Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta

Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta
15. Pindah rumah.


__ADS_3

mamaku terus saja menangis.


"Ini yang mama takutkan Ra . .mama malu sekali.


orang berfikir mama membiarkanmu begitu saja dengan pak Dion" kata mamaku.


" Tapikan ma . . Laura sudah menikah kenapa mama harus malu,Laura juga tidak berbuat dosa " jawabku.


"Tapi orang-orang disini memang tidak ada yang tahu Ra kalau kamu sudah menikah, tidak ada yang mama beritahu satu orangpun " jawab mamaku sambil melanjutkan memasak.


" mama tidak akan malu lagi, karena kita akan pindah ma. .


kita tidak akan tinggal disini.


Dion sudah membelikan rumah untuk kita dan rumah itu juga sudah atas nama Laura sendiri jadi mama tenang saja" kataku.


" yang benar Ra


Dion memberikan mu rumah ??


tanya mamaku.


" Iya ma benar ngapain Laura berbohong" kataku.


sebelum mereka mengusir kami dari desa . kamipun pindah dengan sendirinya karena sudah punya rumah dikota .


Malam ini aku dan mama mengemasi semua barang- barang kami , karena besok kami akan segera pindah dari desa ini. dikampung ini mamaku sudah tidak betah dengan gosip-gosip tentang ku ditambah dengan semua ibu-ibu kampung memusuhi mamaku.


mereka menuduh mamaku biang kerok dari semuanya yang telah membiarkanku bebas dan memperalatku demi uang dan harta .


Jam menunjukkan pukul 06.30 .


mama membangunkan ku.


" bangun Ra. . kamu gak kuliah nanti telat loh" kata mamaku.


"Enggak ma . . Laura enggak masuk udah izin sama dosennya lagian kan kita mau pindahan" kataku.


Aku lihat mamaku bergegas kedapur.

__ADS_1


" mama mau ngapain ????


mama gak usah masak ,kita makan diluar saja " kataku.


" ohh. . yaudah kalau begitu mama lanjut merapikan baju saja ya" jawab mama.


tidak berapa lama Dion pun datang menjemput kami , kali ini tidak hanya sampai di gang saja . aku sengaja menyuruh Dion datang kerumah untuk pertama dan terakhir kalinya.


Tok. .tok . .tok


" Assalamualaikum " ucap Dion


"Walaikumsalam " mamaku menjawab salamnya dan membuka pintu mempersilahkan Dion masuk.


Aku yang dari tadi dikamar masih rebahan tiba-tiba kaget setelah tau kalau Dian sudah sampai.


" Loh . .udah sampai katanya jam 10.00 ?? " tanyaku .


" iyakan surprice sayang . ." jawabnya.


dari luar aku melihat banyak orang yang sengaja pura-pura lewat mungkin mereka sengaja mau tau aku dan dion berbuat apa didalam rumah .


mamaku pergi kedapur membuatkan minum untuk dion .


oiaaaa . .mau langsung berangkat kan ???? " kataku dan aku hanya menggunakan daster


" Mau ditemani gak??" katanya sambil menggodaku.


" iyaaa boleh yuk Hahahaha. . " kataku sambil meledeknya


untung saja mamaku didapur ,tidak mendengar percakapan kami.


Aku dan mama sudah siap.


kami berjalan menuju gang. karena mobil Dion tidak bisa masuk sampai depan rumahku akhirnya dia memarkirkan mobil didepan gang .


Seperti biasa semua mata tertuju kepada kami, dan bagiku itu tidak penting sama sekali.


" tuh lihatkan. . anaknya masih kecil tapi laki-lakinya sudah bau tanah "

__ADS_1


mereka berbicara dengan bahasa daerah .untung saja Dion tidak mengerti


Setelah selesai makan dari restoran ,Dion mengajak aku dan mama


ke sebuah toko perlengkapan furniture rumah.


Dion memang sudah tua ,umurnya hanya beda 2 tahun dari mamaku.


mungkin orang mengira kalau mereka lah yang suami istri dan aku ini anak mereka.


Dion tau kalau aku suka warna cerah .


jadi furniture sengaja dia belikan warna hijau semua. dari springbad ,lemari ,sofa dan juga hordeng yang dipesan serba hijau dan semuanya dia beli dengan lengkap.


Setelah pulang dari toko dan sampai di rumah baruku


barang-barang sudah di antar . sambil menyusun barang - barangnya .


Tiba - tiba Dion mengajakku ketaman depan rumah.


" Sayang aku pergi dulu ya Dikantor banyak kerjaan yang harus diselesaikan . kamu bisa urus semua kan???


nanti akan ku kirim orang kesini untuk membantu kalian juga "ucapnya .


" Iya sayang gak apa-apa kok pergi saja


oiaaa. . makasihhh untuk semuanya yaaa ganteng " kataku .


Dion pun mencium kening dan bibirku lalu pergi berangkat ke kantor.


jarak kantornya dari rumah baruku hanya 30 menit .jadi tidak begitu jauh ,tapi kalau lagi macet bisa-bisa 2 jam diperjalanan.


" Dion mana Ra. . .kok pergi ???" tanya mama.


" Iya ma dia banyak bangat kerjaan Dikantor tapi nanti balik lagi kok " jawabku.


" Tapi ternyata Dion baik juga ya Ra . . mama gak nyangka sekarang kita punya rumah sebesar ini . dan ini rasanya seperti mimpi disiang bolong " kata mamaku.


" iya ma . . Dion itu memang sangat baik , apa yang Laura minta pasti diturutin . .makanya mama jangan nyalahin Laura lagi

__ADS_1


" kataku pada mamaku.


Aku dan mama masuk lagi ke kedalam untuk melanjutkan pekerjaan yang menumpuk .


__ADS_2