Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta

Revisi Dan Pindah Ke Novel Cinta Dan Harta
44. Dion Jatuh sakit


__ADS_3

Setelah pulang kerja Dion datang kerumah untuk menjemputku teng jam 7 malam mobilnya pun sampai.


titttt. . .titttt. .


bunyi klakson mobilnya.


karena dia sudah berpesan tadi siang untuk tidak mampir lagi ,takut kemalaman


Akupun mengambil tas ku ,aku keluar lalu mengunci pintu.


Kubuka pintu mobilnya dan masuk kedalam.


"wangi bangat bos " ucapnya.


" iyaaa parfumnya memang wangi ,aku juga suka dengan baunya


aku membelinya di Pariss


aku beli 2 sayang mau 1 ?????" kataku


" Enggak deh ,simpan aja dirumah juga banyak parfum " kata Dion


jalanan sangat macet . Karena kebetulan malam ini ada pertandingan bola d salah satu stadion yang letaknya dipusat kota.


ku setel musik untuk menghilangkan kejenuhan karena macet


"Selama jantung ini berdetak


ku akan selalu menjagamu


hingga akhir waktu . .


Selama nafas ini berhembus


Tak akan ada cinta yan lain


hingga Tua bersama. . .


Oo. . .oo"


Aku juga terbawa suasana dan ikut menyanyikan lagu Rizky Febian


" Suara mami bagusss !!!


tapikan lagunya ga cocok


papi udah duluan Tua sedangkan mami masih muda " Ucapnya


" ya ampun Pi inikan hanya lagu. tapi kan maksudnya tak akan ada cinta yang lain hanya papi seorang" gombalku untuk mencairkan kejenuhan.


Setelah 3 jam perjalanan karena macet akhirnya kami sampai dirumah Dion.


dan sepanjang jalan aku ternyata ketiduran.


" Sayang bangunnn sudah sampai loh " katanya sambil menggoyangkan kakiku


" hah . . udah sampai oh ya ya ya. . " kataku


aku bangun dengan kondisi yang masih setengah sadar.


kami masuk kedalam rumah dan ternyata semua orang sudah tidur.


kamarku terletak di atas pas di samping kamarnya Ghina.


aku masuk dan kulanjutkan tidurku yang sempat diganggu Dion..


mataku baru mulai terpejam sudah ada yang mengetuk pintu.


tok . . tok . .tok


kubuku dan kulihat Dion sudah berdiri didepan.


dia langsung masuk kedalam


" Kenapa ga tidur sama mbak Erika aja sayang kan aku g enak " kataku


" Dia sudah tertidur ,ga enak kalau aku mengganggunya , mendingan aku menganggumu " ucap Dion


dia menggendongku dan menyandarkan tubuhku di dinding.


"Awwwww kepela ku kejedot sakittt tau Pi" kataku


"Stttttt. . pelan-pelan sayang nanti Ghina bangun loh.


lagian tadi siang kan kamu yang nantangin aku ,ayo sekarang aku tantangin balik " ucapnya


lalu diturunkannya aku di kasur


karena memang sepulang kerja dia belum mandi.


Diapun membuka bajunya dan mandi dikamarku.

__ADS_1


ditariknya tubuhku ikut kedalam.


"Ga ahhhh sayang ,dingin " kataku.


tetap saja dia tidak menghiraukannya.


Dinyalakan shower Air hangat.


lalu disiramnya sekujur tubuhku.


begitu juga denganku. aku menyiram tubuhnya bergantian


sabun cair bau bunga sakura diteteskannya ke dalam bathtub.


Kamipun bergelut didalam bethub.yang suasana sangat romantis dengan suara percikan air dan kesunyian malam.


Dia menggoyang-goyangkan senjatanya padaku. sampai aku tak berdaya kelelahan dengan pasrah kubiarkan saja dia menguasai menjelajahi tubuhku.


tapi kali ini aku menahan teriakanku . hanya *******-******* kecil yang kukeluarkan untuk menambah semangatnya .


dia juga menyerang terus-terusan dibagain bawahku.


stelah hampir 2 jam pertandingan pun berakhir. kali ini dia membuatku tidak bisa melawan musuh.


aku mengaku kalah .


bahkan untuk membersihkan dirikupun aku tidak sanggup.


Dion lah yang membersihkannya ,


dan kupakai handuk dan bajuku aku tidur


tapi Dion yang sudah menang dalam pertandingan tidak juga merasakan capek ,dia malah ke bawah untuk menyeduh segelas kopi.


Erika keluar dari kamarnya dan berjalan ke dapur.


"Loh mas sudah Jam 02.00 dini hari begini kok kamu belum tidur ????


bukannya besok kamu harus kerja !


kamu pulang jam berapa memang tadi mas ???" kata Erika sambil meneguk segelas air.


dia ternyata kehausan makanya terbangun


" Aku belum mengantuk ,makanya aku disini,


tapi sebentar lagi juga tidur kok menghabiskan yang sebatang ini dulu !.


" Ohhh Laura datang. .


yaudah mas aku ke kamar dulu , kamu juga Jangan lama-lama tidurnya ,dan kalau bisa rokok juga di kurangi .ingat kata dokter paru-parumu sudah parah "kata Erika


Mas . . Mas . . Mas


bangun mas. . Bangun ! !


teriak erika sampai kedengaran kekamarku


kulihat jam masih jam 05.00 pagi .


loh masih jam segini mbak Erika sudah teriak ada apaan yah " kataku sambil berlari menuju kamarnya


aku turun cepat-cepat ke bawah , Sumi bangun dan anak-anak juga pada bangun semua.


kami berlari menuju kamar Erika dan membuka pintu kamar.


" Ada apa mbak ????


apa yang terjadi sama mas Dion "tanyaku


" i... i. .ini Ra mas Dion tadi saat masuk kamar mengeluhkan dadanya sesak dan langsung tersungkur pingsan .


baru tadi aku ucapkan untuk tidak merokok karena paru-parunya memang sudah rusak . huhu . . . hu. .huhu. . ." kata Erika sambil terus menangis


"BI tolong bangunkan pak Bejo sekarang buruan bi " kataku kepada art untuk membangunkan sopir pribadi .


ku ambil Hp ku dan langsung ku telpon rumah sakit terdekat ,tapi tidak ada yang mengangkat


pak Bejo juga lama .


akhirnya aku Sumi Erika dan art lainnya mangangkat Dion .


" buka pintu mobilnya bi buruan" kataku


" Kamu disini aja sum , jaga Keanu kataku"


Art mereka ada 4 orang


jadi merekah yang mengurusi anak-anak saat kami pergi


hanya aku dan Erika yang berangkat .

__ADS_1


aku menyetir mobil .Erika dan Dion dibelakang. dia terus saja menangisi Dion


"Mas. . bangun . . Mas hhuuuu. . hu. . .huhuhh "tangisnya


" Tenang mbak . . tenang . . mas Dion pasti baik-baik saja kok.


mungkin hanya kelelahan karena banyak kerjaan dan kurang istirahat " kataku


Kami sampai dirumah sakit.


perawat langsung datang membawa bad electric tempat tidur pasien mereka membawa Dion ke ruang IGD.


" Maaf Bu tidak ada yang boleh masuk kedalam hanya pasien , jadi ibu-ibu tunggu diluar saja


. kami akan cek keadaan pasien dulu nanti akan kami infokan perkembangan selanjutnya " kata dokter.


Aku dan Erika pun berpelukan dan saling menguatkan. kami dudukpun tidak tenang menunggu hasilnya.


" Semoga tidak terjadi apa- apa ya mbak sama Mas Dion " ucapku sambil memegang tangan Erika.


" Mas Dion itu sudah komplikasi , dia punya penyakit jantung dan juga paru-paru.


apalagi kalau dia kecapean . aku sangat takut kehilangannya aku belum siap" ucap Erika


Astaga Tuhan . . Tadi malam dia memang sangat kecapean saat bersamaku. siang itu juga dia sudah capek aku buat


dan kata mbak Erika dia juga ngopi didapur sambil merokok.


semua ini adalah pemicunya .


belum lagi karena faktor usia mas Dion yang sudah 45 ke atas .bagaimana ini .batinku


Tidak berapa lama dokter dan susternyaoun keluar dari ruangan .


" Bagaimana dok kondisi suami saya dia tidak apa-apa kan???


dia baik-baik saja kan dok????" tanya Erika.


" Alhamdulillah beruntung ibu langsung membawanya kemari . . jadi kami diberi kesempatan untuk menolongnya.


bapak habis merokok ya ?????" tanya dokter


" Alhamdulillah ya Allah


iya dok habis mengopi dia merokok dan dia juga tidak tidur semalaman " jawab Erika


"Tolong lebih ekstra lagi perhatiannya untuk bapak. kasihan dia


jantung dan paru-parunya itu sudah parah.


dan dia tidak boleh banyak fikiran .


apalagi tadi saya perhatikan Nafas bapak juga sudah tidak teratur .


jadi kami juga memasang tabung oksigen." kata dokter.


dokter juga mempersilahkan aku dan Erika untuk masuk melihat langsung kondisi mas Dion.


Dion yang terbaring lemas dan hidung yang terpasang oksigen .


aku memegang tangan kirinya.


Erika memegang tangan kanannya


" Mas kamu harus kuattt ya . . kamu pasti bisa melewatinya . .kami yakin kita akan berkumpul mas ." kata kami pada Dion


tok . . . tok ...


suster masuk


" Bu ini untuk makan bapak tolong disuapi pelan ya " kata suster


Erika menyuapi Dion pakai ayam dan juga sop


aku mengupas buah apel untuk Dion juga


Erika sudah menelpon orang kantor dan memberi tahu kalau Dion masuk rumah sakit.


Karyawan kantor datang menjenguk Dion.


mereka meyalamku dan juga Erika. mereka sekarang memanggilku Bu Laura.


Orangtua Dion dan orangtuanya Erika juga sudah sampai dirumah sakit mendengar kabar kalau Dion sedang di rawat .


3 hari dion di rawat ,akhirnya hari ini dinyatakan sudah boleh pulang dan disuruh banyak istirahat dirumah.


Ghina ,Aghata dan Samuel berlari.


memeluk papi mereka.


aku mendorong Dion kekamarnya pakai kursi roda .

__ADS_1


kami membiarkan Dion sendiri dikamar agar dia bisa istirahat.


__ADS_2