Rindu Tiada Akhir

Rindu Tiada Akhir
2 Tahun Lalu Part 3 - Yang Terjalin Kembali


__ADS_3

Sudah beberapa Minggu yang lalu dari Taqi dan Salwa bertemu dan dinner bareng. Dikantor Taqi mengajak Sani makan siang.


"San, aku mau melamar Salwa"


"Apa?! Serius Qi?"


"serius, gimana nih caranya? apa harus ke om Hari atau gimana?"


"Salwa udah tahu?"


"belum, rencananya Salwa mau aku kenalin dulu ke keluarga, Minggu depan aqiqah Firman anaknya Tami"


"Oh iya Tami udah lahiran ya, selamat ya, kalau Tante udah setuju?" tanya Sani


"mama setuju aja, asal bisa sejalan sama Taqi, tapi mama mau ketemu dan ngobrol dulu sama Salwa. nah Salwa kan masih belum tahu maksud Taqi, gimana baiknya apa langsung bilang atau ke om Hari"


"duh gila ya kan keadaan Salwa itu ga biasa Qi, bapaknya dimana, ibunya dimana"


"iya makanya bantuin aku, berarti kan pintunya di om Hari"


"ya udah nanti pulang kerja ke rumahku ya ngobrol sama ayah, aku juga bingung, Salwa masih lembur soalnya, jadi kamu bisa leluasa ngobrol ke ayah" Taqi senang mendengarnya


"sejak kapan yakin sama Salwa?" tanya Sani penasaran


"sejak kamu bilang istikharah hehe"


"ada mimpi atau apa gitu?"


"engga tapi semakin hari, Taqi semakin yakin, ya gimana ya San, dari awal memang Taqi tertarik sama Salwa, tapi keyakinan buat menikah malah muncul pas udah kenal sama dia. apa dia pernah ngomongin aku?"


"iya dia sempat nanya ka Taqi suka ya sama aku hahaha"


"terus terus"


"ya aku bilang aja iya suka, Taqi lagi cari jodoh tuh"


"apppa?! kapan nanya gitu?"


"pas pulang dari Bandung. emang ada kejadian apa sampe Salwa kepikiran kamu suka. kamu caper ya?"


"aahhh ga penting, terus Salwa gimana?"


"ya aku tanya, suka ga Salwa sama kamu?"


"terus terus"


"ya dia cuma senyum hahahaha"


"kurang ajar kamu San bikin penasaran aja"


"hahahaha"


...*******...


Dirumah Sani, selesai sholat Maghrib Taqi memberitahu om Hari dan ateu Hana maksud kedatangannya,


"kebetulan Salwa juga tinggal disini, jadi Taqi minta arahannya aja"


"apa Salwa tahu?" tanya ateu Hana


"belum, cuma sempat Taqi tanya, kata Salwa sih selama om dan ateu setuju juga ibunya setuju Salwa mau saja"


"ateu senang sekali mendengarnya, sama Taqi juga udah kenal lama ya, memang dekatnya baru kemarin pas Sani nikah, ya ateu mendukung ya yah?!" sambil melirik om Hari


"iya, om juga bersyukur, karena Salwa itu tertutup ya mah, apa Taqi tahu masalah ortu Salwa" Taqi mengangguk dan menjelaskan apa yang dia tahu


"ohh Salwa yang cerita sendiri ya, dia itu jarang sekali terbuka yang om perhatikan"

__ADS_1


"iya om"


"hmmm, gini Taqi kan kalau sama ibu Salwa udah ketemu ya kemarin ke Bandung, tinggal sama bapaknya"


"iya om saya dengar di Semarang ya?"


"iya memang kalau Salwa itu komunikasi sama bapaknya udah putus, om juga belum tahu no bapaknya apa mungkin ganti, cuma dengar kabar dari ibu Salwa, bapaknya sudah berkeluarga lagi disana katanya udah punya anak juga, sebaiknya via telepon dulu saja, terutama minta kesediaan untuk jadi wali nikah. Makanya usul dari om gimana kalau sudah yakin ya langsung menikah saja ga perlu ada lamaran, karena kalau ada dua proses takutnya memberatkan pihak yang jauh yaitu bapak"


"iya ya om, tapi gimana ya Salwanya"


"kalau itu yah, gimana kita aja yang ngomong" usul ateu Hana


"boleh mah sekalian ngobrol tentang mas Dimas" kata om Hari, lalu melihat ke arah Taqi


"gini Taqi biar ateu sama om yang ngobrol sama Salwa, kalau Salwanya mau nanti Taqi ke rumah yah, sekalian kita ngobrol selanjutnya gimana"


"baik om, ateu makasih, sekalian mohon izin juga mau kenalin Salwa ke keluarga Minggu depan pas Aqiqah Firman"


"oh iya Tami lahiran anak kedua ya, aduh maaf belum nengok" kata ateu Hana


"iya ga apa-apa teu, makasih ya ateu om saya pamit pulang dulu"


"lho ga makan malam disini?"


"engga ateu kebetulan ada perlu" waduh kalau nanti ketemu Salwa aku bisa deg-degan.


Taqi pamit pulang dan masuk ke mobil, wuaah ternyata aku udah melangkah sejauh ini, Salwa aduuuh kamu ya bikin aku ga karuan Mulu. Pokoknya awas aja kalau kamu ga mau.


"ka Taqi" ucap Salwa sambil melambaikan tangan kejendela mobil


"astaghfirullah Salwa bikin kaget aja" waduh dia udah pulang harus buru-buru pamit nih


"hai Sal baru pulang?!"


"iya biasa ka, masuk dulu yuk"


"baru aja keluar hehe"


"lumayan hehe"


"ada perlu apa ka?"


"anterin Sani hehe, Taqi pulang ya keburu malam"


"oh iya hati-hati ya ka" kata Salwa sambil melambaikan tangan. Apa ka Aldo ga akan marah Sani diantar pulang ka Taqi. Ah sudahlah aku ga mau mikirin.


...*******...


Saat makan malam, Salwa makan sendiri karena yang lain sudah makan. Om Hari sedang membaca di ruang tamu, ateu Hana nonton tv sambil sesekali menelepon Ridho, Sani sedang dikamar VC dengan Aldo. Karena semuanya sibuk masing-masing Salwa pun membuka laporan auditnya.


"Sal masih kerja" kata om


"oh iya om cuma ngecek laporan aja"


"sini Sal" Salwa bergegas menuju ruang tamu


Awalnya om Hari menanyakan kerjaan Salwa yang begitu sibuk sekarang, ateu Hana dan Sani pun bergabung di ruang tamu.


"berapa usiamu Sal"


"27 om"


"Sani aja sudah menikah, Salwa punya rencana?" tanya om


"belum om"


"kamu sibuk kerja ya"

__ADS_1


"hehehe iya Om"


"cepetan nikah Sal, biar ga kesepian haha" kata Sani


"hush kamu tuh, gini Sal om sama ateu kedatangan seseorang yang berencana melamar kamu" mendengar itu Salwa terkejut


"siapa om?" apa ka Taqi, tapi tadi bilangnya anterin Sani


"seseorang om sama ateu udah kenal, cocok sama kamu" kata ateu Hana menambahkan. Salwa hanya mengangguk.


"gimana Sal, mau? atau Salwa mungkin sedang dekat sama yang lain?" tanya ateu Hana


"emmmh, orang mana teu?"


"Bogor"


"apa ibu ga apa-apa?"


"ya kalau Salwa mau, ateu sama om tinggal ngobrol sama ibu"


"berarti om sama ateu setuju" om dan ateu mengangguk


"tuh Sal tunggu apa lagi" ejek Sani


"kalau boleh tahu siapa orangnya? apa Salwa pernah ketemu"


Terlihat om dan ateu saling memandang


"Salwa juga kenal, dia Taqi" jawab ateu Hana


"apa? ka Taqi? ahhh yang betul teu? San betul?" Sani hanya mengangguk


"hhhh" Salwa menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"kenapa tiba-tiba ka Taqi pengen melamar Salwa?"


Sani menceritakan semua yang dia tahu, dan dia meyakinkan Salwa, kalau Taqi bisa menerima semua yang telah terjadi.


"nanti om sama ateu mau ngabarin ibu, kebetulan ibu udah ketemu Taqi, sekalian menanyakan no Hp bapa" kata om Hari sambil menjelaskan rencana om Hari kedepannya


"ga usah om ini Salwa udah punya no bapak"


"oh tahu darimana?" Salwa menceritakan semuanya.


"om apa bapak menikah lagi?" om Hari dan ateu Hana mengangguk


"untuk bapak mau sama om atau Salwa"


"ini no nya om, terserah om saja" Salwa sudah tidak bersemangat


"apa Salwa mau menerima Taqi?" tanya ateu Hana


Aahhh ka Taqi, ternyata gentle banget ya, aku ga tahu harus gimana, apa Kaka tahu semua tentangku, percayalah ka bukan hal yang menyenangkan menjalani kehidupanku sendiri, dan Kaka malah bersedia hadir menemaniku. Jangan ditanya perasaan aku gimana, yang aku takutkan, saat nanti Kaka benar-benar ada dalam hidupku, apa Kaka mau menerima diriku yang rapuh ini, kalau kaca mungkin aku sudah pecah.


"Gimana Sal?" tanya Sani dan ateu Hana


"dipikirin dulu ya" jawab Salwa


"kenapa?" tanya Sani


"entahlah San, aku ke kamar ya, om ateu ke kamar dulu ya"


Sani mengejar Salwa ke kamarnya. Setelah menikah Sani dan Aldo menempati kamar Raihan yang kosong karena tinggal di Jakarta.


"Sal, kamu ga suka sama Taqi? padahal kelihatannya kamu senang"


"Tentu saja senang San, tapi mengetahui bapak, dan harus ke Semarang, rasanya ga tahu San"

__ADS_1


"aku temenin"


"makasih San" Sani pun memeluk Salwa, seperti biasa hanya itu yang bisa Sani lakukan.


__ADS_2