
Hari Sabtu Taqi memastikan Edi dan Afi untuk acara wedding hari ini. Akadnya sudah kemarin Jumat sore, sekarang tinggal resepsinya. Taqi minta pertolongan adiknya Tansi, kebetulan adiknya juga senang di event organizer. Afi dan Edi sempat protes, tapi begitu Taqi bilang mau mengantar Salwa ke Bandung, Afi langsung semangat dan mendukung, Edi ikut saja.
Di rumah Taqi sedang siap-siap,
"jadi berangkat?" tanya mama
"iya mah, Taqi ke Bandung ya mah"
"berangkat jam berapa?"
"nunggu dijemput Aldo"
"Assalamualaikum" terdengar suara Aldo
"waalaikum salam" kata Taqi sambil membuka pintu
"mah ini Aldo datang"
"Aldo Tante kangen, maaf ya pas nikahan ga datang"
"ga apa-apa Tante kan anak Tante yang jadi panitianya"
"Sani selamat ya" kata mama sambil memeluk Sani
"sama-sama Tan"
"mah kenalin ini Salwa" kata Taqi sambil memegang bahu Salwa "Salwa ini sepupunya Sani, dulu ketemu pas lamaran Sani"
"iyaa saya mama Taqi Salwa"
"Taqi ke Bandung mau ketemu ibunya Salwa mah anterin hantaran. Berangkat ya mah, maaf buru-buru soalnya udah siang" Taqi pamit
"Assalamualaikum" kata mereka semua
"waalaikum salam, hati-hati dijalan ya"
"Qi kamu yang nyetir ya sampe rest area nanti gantian, capek nih baru datang tadi malam" kata Aldo
"ga apa-apa aku yang nyetir aja sampe Bandung, nanti pulang gantian" Taqi masuk ke tempat duduk sopir.
"Sal, didepan gih, aku kan ga mau diganggu sama Aldo" kata Sani
"Ka Aldo ga didepan?" tanya Salwa
"engga Sal, temenin Taqi ya, aku mau tidur ngantuk" kata Aldo, Salwa pun duduk didepan.
Melihat Aldo tidur, Sani pun ikut tidur "aku juga tidur ya kemaren capek begadang bikin design"
"ka Taqi ga begadang kan?" tanya Salwa
"enggalah, makanya yang ngerjain design Sani hehe" mereka pun memulai perjalanan ke Bandung.
...*******...
Salwa baru beres menelepon ibu
"ibu di rumah?" tanya Taqi
"iya ada"
"aku jarang ke Bandung nanti tolong tunjukkan jalannya ya"
"siap, kalau klien yang Sani cerita ketemu dimana?"
"hehehe, kliennya ya ibu kamu"
"maksudnya"
"aaahh itu cerita Sani aja, biar diizinin ke Bandung sama om Hari"
"dasar, ada-ada aja"
"dari SMP tinggal di Bogor, kalau liburan pasti ke sini ya?" tanya Taqi
__ADS_1
"ya kalau om mau anter ka, jarang sih kalau liburan biasanya lebaran aja, dulu ketemu ibu di Cisarua rumah eyang lanjut deh pulang ke Bandung. Cuma pas eyang ga ada waktu itu Salwa kelas 2 SMA, Salwa mulai dibolehin pakai travel sama om"
"memang ibu ga pernah ke Bogor?" tanya Taqi
"pernah kalau ada acara keluarga aja ka"
Taqi dan Salwa pun mengobrol sepanjang jalan. Sani dan Aldo baru bangun di daerah Cianjur.
Sesampainya di rumah Salwa, Ibu langsung memeluk Salwa dan Sani erat. Terlihat jelas kerinduan ibu pada Salwa. Mereka langsung makan masakan yang udah disiapin ibu.
"Wa, Sani sama Aldo ada perlu dulu, nanti Salwa sama Taqi kita jemput"
"iya boleh, Taqi mau disini? nemenin Salwa sama Tante?" tanya ibu
"boleh Bu" jawab Taqi
Setelah Sani dan Aldo pamit, ibu mengajak Taqi keliling rumah, Salwa sedang mencuci piring
"disini ibu sendirian jadi sepi sekali, ini kamar Salwa, sejak Salwa pindah ke Bogor, ga ada yang ibu ubah"
Taqi memperhatikan kamar Salwa, ada foto keluarga didinding kamar, "ini bapak Bu?" tanya Taqi
"iya, sekarang bapak ada di Mojokerto" terlihat sorot mata ibu yang sendu
Taqi keluar dari kamar dan memperhatikan foto yang terpajang diruang tamu. Foto Salwa kecil dan wisuda, foto ibu dan Salwa, tidak ada foto bapak, gumam Taqi dalam hati, sisanya hiasan dinding.
"Taqi dulu kuliah dimana?" tanya Ibu
"Di UK Jakarta, sekampus sama Sani dan Aldo"
"ooohh, Salwa dulu keterima di Sekolah Teknik Bandung, ibu senang sekali" kenang ibu "tapi akhirnya memilih Institut Ekonomi di Bogor, mungkin karena beasiswa disana" Ibu menceritakan Salwa waktu kecil, Taqi hanya mendengarkan, tak lama Salwa menghampiri mereka
"ibu sama ka Taqi lagi ngobrol apa nih?"
"ibu nostalgia sudah lama sekali kamu ga bawa teman" kata ibu
"ibu mau Salwa pindah ke Bandung?"
"oh iya Sal, ini ibu mau ada yang dibeli obat herbal, Taqi suka kopi? di dekat sana ada toko kopi recommended banget, nanti ibu belikan ya"
"Bu biar Salwa aja yang beli"
"Taqi antar"
Setelah mencatat belanjaan ibu, Salwa mengeluarkan motor,
"biar saya yang nyetir Sal" kata Taqi
"oke"
"Bu berangkat ya assalamualaikum"
Mereka pun berangkat, sepanjang jalan Salwa mengenalkan jalan-jalan Bandung. Hanya perlu waktu 30 menit ke toko herbal, mereka membeli pesanan ibu lalu memesan kopi di toko yang ibu ceritakan.
"Sal, nonton yuk" ajak Taqi
"bentar nelfon ibu dulu ya"
Sambil menunggu Salwa menelepon, Taqi mencari cari film yang recommended untuk ditonton
"gimana?"
"hayu ibu juga ga ada dirumah katanya ada perlu baru sore nanti sampe rumah"
"oke, nih pilih filmnya! suka yang mana?"
"gimana kalau ini?"
"wuah selera kita sama, ayo"
"kita ke jalan Braga aja ka biar dekat" usul Salwa
"oke"
__ADS_1
...*******...
2 jam lamanya mereka nonton, Taqi mengajak Salwa makan.
"Sal oleh-oleh Bandung apa ya?"
"buat mama?"
"iyaa"
"nanti sebelum masuk tol Pasteur banyak oleh-oleh disana ka Taqi bisa milih"
Mereka mengobrol sambil menikmati makanan, Salwa memainkan hpnya
"ka liat Sani sama ka Aldo ke Lembang mereka, ihhh ga ajak"
"mau ke sana?"
"ya mana sempet ka hehe"
"nanti kita ke sana berdua aja"
"ahh nanti om Hari marah"
"ini sekarang lagi berdua"
"iya tapi kan ga sengaja"
"kalau udah nikah mau? om Hari pasti ga akan marah" kata Taqi
"ya kalau ka Taqi udah nikah nanti ada yang marahin"
"ya sama kamu nikahnya masa orang lain"
"maksudnya ka?"
Taqi hanya tersenyum
"beneran belum terpikir nikah Sal?" tanya Taqi
"belum ada jodohnya"
"kalau ada yang mau?"
"ya asal om Hari, ateu Hana dan ibu setuju oke"
"tadi Taqi masuk kamar kamu lho"
"oh ya, diajak ibu?" tanya Salwa
"iya dan ga sengaja liat foto keluarga"
"iya ibu ga ganti kamar Salwa, semenjak pindah ke Bogor, padahal foto-foto diruang tamu udah pada di ganti"
"mau kapan-kapan ke Mojokerto?" tanya Taqi, Salwa terlihat kaget
"Salwa belum pernah ke sana" tiba-tiba Salwa teringat no Hp bapak yang belum sempat Salwa hubungi lagi
"kalau kamu nikah rencananya mau dimana?" tanya Taqi
"antara Bogor atau engga Bandung"
"Bogor aja biar Taqi yang urus nikahannya"
"ka Taqi dari tadi ngobrolin nikah Mulu"
"karena sudah waktunya buat Taqi"
"ayoo semangat ka, Salwa bantuin deh kalau ka Taqi nikah" ucap Salwa
"bantuin jadi pengantinnya ya?" jawab Taqi yang disambut dengan muka herannya Salwa
"hahahaha becanda Sal, tapi kalau serius jangan ditolak ya hehehe"
__ADS_1