
Tak..tak..tak..
Jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi, dengan tergesa dinde berjalan setengah berlari menuju jalan raya.
"hadeuh...gimana kalau sampai ketinggalan ini." dinde gusar, nafasnya sudah kembang kempis karna berjalan terburu-buru, " mana lagi ini abang ojol belum sampe juga."
Dinde berdiri di sisi jalan menunggu ojol yang dia pesan dr rumah tadi, untuk memudahkan dinda pesan dengan titik dipinggir jalan agar lebih cepat ditemukan.
bingung...tentu saja, kalau sampai tertinggal kawan-kawannya sudah pasti batal ikut acara pengajian bulanan yang adanya cuma di minggu ke dua, tepatnya hari ini.
Dinde adalah gadis yang biasa saja, bukan dari kalangan berada, tidak cantik macam anak kekinian yang glow alias standar saja wanita kalangan menengah yang tidak akrab dengan alat make up.
Kesehariannya hanya kerja dan kerja, sesekali pergi dengan teman-temannya, seperti hari ini, dia sudah janjian akan ikut pengajian bulanan yang biasanya teman-temannya hadiri, jadi hari ini dia tidak boleh terlambat karna kalau sampai tertinggal dia tidak bisa menyusul karna perdana baginya ikut acara ini.
"Bang anterin ke stasiun ya!" tanpa babibu lagi dinde naik ke atas motor yang tiba di depannya,dia yakin itu ojol pesanannya melihat sesuai dengan info aplikasi.
"Eeeh...mba Dinde kan ya." Pria yang ada si atas motor reflek bertanya karna kaget.
"waduh ini cewe ga sabaran banget." si abang ojol bergumam dalam hati.
"Iya betul..., maaf ya saya buru-buru, dah telat soalnya ini." Dinde nyengir tidak enak hati sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi dia benar-benar harus cepat.
__ADS_1
"ini abang ojol anak gaul kaya nya ya, jaketnya aja macem anak motor apa anak band metal ya ini...heehee." dinda terkikik geli sendiri dengan pemikirannya, sedikit heran dan lumayan ngeri melihat penampilan abang ojol kali ini, lain dari yang lain.
"Mukanya ketutup masker sama helm, jaket sama celana jeans sobek, gambar di jaketnya juga nyeremin, ckk... moga aja ojol beneran ini bukan ojol gadungan."
" iya mba tapi ini helmnya jangan lupa, soalnya kalau sampe ga di pakai nanti saya bisa kena tilang ."memberikan Dinde helm yang biasa penumpang pakai," sama itu, maaf mba gamisnya hati-hati masuk jari-jari ban." si abang menengok sambil menunjuk bagian roda belakang.
" iya bang makasi, saya maafin juga walaupun belum lebaran...hehe" Dinde menanggapi dengan bercanda, mencoba menetralkan perasaannya yang kacau, takut tertinggal kawan dan takut juga kalau-kalau si abang ojol nyentrik ini orang jahat, tak lupa Dinde memakai helmnya.
"ah kamu dinde su'udzon aja jadi orang." dinde menasehati diri sendiri.
"Cepet ya bang saya dah ditungguin kawan ini soalnya." Ucap dinda lagi saat motor mulai melaju.
...****************...
"Mba memangnya mau ada acara apa ya, tadi keliatannya sampe terburu-buru begitu." tetiba si abang ojol buka suara, coba mengisi perjalanan dengan obrolan, sambil menunggu lampu merah yang durasinya lumayan lama.
"hmm...mau ikut pengajian bang, janjian sama kawan distasiun, makannya takut ditinggal soalnya dah kesiangan ini." Dinde menyahut ragu diawal, mau menanggapi jujur atau sekedarnya.
Perjalanan berlanjut dengan obrolan yang coba dibangun abang ojol dan hanya di jawab sekenanya oleh Dinde, mungkin si abang mencoba ramah biar dapat bintang lima, begitulah pemikiran Dinde.
"Berhenti di depan aja ya bang, itu yang di belakang angkot." Dinde mengintruksi setelah tiba pada tujuan.
__ADS_1
" 13 ribu kan ya bang sesuai aplikasi," Dinde memberikan uang 15 ribu setelah turun dari motor tidak lupa dengan senyum ramah khas Dinde, "ini makasi ya bang ga usah kembali."
"Terimakasih mba, semoga ga terlambat ya mba ke acaranya, jangan lupa kasih bintang limanya ya mba." Ucap si abang ojol, tampak tersenyum terlihat dari matanya yg menyipit.
"Aah..iya bang sama-sama, hati-hati di jalan ya bang." Dinde tersenyum lebih lebar, mencoba ramah, sangat bersyukur bisa sampai dengan selamat dan tidak terlambat seperti yang dia takutkan, karna di jalan tadi sudah chat dengan kawan-kawannya yang akan tetap menunggu sampai dia tiba.
"Gilaaa... senyumannya bikin diabetes, di suruh hati-hati lagi, serasa punya pacar ada yang perhatian..uhuyyy..." Laki-laki dengan penampilan nyentrik itu berdecak mengusap wajahnya, terkekeh sendiri memandangi punggung perempuan bergamis pengguna jasanya ojolnya tadi.
...****************...
Assalamualaikum...
terimakasih buat yang sudi mampir, baca dan mendukung karya amatirku ini.
Barisan kata-kata dalam ceritaku semoga kamu sekalian menyukainya. terus mengikutinya dan mendukungnya.
banyak kurangnya pasti. Koreksi, kritik dan saran dipersilahkan tentunya dengan cinta pada karyaku lewat komentar-komentar membangun ya...
like..like..👍
💕💕💕💕💕💕
__ADS_1