Rindu Tiada Akhir

Rindu Tiada Akhir
12 Tahun Uang Lalu Part 5- Sakit Hati dan Ego


__ADS_3

Jumat sore, Hari sekeluarga berkunjung kerumah eyang berencana menginap sampai Minggu. Asti dan Dimas sudah diajak, Hari tidak tahu apa mereka akan datang atau tidak. Sesampainya di Cisarua, Hari menikmati rumah masa kecilnya sambil memperhatikan Sani, Raihan dan Ridho yang bercengkrama dengan ibu. Hana sedang membantu mbak Yum membereskan makan malam.


"kenapa murung Har?" tanya ibu, aahh dari dulu ibu selalu tahu apa yang dirasakannya.


"ga apa-apa Bu" jawab Hari


"Sani, Raihan, Ridho yuk kita cari jagung bakar sama mbak Yum" ajak Hana yang disambut gembira oleh ketiganya.


"kamu ga ikut Har?" tanya ibu


"engga mau nemenin ibu saja" mereka mulai mengobrol, dari mulai kerjaan Hari kegiatan anak-anaknya, rindunya ibu ke Salwa, tiba-tiba,


"ibu tuh ga ngerti sama Asti, dia tiap bulan suka pinjam keibu memang tidak banyak 1juta kebawah, padahal dia kan punya gaji suaminya juga Alhamdulillah, ada apa ya Har? ibu khawatir"


"hhhh,,, Hari juga kepikiran itu Bu"


"kamu tahu? coba ceritakan?". Lalu Hari menjelaskan semuanya, terlihat ibu menyimak, sekali-kali ibu mendesah.


"kalau ibu masih sehat, Salwa aja yang disini temenin ibu, tapi kondisi ibu gini kasihan Salwa"


"ga apa-apa Bu Salwa sama Hari aja kan ada Sani, ada temannya, Hana juga tidak keberatan"


"memang antara kamu Hana, Asti Dimas, jauh berbeda. Hana dan kamu masih ada kehangatan, sedang Asti dan Dimas sama-sama lelah keliatannya, padahal anak baru 1" Hari tersenyum mendengar ibunya


"ya seperti kata ibu berumah tangga itu tidak mudah, kemudahan dan kelancaran ini tidak lain karena pertolongan Nya Bu" jawab Hari


"iya benar, padahal dulu waktu kecil, Asti itu piawai banget ngurus kamu Har, bapak sama ibu kan ngajar ya" kenang ibu


"iya Hari juga masih ingat selalu sembunyi di belakang Asti kalau berantem"


"ya kadang nasib seseorang tidak kita tahu ya" melihat ibunya termenung, Hari mendekat dan memijit bahu ibu "sudah Bu tidak usah dipikirkan" hibur Hari.

__ADS_1


"sebenarnya, Dimas kesini sendirian Har" ucap ibu tiba-tiba


"kapan Bu?" Hari kaget mendengarnya


"sepulang dari kamu, dia nginap sini"


"apa yang Dimas bicarakan"


"ya sama Har, ibu sempat marah mendengar pengakuan dia selingkuh, Dimas juga sempat minta maaf ke ibu. Ingin rasanya ibu mengusir Dimas, tapi ibu juga ingin tahu tentang Asti, jadi ya ibu menahan diri" Hari tak menyangka kalau Dimas akan seserius ini


"lalu gimana Bu?" tanya Hari penasaran


"ya ibu ikhlas kalau mereka bercerai Har. Sepertinya Salwa memang harus sama kamu, optimalkan aja biaya yang dikasih dari Dimas, Asti sudah tidak ada harapan, hutangnya terlalu banyak. Bagaimana dia bisa fokus ke Salwa kalau dirinya banyak masalah" Hari mengangguk, "ibu tidak apa-apa?!"


Ibu berkata dengan suara parau menahan tangis, "sakit rasanya anak perempuan ibu akan dicerai, masalah mereka itu udah jadi benang kusut. Dimas menyalahkan Asti yang sibuk sama karir dan terjebak dengan hutangnya sekarang. Sedang Asti menyalahkan Dimas karena selingkuh dan ga tanggung jawab" Hari mengusap punggung ibunya "kalau sudah seperti itu anak pun tidak dilihat Har, hanya sakit hati mereka dan ego mereka saja yang dilihat" Hari mengambilkan ibunya teh hangat, "diminum Bu, maaf Hari dan Asti datang ke ibu kalau ada masalah saja"


"ya beginilah jadi orang tua Har, harus lebih siap, lebih tegar dan lebih sabar, doakan ibu saja kuat dan sehat" dinginnya cuaca di Cisarua terhangatkan oleh nasihat ibu pada Hari. Ibunya dari dulu sosok yang kuat dan tegar, semenjak Bapak meninggal, tak pernah sedikitpun ibu mengeluh. Dengan segala upaya ibu, beliau bisa menggantikan sosok Bapak yang telah tiada. Tak lama Hana dan anak-anak datang, karena sudah larut mereka langsung beristirahat


...*******...


"Asti,, ga ajak Salwa kesini" ibunya mengawali


"Ya Bu, ada yang mau Asti obrolin" melihat ibunya dan Hari menyimak, Asti melanjutkan


"Asti ke sini mau minta tolong sama ibu dan Hari. Posisi Asti ini kepepet banget. Asti dimutasi Bu lagi proses dari Pemprov ke Pemkot"


"oohhh mulai kapan?"


"secepatnya, cuma ada yang harus dibereskan ke kantor, harus ada uang masuk 40juta"


"buat apa Asti? jadi kamu mau pinjam ke ibu?" tanya ibu

__ADS_1


"urgent Bu, perlu banget, itu uang kantor kepake sama Asti dan lusa ini mau dipake uangnya sama kantor" kata Asti sambil memohon.


"Asti, gimana kamu tuh pinjam uang mendadak gini, kasihan ibu, uang apa itu 40juta, memangnya habis buat apa?"


"ya Har namanya juga lagi urgent dan butuh, ya Asti juga bingung harus minta tolong siapa"


"Sudah,, sudah kalian tuh sudah jadi orang tua malah berantem, Asti dengerin ibu baik-baik ya. Asti banyak yang mau ibu sama Hari obrolin, satu-satu ya. Apa Dimas kesini?" tanya ibu pelan


"oh engga, Asti kesini sendirian, mas Dimas lagi jalan-jalan sama Salwa Bu, quality time"


"Asti beberapa hari kemarin Dimas datang keibu, juga ke Hari"


"ada apa Bu?" Asti terlihat kaget


"Dimas mau menceraikan kamu" jawab Hari datar


"apppaaaa?! ga mungkin mas Dimas menceraikan aku, gimana dengan Salwa? Hari kamu itu jangan ngawur"


"benar kata Hari, Dimas juga bilang hal sama keibu"


Asti terlihat begitu kesal, lalu berkata "dasar tidak bertanggungjawab" sambil mencengkram gelas minumnya "Bu dia selingkuh, dia cuma merhatiin Salwa aja, Asti dibiarin saja, sekarang aja mas Dimas mendiamkan Asti" lanjut Asti sambil terisak.


"Har coba kamu yang jelaskan" kata ibu


"Gini, mas Dimas datang ke ibu dan ke Bogor. Alasan mas Dimas bercerai karena kamu menggunakan datanya untuk buat kartu kredit dan meminjam ke bank dengan menggadaikan gaji kamu tanpa sepengetahuannya" Asti langsung menatap Hari tak percaya


"Dia cari tahu sendiri Asti. Awalnya aku belain kamu sama Salwa, kalau alasannya wanita lain memang engga setuju. Tapi ini sudah menyangkut hukum, kalau tidak bisa bercerai, mas Dimas mau bawa semua ini ke hukum"


"dan menikahi perempuan itu kan Har?!" suara Asti meninggi


"Ga tahu, yang pasti mas Dimas sudah mengajukan resign ke tempat kerjanya dan pulang kampung ke Semarang"

__ADS_1


"appaaa? lalu Salwa?"


"maaf Asti mas Dimas menitipkan Salwa padaku" ucap Hari


__ADS_2