Rocker Bucin

Rocker Bucin
kalau dia sudah punya suami gimana?


__ADS_3

" Gw kayanya jatuh cinta yon..."


Setelah lama berfikir akhirmya Rayden mencoba jujur dengan Dion, dia merasa butuh teman untuk bercerita masalah hatinya saat ini.


" Kayanya...? yang bener lo Ray, cinta ya cinta ga ya ga, jangan KAYANYA. Yang yakin jadi Laki ...haha." Dion menimpali ucapan Rayden dengan sedikit bercanda merasa aneh sekaligus lucu dengan teman sekaligus atasannya ini.


"Tuh kan males makannya gw ngomong sama lo, blom apa-apa udah ketawa duluan kan lo." Rayden melengos malas dengan reaksi Dion.


" Ok..ok..sorry Bro. Serius nih gw sekarang." Dion menegakkan duduknya condong menghadap Rayden, " Siapa orangnya yang bisa bikin seorang Rayden bisa sampe uring-uringan begini, hmm.. beneran penasaran gw."


" Gw juga ga kenal yon, gw baru ketemu sekali pas gantiin Bang Raka ngojek online. Kalau dilihat dari aplikasi sih namanya Dinde, gw juga sudah ngambil nomor hp nya dari aplikasinya Bang Raka." Berhenti sejenak, menarik nafas seakan cerita ini sangat berat, Raka mendengarkan dengan sabar, " Tapi pas gw telepon tadi dia ga percaya kalau gw mau ngajak dia kenalan, trus lo tau dia bilang apa??" Dion hanya terlihat menggeleng.


"mana gw tau, emang gw dukun." Demi kebaikannya, Dion hanya bisa menjawab dalam hati.


" Hheh...Dia bilang gw mau NIPU dia, gw mau NIPU...," Menjelaskan dengan emosi yang coba ditahan, " yang lebih parahnya lagi gw blom kasih penjelasan, teleponnya udah di matiin gitu aja sama dia, gw spichless lah pokoknya." Menggelengkan kepala tak habis fikir.

__ADS_1


Dion lagi-lagi hanya bisa mengangguk-anguk menimpali.


" Menurut lo yon, salah gw di mana sampe dia ga percaya gw serius mau kenalan sama dia."


Serius melihat Dion dengan tangan menopang dagu, sungguh ingin dapat pencerahan kali ini.


"Mmm..gini Ray, kalo menurut dari cerita lo tadi kayanya nih cewe agak beda dari temen-temen cewe kita kebanyakan, kayanya dia cewe baik-baik dah, makannya dia ga percaya gitu aja sama cowo yang kaya mau modus, ya macem lo tadi gitu." Dion memberi pendapatnya.


" Iya sih gw yakin kalau dia emang cewe baik-baik , tadi aja pas gw tanya mau kemana dia cerita mau ikut pengajian gitu, pakaiannya aja gamis yon." Rayden mengelus dagunya mengingat pertemuannya dengan Dinde.


" Gw juga ga nyangka yon, bisa suka sama cewe yang ga pernah gw bayangin kaya dia. Gw sudah coba buat ga mikirin tapi malah makin kefikiran, senyum sama suaranya tuh kebayang terus ga mau hilang." Mengacak rambutnya frustasi.


" Ya sudah terus sekarang mau lo gimana ? lo tau dia tinggal di mana?" Dion bertanya kemudian.


" Gw juga ga tau tapi yang jelas bagaimanapun caranya gw harus kejar dia sampe dapet." Rayden bertekad.

__ADS_1


" Nah gitu dong, gw dukung pokonya, harus berhasil. Masa seorang Rayden yang guanteng idaman ciwi-ciwi dari balita sampe ninik-ninik ga bisa dapetin cewe yang dia suka, malu lah." Dion menggoda, menaik-naikan alisnya dengan senyum menggoda.


" Ok... gw bakal hubungi dia terus, gw ga bakal nyerah walaupun dia bolang gw mau nipu dia lagi." Rayden bangkit dari duduknya, mengepalkan tangan tanda semangatnya yang berkobar,dia sudah bertekad dengan senyum terkembang.


" Tapi Ray lo yakin dia belum ada yang punya, kalau dia sudah punya suami gimana?" Tiba-tiba Dion bertanya dengan wajah tanpa dosa mendongakkannya kearah Rayden.


Bak api unggun yang baru menyala disiram air, Rayden kembali duduk perlahan, lemas.


...----------------...


💞💞💞


aku cuma berharap ada yang suka dengan cerita ini membacanya dengan bahagia.


Terimakasih 😘

__ADS_1


__ADS_2