
Rachel dan Bryan baru saja keluar dari pintu Theater 1, mereka masih cekikikan bersama setelah menonton film komedi besutan dari Stephen Chow di bioskop mall itu.
Dari bioskop itu, mereka berdua melanjutkan ke Restoran Korea. Mereka memesan beberapa menu masakan khas dari negeri gingseng seperti Kimchi Sujebi, Japchae, seporsi bulgogi, kimbab dan Patbingsoo yang sejenis Es Serut Korea sebagai hidangan penutup.
"Yakin bisa menghabiskan semuanya?" Ujar Rachel, menatap makanan yang tersaji di hadapan nya.
"Tenang aja kak, aku kan masih dalam pertumbuhan." Jawab Bryan terkekeh. "Mumpung makan gratis." Lanjutnya kemudian melahap makanannya tanpa banyak bicara.
"Mau tumbuh bagaimana lagi, tinggi mu saja sudah seperti tiang begitu!!" Ejek Rachel. "Makannya pelan-pelan saja, gak bakalan lari kok."
Rachel menggeleng-geleng kepala melihat cara makan adiknya. Seketika dia teringat dengan Mahavir, suaminya yang selalu lahap setiap makan. "Apa memang cowok makannya selalu seperti ini ya...?? Jadi kangen pengen lihat Mahavir lagi makan.....
Ahhh...!! Pikir apa aku ini....!"
Rachel menepis lamunannya. Heran dengan keinginan hatinya, tapi seulas senyum hadir di wajah nya.
Setelah semua menu makanan di meja berhasil berpindah ke perut mereka, mereka berdua pun bangkit dari duduknya hendak meninggalkan resto itu. Tapi belum sempat beranjak dari tempatnya tiba-tiba seseorang menegur Rachel.
"Rachel??" Sapa seorang wanita cantik yang tampak seumuran dengan nya. "Rachel Sasmita Wijaya??" tanyanya lagi memperjelas.
Rachel berbalik, mengingat wajah wanita itu sejenak. "Diraya Sabila??" Tebak Rachel.
"Ternyata kamu masih ingat aku!" Wanita itu langsung memeluk erat tubuh Rachel, "Aku kangen sekali tahu...!!" Lanjut nya dengan mata berkaca-kaca.
Diraya Sabila, atau lebih akrab dipanggil Raya. Wanita cantik peranakan Arab dengan Rambut sebahu itu merupakan salah satu sahabat Rachel sejak duduk di bangku SMP hingga SMA. Sahabat terdekat nya yang punya sifat terbuka dan kadang ceplas-ceplos bila berbicara.
"Iya, Aku juga Kangen berat dengan kamu Raya." Rachel menepuk-nepuk punggung Raya.
"Kapan kamu datang dari London?"
"Baru Seminggu yang lalu."
"Sudah Makan?" tanya Raya ketika telah melepaskan pelukannya.
"Sudah, kamu?"
"Barusan juga sudah. Sedari tadi aku sudah memperhatikan kamu, cuma takut salah orang."
"Masa kamu lupa dengan wajah ku."
"Kita kan sudah 10 tahun tidak bertemu loh, Habisnya kamu tambah cantik sih." Puji Raya
"Kamu juga tambah cantik loh..., Kita cari tempat ngobrol yuk!" Ajak Rachel kemudian menarik Raya menuju sebuah cafe.
"Begini nih kalau cewek udah ketemu temannya...yang lain sudah dilupakan!!"
Gerutu Bryan mengikuti dari belakang.
"Dek, kamu yang antri pesanin minum yah!!" Pinta Rachel kepada Bryan.Bryan mengangguk dan langsung ikut dalam antrian. Sementara Rachel dan Raya mengambil posisi duduk ditempat yang masih kosong.
"Itu Adik kamu? Si Bryan lucu itu?" Tanya Raya dengan ekspresi kaget sekaligus takjub.
Rachel mengangguk "Iyya, dia Bryan."
"Gila, sudah besar yah? Cakep lagi. Tadi aku tidak memperhatikannya. Terakhir kali aku lihat dia masih kelas 3 SD kan?" Raya masih memandangi Bryan dengan berbinar-binar.
"Iyya, dia cepat tinggi nya. Badan nya saja yang terlihat besar, tapi isinya masih bocah." Ujar Rachel setengah terkekeh.
"Oh iyya, bagaimana kabarmu selama ini? Aku follow akun mu loh. Aku sempat liat rumor panas tentang mu bersama seorang pria. Awalnya aku kaget, tapi aku sudah yakin rumor itu cuma hoax. Untung suami mu cepat mengklarifikasi."
"Hehe.. Iyya." Jawab Rachel malu. "Kamu follow aku tapi kenapa tidak menyapa di akun ku?"
"Aku takut dan malu, nanti kamu sudah lupa sama aku. Sekarang kan kamu sudah jadi orang hebat." Jawab Raya tersenyum.
"Kamu tuh ya.....Tidak mungkinlah aku lupa sama kamu...!!"
"Rachel, Suamimu selain orang yang hebat ternyata tampan juga yah, aku jadi penasaran mau lihat aslinya." Goda Raya.
"Oh, iya sabtu ini Resepsi pernikahanku baru akan dilaksanakan. Kamu datang yah, panggil teman-teman yang lain."
"Sipp!!" Raya menaikkan jempol nya. "Duhh... Jadi penasaran dengan pria yang mampu menjinakkan seorang Rachel."
__ADS_1
"Husshh... Memangnya aku hewan liar apa!"
Rachel dan Raya kembali tertawa kecil.
"Ini kak minuman nya." Bryan datang membawa 3 cup Caramel Macchiato, dua cup ditaruh nya di atas meja dan yang satunya langsung di sruput nya, kemudian duduk di samping Rachel dan memainkan ponselnya.
"Terima kasih Bryan..." Ucap Raya. Bryan hanya tersenyum tipis.
"Kamu duduk disana saja!" Rachel mendorong bahu Bryan, dan menunjuk ke meja sebelah. Berharap Bryan berpindah tempat agar mereka berdua nyaman mengobrol sesama wanita, tapi Bryan tidak bergeming.
"Biarkan saja dia duduk disitu, supaya jadi moodbooster ku...heheh"
Rachel melirik ke arah Bryan yang telah asyik bermain game online, kemudian setengah berbisik ke Raya. "Dia itu suka menguping dan jadi mata-mata suamiku."
"Ohwwwpp...." Raya mengangguk kemudian mengatupkan bibirnya. Tapi kembali tertawa kecil.
"Kamu sendiri sudah menikah apa belum?"
"Haha... Aku masih jadi jomblo sejati" Ujar Raya tertawa lepas.
"Seriously???" Rachel tak percaya.
"Iyya, serius!! Kayaknya aku sama adik kamu saja boleh?" Ujar Raya kemudian melirik ke arah Bryan. "Bryan mau jadi pacar kakak tidak?"
Bryan tersenyum malu, tapi tetap melanjutkan bermain game.
"Aduh Bryan,, kenapa kamu telat lahir nya sih!!"
"Hush....Ada-ada saja kamu Ra! Jadi kesibukan mu sekarang apa?"
"Aku mengikuti jejak mamaku, jadi dokter gigi."
"Wah hebat dong." Puji Rachel
"Mmm... Rachel...."
"Yah...?"
"Maaf...."
"Justru aku yang minta maaf sama kamu Rachel, karena tidak bisa berada di sampingmu saat kamu dalam masalah, aku merasa menjadi sahabat yang buruk."
"It's okay." Rachel tersenyum tipis.
Bryan mendengar arah pembicaraan Raya yang sudah mulai menyinggung kejadian yang bisa membuat kakaknya kembali terguncang. Diam-diam Bryan menatap Raya dingin, seakan memberi kode agar tidak membahas lebih dalam lagi.
"Tapi....." Ucapan Raya tertahan, dia melirik ke arah Bryan yang menatapnya dengan dingin, kemudian melanjutkan pertanyaan nya. "Kamu tahu kan kejadian yang sebenarnya?"
"Maksudmu Ra?"
"Aku dengar teman-teman membicarakan kalau Dirman berusaha melecehkanmu. Itu tidak betul kan?" Ucap Raya setengah berbisik.
"Sudahlah Ra, aku sudah tidak mau membahas nya." Raut muka Rachel mulai berubah.
Tatapan Bryan semakin mengintimidasi, tapi Raya tak gentar.
"Maaf Rachel, cuma sampai sekarang aku tidak bisa percaya kalau Dirman bisa berbuat seperti itu. Bagaimana kalau kita salah paham, bagaimana kalau ternyata dia itu dijebak seseorang, atau mungkin justru dialah orang yang telah menyelamatkan mu. Tidak adil bagi Dirman bila kita menghakimi nya secara sepihak seperti ini."
Rachel terdiam sejenak lalu menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
"Ra, Dari dulu aku benci dan tidak menyukainya, dari dulu aku bersikap dingin padanya, kamu ingat insiden waktu di tengah lapangan? Aku meminta supaya dia dikeluarkan dari sekolah, mungkin karena itu dia mau membalas semua perlakuan ku padanya. Memang dia yang kulihat saat itu, bukan orang lain Ra! Setelah itu dia menghilang ditelan bumi. Kalau bukan dia pelakunya kenapa dia harus kabur?" Emosi Rachel mulai tak terbendung, sekujur tubuhnya terlihat bergetar.
Raya terlihat panik, apalagi saat Bryan menatap nya dengan tajam. Wanita itu kemudian bangkit dari duduknya, berdiri dan merangkul pundak Rachel, mencoba menenangkannya. "Ok, Ok, stop, don't angry okey?? kita bahas yang lain saja."
Bryan hanya terdiam, menyimak pembicaraan kedua wanita itu. Dia tahu kebenarannya. Ingin rasanya dia berbicara yang sejujurnya, tapi takut malah akan membuat kesalahpahaman yang lebih besar.
Setelah melihat Rachel mulai tenang Raya mengeluarkan ponselnya dan membuka akun sosial media nya, mencoba mengalihkan suasana hati Rachel. "Oh, iyya Rachel, kamu masih ingat dengan Sezha dan Reta kan?"
"Tentu saja, dimana mereka sekarang?"
"Nih, Sheza telah menikah dan punya baby. Dia ikut suaminya menetap di Singapura. Lihat deh baby girl nya, lucu kan?" Raya memperlihatkan foto-foto Sheza dan anaknya dengan antusias.
__ADS_1
"Kangen deh sama Sheza." Ucap Rachel memandang foto sahabat nya. "Kalau Reta?"
"Kalau Reta sekarang melanjutkan bisnis berlian mama nya, sebulan yang lalu dia juga telah bertunangan dengan anak pejabat."
"Oh ya?"
"Tapi Reta sekarang orang nya agak gimana gitu."
"Maksudnya?"
"Dia bergaul dengan kalangan sosialita, jadi aku sudah tidak terlalu akrab dengan nya. Kalau kamu ketemu kamu bisa menilainya sendiri."
"Masa sih Reta begitu?"
"Iyya!! Eh kita foto ya. Aku mau pasang di status ku, biar pamer ke Sheza." Rachel dan Raya kemudian mengambil beberapa foto selfie di Cafe itu.
Pukul 21.30, Setelah saling bertukar nomor ponsel, Akhirnya Rachel mengakhiri perjumpaan nya dengan Raya.
Porsche putih yang Rachel kendarai kini telah keluar dari kawasan mall, melaju membelah jalan yang padat akan kendaraan berlalu lalang di malam hari.
Bryan tak henti-hentinya mengawasi kakaknya yang menyetir. Pandangan Rachel terlihat fokus ke depan tetapi jelas terlihat ada sesuatu yang dipikirkan nya.
"Kak, berhenti sebentar didepan." Pinta Bryan.
"Mau apa?"
"Berhenti saja dulu." Perintah Bryan.
Rachel pun menepi dan berhenti di bahu jalan. Bryan turun dan memutari mobil, lalu membuka pintu di bagian kemudi.
"Aku saja yang menyetir kak."
"Loh, bukan nya kamu bilang belum diperbolehkan sama daddy?"
"Aku bakal lebih kena omel kalau membiarkan kakak menyetir sambil melamun begitu."
Dengan malas Rachel turun dan mereka bertukaran. Mobil itupun kembali melaju dengan Bryan yang menjadi pengemudinya.
"Kak"
"Hmm?"
"Kakak lagi mikirin kata-kata teman kakak tadi?"
"Yang mana?"
"Soal kak Dirman?"
"Jangan membahas nya."
"Kak, kakak sebaiknya cari tahu, mungkin saja memang betul kalau ternyata justru dia yang telah menyelamatkan kakak waktu itu." Bujuk Bryan.
"Tahu apa kamu."
"Sebenarnya apa yang membuat kakak begitu membenci nya?
"Kamu tidak akan mengerti."
"Makanya aku bertanya kak."
"Aku lelah, jangan membahas nya lagi!!" Ujar Rachel kemudian menutup matanya.
"Kalau begini terus mau sampai kapan kak??
Kalau kakak tidak pernah mau mencari tahu kebenarannya, maka kak Mahavir juga tidak akan pernah punya kesempatan." Batin Bryan.
* * *
~Terima Kasih sudah membaca 🙏 jangan lupa like, vote dan komen yaa 🤗🤗 Supaya Author juga semangat nulisnya... 🥰🥰
* * *
__ADS_1