Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta

Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta
5. Bab 5 motor pinjaman


__ADS_3

Karena pak Dion tau kalau aku tidak punya motor.


akhirnya dia memberikan sebuah sepeda motor untukku .yang sangat jarang di pakainya dan lebih sering di museumkannya di garasi rumah dinasnya.


" Hallo mas Tomy tolong naik ke atas sebentar " ucap pak Dion lewat telpon.


tidak berapa lama Tomi pun datang ke atas


Tok. .tok . .tok . .


" permisi " ucap mas Tomi dari luar


" Iya mas silahkan masuk " tukas pak Dion


mas Tomi masuk dan duduk di bangku yang sudah ku sediakan untuknya .


" Mas tolong ambilkan sepeda motor saya yang ada dirumah sekarang ya ,ini kuncinya " pinta pak Dion dan memberikan kunci yang ada ditangannya


" Siap pak !!" ujar mas Tomi dan langsung keluar.


mas Tomi berangkat kerumah dinas pak Dion di antar oleh temannya yang bekerja di perusahaan milik pak Dion juga.


Pak Dion tinggal di rumah dinas yang letaknya tidak jauh dari kantor.


dan sudah 1 tahun lebih ia tinggal sendirian dirumah itu.


Istri dan anak pak Dion tinggal di kota yang berbeda yang jaraknya lumayan jauh dengan memakan waktu satu malam perjalanan.


" Laura " tiba-tiba pak Dion menyebut namaku


"iya siap pak !" ujar ku


" Kamu kan tidak punya motor , dari pada kamu harus naik angkot setiap hari .atau mungkin di antar oleh pacarmu yang tadi


mendingan kamu pakai motor saya aja !.


kebetulan motor saya di rumah ada 2. jadi kamu bisa bebas memakainya kapanpun kamu kamu "


Pak Dion menawarkan motor nya padaku.


" iya kalau memang bapak miminjamkannya nya kepada saya untuk sementara selama saya disini , dengan senang hati saya pasti mau menerimanya pak " kataku dengan sedikit melirih


jelas saja aku mau menerima tawaran pak Dion.


meski hanya motor seken .


2 jam kemudian mas Tomi pun kembali.


Tok. .tok . .


" Permisi "


" Iya masuk aja tom" pinta pak Dion


" Motornya sudah saya parkirkan di basement pak ,dan ini kuncinya " mas Tomi meletakkan kunci yang ada di tangannya di atas meja pak Dion.


" Kalau begitu saya permisi dulu pak " lanjutnya.


Setelah mas Tomi keluar


pak Dion memberikan ku kunci motor nya.

__ADS_1


jam 4 Sore


aku sedang sibuk memasukkan buku ku yang di atas meja kedalam tas .


pak Dion menyuruhku untuk langsung memakai motornya dia menyebutkan warna dan juga plat motornya.


aku dan teman-temanku keluar dari kantor.


biasanya aku berjalan bersama mereka menuju halte tempat kami biasa menunggu angkutan umum.


tapi kali ini aku berjalan ke arah basement


" Laura mau kemana tanya " Sandra


" Mau ke basement san motor pak Dion ada di sana & dia sudah meminjamkannya padaku, jadi hari ini sampai seterusnya aku akan pakai motornya " kataku dengan polosnya


aku lupa kalau perkataan ku kali ini mengundang kecurigaan mereka tentang ku dan pak Dion.


mereka pasti mengira kalau aku ada hubungan spesial dengan pak Dion.


tapi memang kecurigaan mereka tidak meleset.


karena Tadi pagi setelah aku memijat Bahu pak Dion


Dia mengutarakan perasaannya padaku.


kalau ternyata dia menyukaiku dan dia juga cemburu kalau setiap hari Ady pratama mengantarku ke kontor .


hingga akhirnya dia memberikan ku sebuah sepeda motor miliknya .


" Maksudmu pak Dion memberikan mu sepeda motor miliknya ???" sambung Septi


"Kalau begitu aku duluan ke basement ya teman-teman" lanjutku dan berjalan melanjutkan langkahku


kulihat motor warna merah dengan plat yang sesuai dengan apa yang di sebutkan pak Dion tadi .


lalu ku bawa pulang.


Kebetulan hari ini Ady pratama juga tidak datang untuk menjemputku karena dia sedang sibuk dengan urusannya di kampus.


Tinn. . Tinn


bunyi klakson motorku di dalam gang ,


mengisyaratkan agar anak- anak untuk segera minggir.


kebetulan kalau jam 4 sampai jam 6 sore pasti banyak anak-anak yang sedang asik main di sepanjang gang rumahku.


Dan akhirnya akupun sampai dirumah.


" Tumben sendirian , memangnya Ady tidak menjemputmu tadi ??" tanya mamaku


" Iya ma . .Ady sedang banyak urusan di kampusnya .


Dia juga sudah lulus sidang & sebentar lagi juga wisuda " kataku


" Loh , terus motor siapa yang kamu pakai ???" lanjut mamaku mengintrogasi seperti detektif


" Ini motor bos ku ma , pemilik perusahaan tempat ku PKL " jelasku.


" 4 hari yang lalu dia memberikan mu sebuah handphone , hari ini dia meminjamkanmu motornya.

__ADS_1


besok apa lagi yang akan dia berikan padamu ????" ketus mamaku.


" Ya elah ma


apa salahnya sih !!" kataku


" Laura kamu jangan macam-macam ya , mama sudah capek-capek membesarkan dan menyekolahkanmu


jangan hanya karena uang semuanya kamu korban kan !!" tukas mamaku


" apaan sih mama jangan lebay deh !!.


lagian Laura kan gak ngapa-ngapain sama dia .


dianya aja yang memberikan pada Laura, tanpa Laura minta


ya jelas Laura terima dong , dari pada enggak kan mubazir !!


" jawabku dengan sedikit meninggikan suaraku


aku juga mengerti maksud mamaku , dia tidak ingin terjadi hal-hal yang buruk padaku. tapi aku juga membutuhkannya & aku sebenarnya juga bahagia . semakin banyak yang diberikan pak Dion padaku hatiku juga akan semakin bahagia.


kalau ada hal buruk yang menimpaku itu urusan belakangan. sekarang aku sedang fokus mencari simpatik dari pak Dion.


"Terserah kamu lah , kamu sudah besar


dan sudah tau mana yang baik dan yang buruk "


cercah mamaku


Buuarrrrrrr . .


mama sengaja membanting pintu kamar dan menutupnya.


Kringggg. . kringgg. . kringgg.


Handphone mamaku berbunyi panggilan masuk dari Adikku Naura.


" Halo Ra kenapa lagi ???" tanya mamaku dengan marah-marah


" Naura Baru saja menelpon tapi mama sudah langsung marah-marah .Naura salah apa ma ????" ujar adikku Naura


" Gimana mama gak marah-marah.


itu kakakmu si Laura berpacaran dengan Bosnya yang sudah tua dan beristri ." kata mamaku


" Hah. . masa sih ma


bukannya kak Laura masih berpacaran sama mas Ady " lanjut Naura.


" Iya kan kamu tau sendiri Laura gimana


mungkin dia masih kurang dengan satu jantan makanya mencari jantan yang lain .


udah ahh mama lagi stress . Tutt !"


telpon pun langsung terputus


ternyata bukan hanya aku saja yang dimarahi ,bahkan adikku Naura juga ikut kena imbasnya .


sepertinya mamaku sedang menenangkan diri dikamar dan tidak mau berbicara dengan siapapun , mama kecewa dengan tingkah ku.

__ADS_1


__ADS_2