Rocker Bucin

Rocker Bucin
Jodoh pasti bertemu


__ADS_3

Dinde yang merasa di teror seorang yang bernama Rayden akhirnya meminta pendapat ninuk apa yang harus dia lakukan dengan orang ini.


akhirmya atas saran ninuk, Dinde mencoba membaca dan membalas pesan Rayden yang selama ini dia abaikan.


Di sana dia cuma minta maaf tidak bisa membalas pesan dan menjawab telepon dari Rayden, dan meminta Rayden untuk berhenti menghubunginya.


tuut...tuut...


Terdengar ada panggilan masuk di hpnya, Dinde segera melihatnya. Seketika wajah Dinde berubah melihat nama dari si penelpon. Dinde memang menyimpan nomor telepon Rayden untuk tau jika pria itu yang menghubunginya agar dia bisa mengenali dan mengabaikannya. Tapi tidak kali ini Dinde akan bicara pada pria itu untuk berhenti mengganggunya, sungguh dia merasa takut bila terus di teror seperti ini.


" Hallo..Assalamualaikum.." Dinde menjawab dengan salam.


" Waalaikumsalam salam, Alhamdulillah akhirnya kamu jawab telepon aku din." Rayden sungguh senang akhirnya bisa mendengar suara Dinde lagi, karna setiap dia mencoba menghubungi Dinde tidak pernah ditanggapi.


" Kamu apa kabar Din, lagi apa? " sungguh basa basi yang basi Rayden mencoba memulai pembicaraan.


Dinde menghembuskan nafasnya sebelum menjawab karna merasa takut sekaligus penasaran sesungguhnya.


" Alhamdulillah baik Mas. Hmm... maaf ya Mas saya kan sudah kirim pesan kalau Masnya ga usah hubungi saya lagi. seriusan saya ga mau ga kenal sama Mas, saya juga ga mau kenal sama mas, sekali lagi maaf ya mas." Dinde menjawab tidak enak hati sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi rasa takutnya lebih mendominasi.

__ADS_1


Mendengar lagi-lagi penolakan dari Dinde Rayden mengerang pelan sendirian frustasi rasanya, bingung bagaimana cara meyakinkan Dinde kalau dia bukan orang jahat yang modus.


" Tapi aku serius sama kamu Din, mau deket sama kamu, ayo kita ketemu biar kamu yakin." Rayden tak mau menyerah begitu saja.


" Maaf Mas punya tujuan apa memangnya kalau sudah kenal, terus mau apa kalau ketemuan." Dinde tak kalah bingung menghadapi orang Rayden.


" Ya kalau sudah kenal kan bisa jadi temen, terus kalau sudah temen deket kan kita bisa lebih lanjut, makannya ayo kita ketemu." Rayden melancarkan rayuannya, berharap Dinde mau bertemu dengannya.


Deg...


Deg..


Deg..


" Maaf Mas saya tidak punya teman laki-laki, apalagi harus lebih, mungkin yang Masnya maksud pacaran. Saya ga bisa kalau untuk itu."


Dinde menjawab panjang lebar, dia memang tidak bohong, selama ini dia menjaga pergaulan hanya sekitar lingkungan rumah, sekolah dan bekerja, kalaupun harus berhubungan dengan laki-laki hanya sekedar hubungan profesional, teman sekolah, rekan kerja atau tetanggaan tidak lebih.


" Ya sudah kalo begitu kamu bisa mulai dari aku kan, kita bisa kenalan aja dulu Din." lagi Rayden mencoba membujuk.

__ADS_1


" Mas sekali lagi saya tekan kan ya, saya tidak bisa dan maaf sekali ini terakhir kali saya jawab teleponnya mas, saya harap Masnya tidak tersinggung dengan saya dan menghormati keputusan saya." Dinde sudah putuskan tidak lagi berpanjang lebar.


Rayden sungguh kecewa mendengar keputusan Dinde yang tidak mau berhubungan dengannya. Tapi dia sadar kalau memaksakan tidak akan jadi baik.


" Baiklah Din, aku minta maaf ya sudah ganggu kamu, tapi plisss... jangan di blokir nomor aku ya. kamu ga jawab telepon atau ga bales pesen aku itu hak kamu, tapi ijinin aku tetap hubungin kamu Ok.!!" Rayden setengah memohon.


" Ok kalau begitu saya tidak akan blokir nomornya Mas, tapi jangan marah atau tersinggung ya kalau saya ga respon, karena saya sudah kasih tau di sini." Dinde akhirnya mengalah, " Dan saya terimakasih kalau masnya bisa ngerti. Assalamualaikum."


Dan pada akhirnya Dinde memutuskan panggilan begiru saja tanpa menunggu jawaban dari Rayden.


"Sumpah aku takut banget, tapi aku juga ga enak sebenernya.." Dinde meremat dadanya gelisah ada rasa takut tapi mendengar suara Raysen yang seperri memohon membuatnya ridak enak hati.


.


.


"Oaah... Dinde kalau jodoh pasti kita akan bertemu." Rayden menghela nafas berat, menghempaskan tubuhnya ke kasur, tetap terus berharap cintanya akan kesampaian.


...****************...

__ADS_1


💕💕💕


Terimakasih...😘


__ADS_2