
Ibu dan Salwa jalan-jalan ke CAR FREE DAY DAGO sambil sarapan disana. Tak banyak yang mereka lakukan hanya foto-foto saja. Salwa sangat menikmati moment bersama ibunya itu, walau banyak hal yang terjadi di antara mereka, tapi Salwa tetap merindukannya. Sesekali mereka mengobrol tentang operasional rumah ibu, ya semenjak Salwa bekerja semuanya ditanggung Salwa.
"ehhh ada yang aerobik, yuk de ikutan" ajak ibu
"engga ah Bu, Salwa mau duduk aja ya disini"
Sambil duduk, Salwa memperhatikan ibunya yang asyik aerobik. Akhirnya Salwa mencoba menghubungi bapak via chat
"Assalamualaikum bapak, ini Salwa, bapak sehat?"
Bapak langsung menelepon Salwa
"De, ini Salwa de? Ya Allah adeeee" terdengar suara bapak yang terisak
"iya pa, bapak sehat?"
"De maafin bapak, hp bapak ilang semua no ga ada, om Hari juga ilang no nya yang bapak tahu no ibu"
"iya pa ga apa-apa, Ade juga baru tahu no bapak dari ibu" Salwa juga berusaha menahan air matanya
"oohhh iya, ini no Ade?"
"iya pak"
"Ade sehat?"
"sehat, pa udah dulu ya ini kebetulan Ade lagi sama ibu"
"oh iya nanti bapa hubungi lagi ya de, maafin bapa, sehat-sehat disana ya"
"iya pa assalamualaikum"
"waalaikum salam"
Salwa buru-buru menutup HP-nya,
"telepon dari Taqi ya?" Salwa hanya tersenyum
"udah kangen dia, nanti Taqi kesini jemput?" tanya ibu
"engga Bu kebetulan ada wedding"
"oohh iya ya, kalau gitu ayo kita pulang sekarang biar ga buru-buru nanti kamu pas ke bogornya" Salwa hanya menurut
"eehh iya kita beliin kopi kesukaan Taqi ya"
"iya Bu"
"terus terus Taqi sukanya apa?"
"emmmh, ga tahu Bu"
"kok ga tahu, kamu itu harus tahu kesukaan suamimu"
"kan belum bu"
"iyaa tapi kan tetap harus kenal, duh kasih apalagi ya buat Taqi" kata ibu sambil bingung
"kan mau kasih kopi Bu"
"ya masa kopi aja, mamanya sehat?"
"sehat Bu"
"punya penyakit ga?"
"ga tahu Bu, kok nanyanya gitu"
"mau dikasih herbal sama ibu" Salwa geleng-geleng "ga usah Bu"
"eehh tetap harus ngasih ke camer, ibu beliin madu ya de buat mama Taqi"
__ADS_1
"iya Bu"
"kamu tuh iya iya aja" kata ibunya sambil memakai helm. Salwa hanya tertawa sambil mendengarkan celotehan ibunya.
Ya Bu mana Ade tahu orang ketemu Taqi bisa dihitung jari, ketemu mamanya juga cuma selewat aja, malah baru dikenalin ke keluarganya Minggu depan.
"oh iya Bu Minggu depan Ade diundang ke aqiqahnya ponakan Taqi sekalian ketemu sama mamanya"
"apa? kok baru bilang?"
"baru inget"
"ayo kita ke pasar baru"
"buat apa Bu?
"belanjalah"
"engga ah banyak orang belanja disana"
"terus kalau kamu di bogor ibu ga bisa dandanin"
"ga usah kan ada Sani" Salwa melihat raut kecewa dari wajah ibu lewat spion
"iya iya kita belanja dulu tapi ke kapatihan aja ya Bu" melihat senyum dari wajah ibunya, Salwa pun tersenyum senang.
Seharian ini Salwa mengikuti ibunya, yang semangat sekali, ga bisa membayangkan kalau nanti pas acara nikahnya gimana. Sambil belanja ibu terus aja memberikan nasihat, sampai Salwa merindukan headsetnya yang dia tinggal dirumah.
...*******...
Intimidasi ibu berakhir sudah, mereka baru sampe rumah jam 2 siang, tadi makan baso dijalan, Salwa butuh yang segar karena penat sekali mengikuti ibunya. Travel ke Bogor jam 3, Salwa cepat-cepat mandi, ibu membereskan barang-barangnya. Dimotor ke pool travel Salwa mengebut, ibunya sampai baca-baca doa karena takut. Padahal tiap hari ibunya yang bawa motor tapi kalau dibonceng masih saja takut.
Sesampainya dipool travel, Salwa berpamitan dengan ibu dan buru-buru naik setelah barangnya masuk bagasi.
Kriiing,,,, kriiing,,,, Taqi menelepon
"halo assalamualaikum ka"
"maaf tadi jalan sama ibu, cari oleh-oleh buat kakak dan keluarga"
"ohh ga usah ngerepotin Sal"
"ibu yang pengen ka"
"oke sekarang dimana?"
"ini ditravel"
"oh iya hati-hati, assalamualaikum"
"waalaikum salam"
Salwa melihat banyak chat dari bapak, akhirnya Salwa menelepon bapak
"De, kemana aja?"
"maaf pak tadi lagi jalan sama ibu, ini lagi ditravel ke Bogor"
"iya besok kerja?"
"iya pa"
"ade auditor ya dimana?"
Salwa menceritakan pekerjaannya, mengabari Sani yang sudah menikah,
"Pa ade rencana mau ke Semarang"
"oh Alhamdulillah iya nak bapak kangen ingin ketemu, nanti bapak wa ya alamatnya"
"baik pa, udah dulu ya pa kebetulan Ade lagi dijalan"
__ADS_1
"iya hati-hati, nanti kalau udah di Bogor, bapak mau ngobrol sama om Hari dan ateu Hana ya"
"iya pa assalamualaikum"
"waalaikum salam"
Hari ini lelah sekali, Salwa terlelap selama perjalanan menuju Bogor.
...*******...
Isya Salwa sampai di pool travel Bogor, Taqi sudah menunggunya.
"ka udah lama disini? maaf Salwa tadi tidur"
"iya ga apa-apa, kamu pasti capek, mau langsung pulang?"
"lapar sih ka"
"ayo kita cari makan yang dekat aja ya" Salwa mengangguk dan mengikuti Taqi ke mobilnya.
"capek banget ya Sal?"
"iya ibu ngajak belanja, ibu semangat banget dengar cerita kakak, lebih semangat malah daripada aku hahaha"
"hahaha, ya asal jadi aja sama anaknya" goda Taqi, Salwa hanya menggeleng
"ka tadi aku udah telfon bapak, tapi belum cerita tentang Kaka"
"oh gitu gimana bapak sehat?"
"Alhamdulillah, bapak udah menikah lagi ka, pas aku SMA, mungkin juga udah punya anak" Taqi mendengarkan
"Kaka tahu ga bapak menikah sama siapa?"
"sama wanita lah"
"ya iyalah masa sama sejenis hehehe"
"sama siapa emang? Salwa kenal?"
"engga, tapi kata ibu bapak menikah sama selingkuhannya ka, makanya ibu ga kasih no om Hari ke bapak pas bapak nanyain lagi karena hpnya ilang. Akhirnya komunikasi aku terputus sama bapak"
"oh gitu, ibu yang bilang Sal?"
"iya,,, terus ibu juga punya permintaan"
"apa?"
"ya kalau nanti Salwa minta izin menikah ke bapak, ga boleh ngundang ibu tiri katanya hehehehe"
"hehehehe"
"kok ka Taqi ketawa sih?"
"habis kamunya juga ketawa, jadi lucu ya ceritanya"
"iyaa duh bingung Salwa ke Semarang aja belum, nanti ngobrolnya gimana"
"udah gampang diatur orang WOnya juga Taqi"
"ohh iya iya"
"eh bentar Sal, berarti kamu Nerima?"
"Nerima apaan?"
"lamaran Taqi lah"
"ooohhh haha" muka Salwa langsung memerah karena malu, buru-buru ia membuang mukanya ke jendela. Taqi tersenyum melihatnya.
Aduuuh kok aku bisa keceplosan dan cerita semuanya, mungkin karena capek, hadeeuuuh aku ga fokus. Gumam Salwa
__ADS_1
Alhamdulillah sepertinya lancar, mudah-mudahan ada kabar dari bapak dan segera ke Semarang, Salwa manis sekali kalau mukanya merah hahahaha. Kata Taqi dalam hati sambil senyum-senyum.