
SAAT INI
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif cobalah beberapa saat lagi
Hhhhh,,, Salwa menghembuskan nafas panjang.
"gimana de? mau ke RS sekarang?" tanya Taqi
"hmmm om nya masih di IGD a"
"jadi mau ikut ke tempat wedding aja?"
"iya ga apa-apa ikut dulu aja kesana sambil mantau, tapi kalau ada apa-apa Ade ke RS ya? ga usah diantar pake ojol aja a"
"iya maaf ya AA paling nyusul Ade aja ya"
Sani menelepon
"Sal, dimana? udah tahu ayah di IGD?"
"iya San tadi ateu Hana kasih tahu, kamu dimana?"
"aku dijalan ke RS, Raihan besok paling sampe Bogor, Ridho katanya lagi dirumah siapin keperluan ayah"
"Mada sama siapa San?" Mada anak Sani dan Aldo
"Sama Aldo dirumah kebetulan libur dia, Sal sama Taqi sehat? sibuk wedding ya"
"Alhamdulillah sehat, iya ini lagi dijalan ke hotel"
"siap lancar ya acaranya Miss you Salwa, udah lama kita ga ketemu"
"iya San Miss you too"
Taqi mengusap kepala Salwa, "sabar ya, pasti nanti ibu bisa dihubungi, nanti kalau ke RS jangan lupa sebelum berangkatnya makan lagi ya de"
"Iya a makasih" jawab Salwa sambil tersenyum
Selama perjalanan Salwa melihat ke jalan, pikirannya penuh dengan om Hari, teringat dulu saat kedatangan om Hari di Bandung
...*******...
12 TAHUN SEBELUMNYA
__ADS_1
Salwa melangkah lunglai menuju rumahnya. Jarak dari SMP ke rumah tidak terlalu jauh cukup 20 menit dengan angkot. Hari ini cuaca dari siang panas, menegak minuman dingin dari kulkas sudah terbayang sejak tadi pulang sekolah.
Sampai dirumah, seperti biasa tidak ada orang. Ibu kerja sebagai PNS dan bapak kerja di Jakarta, pulang setiap weekend. Kunci rumah biasanya disimpan dibawah pot. Segera Salwa masuk dan minum air dingin dari kulkas, lalu mengecek makanan dibawah tudung saji. Salwa pun ke kamar dan merebahkan diri hari ini lelah sekali, lalu terlelap dalam tidurnya.
Tok, tok, tok, terdengar ketukan dipintu, Salwa terbangun dan mengecek jam sudah jam 5 sore. Salwa membuka pintu "om Hari"
"Salwa udah pulang sekolah, ibu udah pulang?"
"belum, masuk om duduk dulu Salwa siapin minum dulu, apa om mau makan? ini masih ada ayam dan mie goreng masakan ibu"
"minum saja Salwa om mau menelepon ateu Hana sama ibumu dulu" Jawab om Hari sambil duduk, Salwa langsung kebelakang menyiapkan kopi.
"assalamualaikum mah? ayah udah sampe dirumah Asti,,,,, Asti tidak ada dirumah cuma ada Salwa,,,, Sani sudah pulang sekolah mah?,,, kalau Raihan dan Ridho lagi apa?,,, baik ayah pulang setelah memastikan semuanya ya,,, waalaikum salam"
"halo assalamualaikum Asti kamu dimana? Saya dirumah kamu,,,, kenapa jam segini belum pulang,,,, liat Salwa sendirian di rumah,,,, sekarang ditunggu secepatnya dirumah,,, saya datang karena dari kemarin menghubungi kamu susah sekali,,,"
"silahkan diminum om?" ucap Salwa sambil menghidangkan minuman dan cemilan di ruang tamu.
"wuaaah kopi makasih, pas sekali, om penat sekali d jalan" kata om Hari sambil menyeruput kopinya
"ibu biasanya pulang jam berapa?" tanya om
"jam 4 juga biasanya sudah pulang"
"kalau bapak Sal?"
"gimana dirumah Sal, apa ada orang yang datang beberapa hari ini?"
"emmmh,,, ada om cuma Salwa ga tahu dari mana, datangnya bareng bapak hari Senin Minggu lalu, sepertinya bapak tidak kerja" jawab Salwa
"Salwa kan dekat sama Sani, kalau Salwa sekolah bareng Sani di Bogor gimana? Kasian Sani ga ada temen dirumah Raihan dan Ridho kan jauh umurnya"
"Salwa pindah om?"
"Iyaaa,,, kalau kamu mau"
"lalu ibu gimana? bapa gimana?"
Om Hari tersenyum, "udah makan Sal?"
"belum"
"ayo kita makan bareng, sambil menunggu ibu pulang"
__ADS_1
"baik om"
Mereka berdua ke meja makan, sambil makan om Hari bercerita kegiatan sekolah Sani, Salwa hanya mendengar dan merasa bingung apa yang kenapa omnya terus menceritakan Sani, Ridho dan Raihan dengan kegiatan sekolahnya, kebetulan mereka bertiga satu sekolah. Mendengarkan om Hari, Salwa jadi kangen Sani, kalau lebaran kumpul di Cisarua Bogor rumah eyang dan liburan sekolah Salwa suka ke Bogor mereka pasti langsung main. Salwa tidak punya teman dirumah karena dia anak tunggal, sedangkan Sani punya adik dua laki-laki semua.
Tiba-tiba,
"Salwa,,, Salwa,,,!!!!" teriak ibu sambil lari ke meja makan dan memeluk Salwa
"Hari harus sekarang?" tanya ibu terlihat cemas
"Hhhhh,, sudah kamu minum dulu aja kita bisa bicara baik-baik"
"apa karena gugatan itu jadi kamu langsung kesini?"
"ya sekaligus melihat kondisi kamu dan Salwa"
"Kamu pasti udah dihasut sama Dimas! Dia itu beraninya pake jalan seperti ini, kamu juga kenapa ga berpihak sama aku?!"
"sudah cukup Asti! kita bicara diruang tamu, kasihan Salwa"
ibu pun melepas pelukannya, "ibu ada apa?" tanya Salwa sambil memegang tangan ibunya.
"Salwa bisa tolong ibu beresin meja makan, dan bawakan ibu minum, ibu haus sekali"
"baik Bu"
"Salwa tunggu dikamar ya, kalau ada PR kerjakan saja sekarang ya"
Salwa melirik om Hari, "kamu dikamar aja ya Sal" sambil tersenyum menenangkan
...*******...
SAAT INI, DI MOBIL TAQI
Aaahh senyuman itu, selalu saja berhasil menenangkanku, bertahun-tahun tinggal dengan Om, aku tahu pasti dibalik senyuman itu, om menyuruhku kuat, siap, sabar dan tegar menghadapi apa pun. Dan mengingat om sakit, rasanya separuh diriku yang berusaha menjalani semua ini terasa begitu letih. Tanpa diminta om selalu menjadi pegangan dan panutanku. Terkadang aku masih mencari Bapak, aku benar-benar merindukan sosoknya. Tapi keberadaan om Hari mampu menggantikan sosok bapak bagiku. Tak terasa air mata Salwa mengalir, Taqi langsung memarkir mobilnya ditepi jalan dan memeluk Salwa, istrinya itu memang berbadan mungil.
"De,,, sudah sudah,,, AA juga sedih sekarang,,, kalau AA jadi Ade belum tentu AA kuat,,, kita doakan om Hari sehat kembali,,, jangan terlalu memikirkan ibu,,, fokus dulu saja sama om ya de" Taqi mengecup kepalanya "I'll be there for you de, kita lanjut ya jalannya, nih minum dulu"
Salwa pun minum dan tersenyum, malu rasanya berkali-kali menangis di mobil AA, dari mulai tipe city car sampe sekarang mini bus, ucap Salwa dalam hati sambil tersenyum.
"gitu dong senyum de, pelukan AA mujarab ya?" goda Taqi
"hehehe,, Ade cengeng ya a, semua tipe mobil yang AA punya udah Ade tangisin didalamnya"
__ADS_1
"hahahaha,,, ya ga apa-apa, asal bukan AA aja yang bikin kamu nangis"
"makasih ya a" kata Salwa, dan dibalas dengan senyuman Taqi.