Rindu Tiada Akhir

Rindu Tiada Akhir
The Moments


__ADS_3

SAAT INI DI HOTEL TEMPAT WEDDING


Taqi sedang mengecek semua persiapan wedding sambil mengobrol dengan keluarga yang punya hajat. Edi sedang membuat video dan foto. Salwa mengecek souvenir, dekorasi, katering, memastikan tamu VIP dan menemani Afi yang sedang membereskan peralatan MUA nya. Salwa menyukai hal detail makanya dia menikmati pengecekan yang kecil-kecil biasanya luput dari pengawasan Taqi.


Afi memperhatikan Salwa yang sesekali menelepon atau mengecek Hpnya.


"ada apa teh?"


"oooh ini nelepon ibu tapi belum aktif aja" jawab Salwa sambil kembali ke Hpnya. Afi langsung memeluk Salwa.


"ihhh kenapa sih" tanya Salwa


"habis teteh, bahas ibu aku suka sedih inget cerita ortu teteh"


"dih ceritanya juga udah lama kan pas teteh nikah"


"iyaaa makanya aku sedih, lagian teteh cerita mendadak banget pas dirias sama aku"


"haha kamu tuh terus harus cerita kapan?"


"ya harusnya beberapa hari sebelum nikah, biar afi nyiapin mental" Salwa hanya menggelengkan kepala mendengar celotehan Afi.


Afi dan Edi kru WO yang tahu tentang perceraian orang tua Salwa. Masih ingat saat Salwa menikah, Afi meriasnya sambil menangis "teteh kalau aku jadi teteh,,, aku ga sanggup"


Begitupun saat akad, melihat bapak duduk dihadapannya dan ibu dibelakangnya, Salwa tak kuasa menahan air mata. Tapi Afi menangis lebih parah lagi, sampai ditegur Edi


"heh kamu tuh ya kayak patah hati aja, nanti orang-orang mikirnya kamu mantan Taqi tahu"


"iiih bang Edi mah ga berperasaan, bang Ed bayangin teteh Salwa, lama ga ketemu bapanya, sekalinya ketemu pas kayak gini hu....hu..."


"udah ihh malu-maluin sana sembunyi kek di ruang tata rias"


"tapi aku pengen lihat"


"ya udah jangan nangis gitu"


"tapi aku sedihh aku ga sanggup hu...hu..."


Mengingat kejadian itu, Afi dan Salwa tertawa bersama.


"udah udah kerja gih, nanti a Taqi marah lho" kata Salwa


"iiihh tetehku ini ya ketularan galaknya sama Abah" kata Afi


."Hai ladies foto ya" kata Edi, langsung disambut dengan gaya oleh mereka.Taqi melihat Salwa sedang bercanda dengan Afi dan Edi membuatnya senang. Tak lama keluarga pengantin sudah tiba dihotel. Acara pun dimulai.


Saat akad, moment nostalgia bagi Salwa. Hampir tiap weekend dia mendengar khutbah nikah, Salwa selalu merefleksikannya ke pernikahan dia. 2 tahun bersama Taqi, sangat luar biasa, Salwa berterima kasih dan benar-benar bersyukur karena dipertemukan dengan Taqi yang mau menerima, lebih tepatnya memeluk dirinya dengan segala yang terjadi. Salwa tahu betul luka dihatinya tidak bisa dia gantungkan ke orang lain, tapi bersama Taqi, Salwa melihat sudut pandang lain tentang luka itu. Bagaimana dia bisa tidak berusaha agar lebih baik dan bangkit, sedang Taqi disisinya selalu meyakinkan dirinya tidak sendiri seperti dulu.


...*******...


2 TAHUN SEBELUMNYA


Taqi melirik jam dan mengecek tanggal, harusnya hari ini Sani masuk, tadi dia udah pastikan ke Aldo, kenapa belum datang ya.


"cieee pengantin baru" terdengar ejekan dari depan, Ini pasti Sani, Saaan kamu tuh kenapa baru sekarang aku pengen ketemu kamu ya. Gumam Taqi sambil menunggu kedatangan Sani di ruang kerjanya.


"Saaaann,,," panggil Taqi, Sani mengernyitkan dahi, tumben banget biasanya juga cuek jutek gitu, apalagi masalah design luar biasa pelitnya


"San, dari tadi aku manggil kamu kok ga nyamperin sih"


"ga liat apa? kan lagi bagiin oleh-oleh. kenapa? ga sabar ya pengen oleh-oleh? atau kangen sama aku?" canda Sani


"iiihh bukan, ada yang pengen diomongin nih penting"


"iyaa tahu, ini designnya mau segera diberesin"


"bukan kerjaan, tapi masa depan aku" jawab Taqi


"eeehh sorry ya masa depan aku udah punya Aldo"


"udah tahu itu juga, dengerin aku bentar"


"apa sih" kata Sani sambil duduk di mejanya, Taqi buru-buru menarik kursi ke meja Sani.


"emmmh, hehehe, minta no hp Salwa"


"hahhh?! kemaren kan kalian sering bareng ngurusin nikahan masa kamu ga minta?!"


"engga"


"ga nanya?"


"engga"


"Salwa juga ga minta no kamu?"


"engga"


"gila ya kalian emang jodoh hahahaha"

__ADS_1


"seriusan San, minta dong, aku udah nungguin kamu kok seminggu ini"


"buat apa no Salwa?"


"mau ngirim foto selfie kita"


"kirimin aja ke no aku nanti dikirim ke Salwa"


"aiiisshhh jangan becanda,, kalau kayak gitu kan udah dari kemarin aku kirim ke kamu,,, tapi aku perlu ngobrol sama Salwa, perlu ngechat gtu deh"


"cieee mau pdkt nih,,, ahh janganlah nanti ditinggal lagi Salwanya"


"ga akan Sani, masa aku harus minta ke om Hari"


"hahahaha ya bagus itu perjuangan"


"ayo dong San, kan aku udah bantuin nikahan kamu"


"sorry aku bayar ya"


"tapi kan diskon"


"ya sama aja hahahaha"


"San please" ucap Taqi dengan wajah memelas


"iya iya dikasih nih, tapi tujuan kamu apa? kalau cuma pdkt ga usah"


"engga aku ingin dijodohin sama kamu"


"haaahhh?!"


"tolong jodohin aku sama Salwa"


"aneh aja, aku ga mau jodohin Salwa sama yang iseng ya"


"aku ga akan iseng, pengen serius"


"buktiin"


"oke aku bakal ke rumah kamu nemuin om Hari"


"kapan?"


"pulang kerja"


"oke sekalian anterin aku pulang ya hehe"


...*******...


Sepulang kerja, Taqi dan Sani menuju rumah Sani. Salwa belum pulang, Taqi mengobrol dengan om Hari dan ateu Hana, sesekali melihat pintu.


"nunggu Salwa ya" tebak ateu Hana


"eeeh iya Tante, memang biasanya pulang jam berapa?"


"magrib sih seringnya, Tante udah chat Salwa kok ada tamu hehe, makan malam disini ya, Tante siapin dulu"


"baik Tante makasih"


"nak Taqi ini temen Aldo?" tanya om Hari


"iya om, seangkatan pas kuliah"


"ohhh pantesan Deket ya sama Sani, ada lowongan engga di tempat kerja Taqi buat Aldo"


"belum ada sih om"


"om pengen Aldo sama Sani itu ga usah LDR, om kurang setuju, tapi Sani ga mau ikut ke Jakarta panas katanya udah cukup kuliah aja di Jakarta. Aldo masih cari-cari lowongan di Bogor"


"oooh begitu, baik om nanti Taqi cari tahu"


"ada perlu sama Salwa?"


"oh iya om, ini mau ngasih ucapan terima kasih karena udah banyak direpotin sama WO Taqi pas acara nikahan Sani"


"oooh iya Salwa itu emang gitu, padahal om ga minta" om Hari dan Taqi ngobrol kesana kemari.


"Assalamualaikum" Salwa datang


"waalaikum salam, masuk Sal" ucap om "ini ada Taqi nih"


"Hai Sal, baru pulang ya"


"iyaa, bentar ya om, ka, Salwa ke belakang dulu"


"ohh iya iya, nanti ke depan ya Sal" kata om


Salwa cepat-cepat minum dan cuci muka, "ciee yang kedatangan tamu" ejek Sani

__ADS_1


"siapa?"


"itu Taqi"


"iyaa, duh pengen mandi, tapi harus ke depan"


"iya dong kan tamunya menunggu"


"siapa sih San, pulang honey moon otaknya aneh"


"hahaha, dasar duo ga ngeh, itu Taqi pengen nemuin kamu, sana sana, nanti yang ribet aku lagi" kata Sani sambil mendorong Salwa.


Salwa duduk depan Taqi, om Hari langsung merasakan kecanggungan, untuk memecahkannya tiba-tiba om punya ide


"aahhh Sal, udah lama ya kamu ga ke Bandung" kata om


"iya,,,"


"gimana kalau weekend ini ke Bandung, sambil anterin hantaran buat ibu, kemarin ga sempat om kasih"


"boleh om, sama Ridho?"


"Ridho kuliah Yah kan lagi tugas akhir dia" ucap Sani sambil duduk diruang tamu


"sama kamu dan ka Aldo gimana?" tanya Salwa ke Sani


"oohhh ga bisa kan masih pengantin baru yah" Sani mengedipkan mata ke Taqi


"ohh iya mau sama Taqi Sal?" tanya Taqi


"Taqi gak sibuk?" tanya om


"engga"


"kebetulan ada klien ya di Bandung" kata Sani


"jadi sekalian ketemu klien"


"boleh, tapi cuma berdua ya" dahi om Hari mengkerut


"ya udah Sani sama Aldo nebeng gimana?"


"boleh, emang kamu mau kemana? katanya mau honey moon?" ejek om


"ya honey moon di Bandung dong Yah, aku sama Aldo yang bawa mobil, kita drop Taqi sama Salwa di rumah wa Asti gimana?"


"emang kamu ga akan ketemu wa Asti" tanya ayah


"ya ketemu bentar, tapi kan aku mau pacaran sama Aldo ya aku jalan aja yah"


"kan kamu lama pacaran sama dia"


"kan beda sebelum sama setelah nikah hehehe"


"ya terserahlah yang penting jangan berduaan ya Taqi sama Salwa, ayah suka darting liatnya, dulu juga liat kamu sama Aldo darting Mulu"


"hahahaha" mereka tertawa bersama.


Ateu Hana mengajak semuanya makan malam. Setelah makan malam Taqi pamit pulang, Salwa mengantarnya ke mobil sekalian mengambil sesuatu dari Taqi.


"ini Sal makasih ya udah bantuin kita" kata Taqi


"sama-sama, apa ini ka?"


"itu bingkai foto" kata Taqi


"ohhh makasih"


"punya foto selfie kita ga?" tanya Taqi


"engga"


"mau?"


"boleh"


"minta no hp" kata Taqi


"ga usah biar aku misscall Kaka"


"kamu punya no aku?"


"iya kan dari kartu nama WO Kaka"


"kenapa ga hubungi Taqi?"


"lupa hehe"


"ya udah aku udah save dan kirim fotonya. Sabtu aku jemput ya" kata Taqi

__ADS_1


"baik makasih ya ka"


__ADS_2