
Setelah sekian lama cinta Juna kepadaku tertunda.
akhirnya kami bisa memulai kisah baru.
Aku dan Juna akhirnya berpacaran.
Juna mengajak ku kerumahnya untuk bertemu dengan mami dan papinya.
"dandan yang cantik yaaa . . sebentar lagi aku akan menjemput mu " ucap Juna lewat telpon.
Tidak berapa lama dia pun sampai dirumah
Tit...titttt..tit
bunyi klakson mobilnya.
mamaku membukakan pintu .
" Eh nak Juna ayo . .silahkan masuk !!!
tunggu sebentar yaaa biar Tante panggilan Laura dulu " kata mama memepersilahkan Juna masuk
mamaku sangat senang dengan kedatangan Juna.
dari awal sebenarnya mamaku lebih setuju kalau aku bersama Juna.
mungkin karena Juna seumuran denganku terlebih lagi Juna adalah anak konglomerat.
tretttttt. . . . mamaku langsung membuka pintu kamarku.
" Lama bangat dandannya Non. tuh pacar mu sudah datang .
Juna ganteng bangat wangi lagi ." kata mamaku
" Iya ma ini juga udah mau siap kok "kataku
kumasukkan lipstik dompet dan Hp ku kedalam tas lalu aku keluar kamar.
Kami berdua pamit pada mama .
" Kamu cantik bangat sih darling. aku sampai pangling loh " goda Juna padaku
"Mmmmmm... kamu bisa ajadeh beb !
tapi aku deg - deg an loh mau ketemu keluargamu. apalagi keluargamu kan tau kalau aku ini dulu istri kedua almarhum mas Dion.
pasti mereka akan menolak ku menjadi calon mantu. apalagi kamu cuma anak satu-satunya " Ucapku
" Sayanggggg kamu percaya aja deh sama aku .
tenang ,tarik nafassss . . . buang . . dan semua akan fine -fine saja okeh . . " kata Dion sambil memegang dan mencium tanganku.
Tidak berapa lama kamipun sampai dirumah Dion.
memang ini bukan kali pertama kau kesini .
"Kok sepi ???
emangnya ga ada orang yah ....jangan-jangan cuma kita berdua disini dan kamu mau jebak aku ..hayoooo. .ngaku aja deh ''kataku
" Ihhhhhh. . .soudzon bangat ni sayang aku . sebentar aku panggil dulu ya
Mami. . . mi . .
papi. . ini ada tamu " teriak Juna
dan mami papinya keluar .
" Ada apa sihhh Jun ,pake teriak -teriak segala" kata mami papinya.
kami berempat pun duduk di sofa
" Inikan Laura , ngapain kesini ????" tanya maminya
nama maminya Juna Tante Sienta.
" Mi. . Pi
ini Laura . mungkin mami & papi sudah mengenalnya.tapi sekarang Laura ini bukan hanya sekedar teman .
tapi. . juna mau minta restu sama mami dan papi.
Juna ingin bertunangan dengan Laura ." Ucap Juna
maminya yang mendengar sontak langsung kaget dan berdiri.
" Apa kamu bilang
kamu akan bertunangan dengan dia.
jangan pernah berharap kamu mendapat restu dari mami.
Dia ini bukan wanita baik-baik dia perusak rumah tangga orang . kamu tau kan Jun dia adalah istri kedua dari pak Dion Santoso
__ADS_1
& semua orang tau itu. apa kata dunia kalau kamu bertunangan dengannya.
mau taro dimana muka mami " ucap mami Juna dan terus saja menghinaku
"Jangan begitu mi. . udah la
biarkan saja anak kita bahagia dengan pilihannya.
lagian pak Dion juga sudah meninggal." sambung papinya Juna dan mencoba meleraikan maminya.
" Heh . . kamu wanita penggoda.
aku tidak akan Sudi kalau sampai anakku bertunangan denganmu.
jangan mentang-mentang kamu mirip dengan mantannya kamu ingin memperalat anakku. " kata maminya Juna lagi.
Aku tidak sanggup mendengar hinaan dari maminya . aku bukanlah wanita penggoda seperti yang dituduhkannya.
aku terus saja menangis ingin aku pergi berlari tapi tangan Juna terus saja menggenggam tanganku.
"tolong jangan terlalu merendahkan Laura mi. semua keinginan mami selama ini selalu Juna turuti. kali ini tolong mami turuti keinginan Juna . Juna juga berhak bahagia.
apa mami mau Juna akan hidup begini terus smpai tua tanpa pasangan. " kata Juna
mami dan papi nya pun terdiam
karena memang selama ini Juna tidak pernah menggandeng perempuan hingga akhirnya mereka menjodohkan Juna dengan Laura dan ujungnya mereka yang kecewa.
maminya melihat ku dan mendekatiku.
" Kamu yakin bisa menjadi yang terbaik untuk anakku?? sebenarnya aku tidak terlalu suka denganmu Karena banyak orang yang membicarakanmu. tapi apapun akan aku lakukan demi anakku.
Kali ini aku memberikan mu kesempatan.
dan aku merestui pertunangan kalian . " kata mami nya Juna .
"Makasih mi.
Juna sayang mami dan papi
juna janji atas nama Laura tidak akan membuat mami dan papi kecewa & kesempatan ini tidak akan kami sia-siakan " Kata Juna
aku dan Juna pun pamit .
Juna mengantarku pulang.
disepanjang jalan hingga sampai rumah aku hanya diam dan membisu . rasanya aku tidak mau manjutkan pertunangan dengan Juna.
"Untuk apa aku bertunangan dengannya kalau ibunya saja merasa terpaksa untuk menerimaku" dalam hatiku.
keanu menangis disampingku
" Huu. . hu. . hu. . ..
papii . . hu. . hu"
aku langsung duduk dan terbangun ku nyalakan lampu.
kulihat keanu masih tertidur dan terus menangis.
dan ternyata Keanu hanya bermimpi.
" Sayang. . . keanu . . bangun . . nak !!" kataku
dan aku meminumkannya segelas air putih dan kuruh ia untuk tidur kembali.
Pagi ini aku berangkat ke kantor seperti biasa .
stelah selesai meeting penting . aku berjalan termenung
" Ada apa Ra ... kok dari tadi mbak perhatikan kamu merenung tidak seperti biasanya ?????" tanya mbak Erika
" begini mbak aku akan bertunangan dengan seorang pria namanya Juna.
dia adalah teman satu kuliah ku dulu. .
"Wahhh . . . bagus dong akhirnya kamu sudah menemukan penggantinya mas Dion . mbak turut berbahagia mendengar kabar baik ini. lagian kamu masih muda dan cantik . siapa sih laki-laki yang tidak menyukaimu. tapi kenapa wajahmu malah bersedih " kata mbak Erika
lalu kuceritakan semua padanya .
" Yaudah kamu sabar ya , apa perlu aku turun tangan " kata Erika
" Tidak usah mbak !!!!!
Oiaaa. . mbak aku masuk dulu ya soalnya kerjaan ku menumpuk "kataku
dan akupun masuk keruangan ku
aku adalah pemilik kedua perusahaan ini setelah Erika.
Karena sudah mendekati hari pertunangan
Tante Sienta mengajakku untuk berbelanja. aku fikir dia sudah mulai menerimaku.
__ADS_1
Kringggg. . . Kringgggg. . Kringggg
panggilan masuk di hp ku dari Tante sienta.
" Hallo Tante ada apa????" tanyaku
" Hallo calon mantuku. aku mau mengajakmu berbelanja untuk acara besok " jawab Tante Sienta
tidak ada hujan tidak ada angin tente Sienta tiba-tiba sangat baik.
stelah aku keluar dari kantor aku bertemu dengan Tante Sienta karena dia langsung menjemputku ke kantor.
Dia dan juga 3 pria bertubuh kekar ,badan gemuk dan kulit hitam.mereka melihat ku dengan tatapan tajam seperti harimau yang akan menerkam mangsa.
" Oiaaaa Laura sayang . . kamu sudah mengabari Juna belum ????" tanya Tante sienta
" Belum Tan . . aku kabari sekarang yaaaa Tan " kataku dan langsung mengeluarkan Handphone ku dari dalam tas
Tante Sienta langsung manarik hp ku.
dan aku kaget
"Tidak usah sayang . . maksud Tante kamu tidak usah mengabari dia
karena diakan lagi sibuk bekerja
lagian jangan sampai dia tahu karena ini surpricee " kata Tante Sienta dia malah memasukkan hp ku kedalam tas nya.
Kami melewati jalan yang berliku , tempat sepi dan juga Melawati perkebunan.
" Tante ini kan bukan jalan menuju mall. aku juga tidak pernah lewat dari tempat ini " kataku
karena yang kami lewati hutan -hutan tidak ada tampak rumah 1 pun disepanjang jalan itu.
tiba-tiba mereka menghentikan mobil pas dekat sungai yang mengalir deras .
"Ikattt dia . . " perintah Tante Sienta kepada 3 Pria itu
" Tante tolong lepaskannn aku. . " kataku
mereka langsung menyumpal mulutku pakai kain
" sekarang juga aku akan mengirimkan mu ke neraka ,kau akan dimakan buaya dan tidak akan ada yang menolongmu
kau tidak akan bertemu Juna lagi .
Ha. . . ha. . . ha " tante Sienta dan juga ke 3 anak buahnya tertawa terbahak-bahak
"Ya Allah aku akan mati sia-sia disini
ya Allah bantulah aku dari orang-orang jahat ini . . selamatkan aku ya Allah.
kalau aku tiada siapa yang akan menjaga anakku dan juga ibuku " Aku terus saja berdoa dan menangis.
Belum sempat mereka melemparkanku kedalam sungai . tiba-tiba ada bunyi sirine mobil polisi.
Wiuw. . . wiew . . .wiew. . .wiew . .
" Sialan siapa yang memanggil polisi , ayo cabut dari sini " kata Tante sienta mereka langsung berlari dengan cepat masuk dan melajukan mobil mereka.
Kulihat ada Erika yang datang.
dia datang sendirian .
dia menolongku dan membuka ikatan tali dan kain yang tersumpal dimulutku.
aku langsung memeluknya dan menangis sejadi-jadinya.
" Sudah hapus air matamu , ayo buruan naik .aku takut nanti mereka akan datang kembali " kata Erika
Aku dan Erika langsung meninggal tempat itu .Erika melajukan mobilnya dengan sangat balap.
" Mbak tadi bukannya ada polisi dibelakang kita ????" tanyaku
"Tidak ada polisi disini . . . memang aku sengaja mengikutimu dari tadi , karena kamu pergi meninggalkan kantor terburu-buru tanpa memberi tahuku terlebih dulu.
dan benar saja . . ternyata mobil yang membawamu berjalan ke arah hutan dan feelingku tidak enak. untungnya mobilku ini punya sirine
jadi kubunyikan saja supaya mereka ketakutan." kata Erika
aku kembali memeluknya " Terimakasih mbakkk
kalau mbak tidak ada mungkin aku sudah mati huhuhu. . . huhuhuh. . huhuhuh " aku menangis memeluknya
"Kita akan melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib.
dan aku sudah mengumpulkan semua bukti. karena aku sempat mengambil beberapa foto dan video di lokasi kejadian tadi "ucap Erika
" Jangan mbak. . tidak usah ... lagian kan aku tidak apa-apa" kataku.
" tidak bisa begitu dong Ra !!!!!
ini sudah tindakan kriminal pembunuhan dan mengancam nyawa seseorang. kalau seandainya aku tadi tidak menolongmu bagaimana ????
__ADS_1
dan ini juga efek jera buat mereka ,kalau tidak dilapor nanti mereka akan kembali Melakukan ha yang sama "ucap Erika
Erika memang berkata benar . Dan akhirnya aku dan Erika langsung pergi ke kantor polisi .