg... kringggg


panggilan dari Erika .tanpa berfikir panjang langsung ku angkat telpon darinya.


''Haloooo . . mbak ada apa?????" tanyaku


" mas Dion. . Ra . . mas Dion " ucapnya dengan sangat terbata-bata dan suara sendu


" Mas Dion kenapa lagi mbak. . ??


jangan membuatku khawatir !!


ayo mbak katakan saja " ucapku dengan penuh tanya


" ceritanya panjang ra


kamu datang kerumah sakit sekarang juga ya . " kata Erika & memberi tahu alamat rumah sakit tempat mas Dion do rawat .


alamatnya tidak jauh dari kantor perusahaan milik mas Dion .


Aku langsung meminta pak mukidi untuk segara mengantarkan aku kerumah sakit.


karena aku takut menyetir sendiri dalam keadaan panik.

__ADS_1


" Maaa. .


nanti mama tolong pergi ke kantor yaaa. soalnya aku mau ke Rumah sakit .Mas Dion masuk rumah sakit lagi " kataku dan menyuruh mamaku mengurus Keanra store.


" Iyaaa ra. . nanti mama kesana


Dion kenapa lagi Ra ????


ya ampun ,kasian bangat sih Dion padahal tadi pagi dia baik-baik saja & tidak kenapa-kenapa "kata mamaku.


Aku dan pak mukidi langsung berangkat kerumah sakit.


setibanya dirumah sakit , aku berlari mencari mereka ,Tanpa aku sadari rumah sakit itu sangatlah luas .susah untuk di temukan kecuali bertanya langsung pada suster atau perawat


pak mukidi hanya melihat dan memperhatikanku


" Bu . . dari tadi saya lihat ibu mondar-mandir . kenapa ibu tidak bertanya langsung saja pada perawatnya pak Dion dirawat dimana" kata Mak mukidi


"Ohhh . . iya bapak benar .


terimakasihhh yaaa . . " kataku kepada pak mukidi dan aku langsung ke bagian reception untuk menanyakan Dion di rawat dimana.


Setelah suster yang direceptionis memberi tahu kalau Dion sedang di rawat di ICU.


yang mendakan kondisi Dion makin parah .


Aku langsung menuju ruang ICU.


kulihat didepan sudah ada Erika menangis sesenggukan.


kupeluk erat dan ku usap air matanya.


" Mbakkk ada apa dengan mas Dion???


tadi dia dari rumah baik-baik saja tidak ada tanda-tanda sakit sedikitpun" kataku


" Tadi ada yang menelpon aku pakai nomor baru.


dia yang menolong mas Dion ,karena mobil mas Dion berhenti ditengah jalan jadi semua pengendara macet .


kalau mendengar dari cerita bapak tadi.


mas Dion tiba-tiba kambuh dan jantungnya sakit dia juga susah untuk bernafas.


jadi dia langsung menghentikan mobilnya saat itu juga dan akhirnya dia langsung pingsan sampai sekarang tidak bangun-bangun


huhu. .huh. .huhu '' jelas Erika sambil bercerita dan terus menangis


" Istri bapak yang sedang dirawat mana ,saya mau bicara !!! " kata dokter.


" Ada pak dok langsung bicara saja , kami dua adalah istrinya " ucap kami


" sebelumnya Mohon maaf Bu . . .meskipun kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi sepertinya kami dari pihak rumah sakit tidak bisa menangani pasien lagi.


Kalau ibu mau pasien akan segara kami rujuk ke rumah sakit luar negeri saja.


karena jantungnya sudah benar-benar sangat parah apalagi paru-parunya "kata dokter


mendengar pernyataan dari dokter kalau mas Dion semakin parah badan ini rasanya lemas seketika mau roboh.


Erika saja hampir pingsan untung pak dokter menahan nya.


" Dokter . . tolong lakukan apapun yang terbaik untuk suami saya .


tidak jadi masalah sekalipun itu harus keluar negeri


yang penting suami saya bisa disembuhkan .


berapapun biayanya akan saya bayar" ucap Erika


mendengar ucapan Erika yang sudah menyetujui kalau mas Dion akan dibawa keluar negeri.pihak rumah sakit pun langsung dengan sigap mengurus untuk keberangkatan pasien .


dan pihak rumah sakit juga sudah menghubungi rumah sakit Yang akan dituju di luar negeri .


Semua keluarga dan juga ada beberapa dokter spesialis yang sudah di utus akan berangkat hari ini.karena kata Erika lebih cepat lebih baik


dan tiket pesawat pun sudah dipesan .


Sedang jalan menuju bandara .


Saat salah satu dokter memegang tangan mas Dion, kata dokter nadinya sudah tidak berdenyut lagi


dokter juga mengatakan kalau mas Dion sudah tidak mengeluarkan nafas sama sekali, mereka mencoba memberi pertolongan di dalam ambulance itu. tapi memang sudah tidak bisa di tolong.


Ambulance mereka ada di depan sedangkan kami rombongannya 3 mobil di belakang mengikuti ambulance.


Ambulance yang di tumpangi mas Dion balik arah.


kami semua yang di belakang kebingungan. karena setengah jam lagi pesawat akan berangkat . tapi kenapa mereka malah balik arah

__ADS_1


" Mbak ini kenapa kok malah balik " tanyaku pada Erika .


" Mbak tidak tau , mau nelpon tapi nomor dokternya kan belum sempat disimpan.


tolong ikuti ambulance nya dan jalan lebih cepat " kata Erika pada pak mukidi.


Saat kami mencoba mengejar tenyata ambulance berhenti tepat di rest area.


para dokter pun turun.


dan kami juga ikut turun


kami kebingungan.


" Ada apa ini pak?? kok berhenti bukannya pesawat kita akan berangkat setengah jam lagi " kataku


" Mohon maaf Bu kita tidak akan berangkat lagi ,kami pihak Rumah sakit juga sudah membatalkan pemberangkatan" kata dokter


" Apa.....


maksud dokter berkata seperti itu apa ??


kenapa dibatalkan ,ini menyangkut nyawa loh dok!!!


kalian jangan main-main kalau terjadi dengan suami saya , saya akan melaporkan ini semua " kataku


" iBu. . . jangan marah ya !!!


dan tenanglah dulu.


Ibu yang sabar ya. .


kami dengan sangat sedih harus menyampaikan berita tidak baik ini


kalau suami ibu sudah tiada dan tidak bisa ditolong lagi.


saat di perjalanan tadi suami ibu menghembuskan nafas terakhirnya " kata dokter


Brukkkkk . . Erika yang mendengar berita ini langsung pingsan.


dokter mengangkat Erika ke mobil .


aku hanya bisa terdiam membisu seakan duniaku runtuh jiwaku telah hilang dan pergi selamanya dan tidak akan kembali lagi.


pak mukidi memegang dan menopang tanganku.


" Ayo Bu duduk dulu dan minumlah " katanya menuntunku masuk kedalam mobil dan memberikan ku air mineral.


keluarga semua ikut bersedih dan menangis apalagi orangtuanya Dion .


" Dionn. . . kenapa secepat ini kamu meninggalkan kami nak .kenapa harus kamu yang pergi . . kenapa bukan ibu aja yang duluan


"Isak tangis mamanya Dion.


Dokter dan keluargaoun berangkat menuju rumah kediamannya Dion.


dengan suara sirine ambulance yang membuat keringat dinginku bercucuran.


Wiew. . .wiew... wiew..wiew...


suara ambulance yang panjang menandakan sedang membawa pasien yang sudah meninggal .


Dan saat menuju komplek rumah Dion. semua mata tertuju pada kami.


warga berdatangan dan bertanya -tanya ada apa, dan siapa yang meninggal.


setelah jenazah diturunkan barulah orang tau kalau yang didalam ambulance tadi adalah Dion


Dion Santoso pimilik perusahaan besar di pusat kota.


warga pun ikut membantu dan bergotong-royong memasang tenda.


Ghina ,Aghata dan Samuel yang menyambut kedatangan keranda papi mereka.


hanya menangis sekuat-kuatnya.


" Papii. . .


jangan tinggalkan kami Pi, papi ... kami ga bisa hidup tanpa papi. .


bangunlah Pi


" kata mereka dengan suara Isak tangis yang tiada hentinya.


Semua keluarga berdatangan mamanya Erika, mamaku ,Sumi ,Keanu dan juga mbak Noor semua datang.


ratusan karyawan yang bekerja di perusahaan Dion dan rekan bisnisnya tidak berhenti memberi ucapan turut belasungkawa.


Keanu yang tidak mengerti apa-apa dan masih kecil sudah kehilangan sosok papinya .

__ADS_1


Aku dan Erika duduk bersebelahan di samping Dion mayatnya Dion.


Kami tidak hentinya saling menguatkan atas kepergiann mas Dion Suami kami tercinta.


__ADS_2