
Dinde dan Wulan kini tengah berada di Kafe X. Mereka memilih duduk di salah satu sudut kafe yang pemandangannya bisa langsung mengarah ke tempat life musik kafe tersebut, Tapi Dinde sejak datang sibuk dengan handphon nya, untuk mengabari Ibunya kalau dia akan pulang terlambat, sehingga saat ini dia tampak tidak begitu perduli dengan keadaan sekitar.
" Din mau persen apa, di sini roti sama pisang bakarnya enak. Atau kalau kamu Laper nasi goreng nya juga mantep. Tadi kamu kan belum makan nasi pas buka puasa." Kebetulan hari ini, hari Kamis. Dinde yang sedang puasa tadi hanya beruka seadanya di tempat acara kajian tadi.
" Nasi goreng special, minum nya lemon hangat sama air mineral yang ga dingin." Dinde yang sedang sibuk dengan Handphon nya hanya menjawab tanpa mengalihkan pandangannya.
" Ok aku pesen dulu ya, sekalian cari saudara aku. " Wulan beranjak dari tempat duduknya.
" Makasih Lan." Dinde menganggukan kepalanya, kembali bersibuk dengan chat dari sang Ibu yang terus menanyakan banyak hal, serta wanti-wanti agar Dinde berhati-hati, karena malam hari ibunya jadi lebih khawatir.
Tanpa Dinde sadari sedari mereka masuk Kafe sampai saat ini ada seseorang yang terus mengamati dirinya. Ya dia adalah Rayden yang sedang perform saat ini. Dia sangat kaget melihat Dinde datang ke tempatnya, tapi juga begitu senang merasa memiliki kesempatan. Dia merasa Tuhan benar-benar membantunya untuk mendekati gadis pujaan nya kali ini.
" Baiklah saat ini saya akan menyanyikan lagu special untuk seseorang yang special." Riuh pengunjung Kafe seketika pecah mendengar ucapan Rayden.
mata Rayden tak pernah berpaling dari Dinde, tapi yang di pandang tidak peduli dia masih saja sibuk sendiri dengan gadgetnya.
" Dindaa ini untuk kamu." Hentakan suara Rayden disaat menyebut Dindaa, namun lembut mendayu di akhir kalimatnya, hal ini adalah caranya untuk merebut perhatian seorang gadis yang sejak tadi terus saja sibuk dengan hand phone nya. Dan itu berhasil.
Entah mengapa Dinde merasa suara yang menggema seantero Kafe di tujukkan untuknya. Reflek mengangkat wajahnya, mencari sumber suara. Dinde terpaku mata, nya bersitatap dengan Rayden dan laki-laki itu tersenyum begitu mereka berpandangan.
Deg...
Deg..
__ADS_1
Deg...
Entah mengapa jantung Dinde jadi berdebar tidak karuan. Dengan cepat Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia malu, pipinya menghangat, Entah lah dia tidak mengerti mengapa bisa seperti ini, ada perasaan asing yang baru hatinya rasakan, tapi dia tidak yakin perasaan macam apa itu.
Dimari atas stage terdengar suara khas Rayden dengan petikan gitar nya yang merdu.
🎼 Kau gadis ku yang cantik
🎶 Coba lihat aku di sini
🎶 Di sini ada aku yang cinta pada mu
🎶 Kau gadisku yang manis
🎶 Di sini ada aku yang sayang padamu
🎶 O..hoo..
🎶.....
🎶.....
(Puspa ST12)
__ADS_1
Rayden bernyanyi solo dengan gitar akustiknya sendiri kali ini. Rekan-rekannya menepi ke meja tempat mereka menunggu waktu tampil atau waktu mereka istirahat.
Rayden tampak aneh ketika tiba-tiba bilang akan menyanyi solo malam ini, karena biasanya dipinta saja Rayden jarang sekali mau tampil solo, dan ini dia inisiatif sendiri. Dan yang lebih mencengangkan lagi, lagu yang dibawakan nya itu bukan gaya nya. Lagu romantis, bayang kan seorang Rayden membawakan lagu romantis dengan penuh penjiwaan. Bibir nya terus saja melengkung ke atas sepanjang lagu, matanya tertuju pada satu titik Bila diamati pandangannya hanya tertuju pada seorang gadis yang sedang mengunyah nasi goreng yang kelihatannya sulit menelan nasi gorengnya dan berkali-kali terbatuk. Semua rekannya jelas memperhatikan itu, mereka faham sekarang siapa biang kerok yang membawa keajaiban malam ini, yang bisa membuat vocalis jutek mereka terlihat aneh saat ini, karena lagu romantisnya dan bibirnya yang terus tersenyum sumringah.
" Meta aku nyari kamu dari tadi loh, ternyata kamu di sini." Tiba-tiba saja Wulan mendatangi meta yang sedang mengamati Rayden dan gadis yang terus-terusan tersedak nasi goreng. " Mana flashdisk yang kamu janjiin, aku sampe bela-belain ke sini kan, malem banget gini lagi, sampe maksa temen aku tau buat anter ke sini." meta mencebik kesal karna terpaksa harus menemui meta untuk tugas kuliah mereka.
Meta dan Wulan saudara sepupu dan seumuran, mereka mengikuti kuliah online saat ini. karena mereka kuliah bersama jadilah mereka berbagi untuk tugas kuliah.
" Kamu sama siapa ke sini? sama cowo ya, hayoo aku bilangin ya sama paman kamu nakal sekarang." bukannya memberikan flashdisk yang Wulan minta, meta malah menggoda sepupunya itu.
" Mana ada cowo." lagi-lagi Wulan mencebik sebal. " Tuh sama temen aku yang di sana." Wulan menunjuk Dinde dengan dagunya.
"O...jadi si pembawa keajaiban malam ini temennya si Wulwul." Gumam meta dalam hati.
" Ya udah kamu balik aja sana ke meja kamu, Flashdisk nya ada di loker dalem, aku ambil dulu nanti aku anter kesana, sekalian mau kenalan sama temen kamu."
" Ok cepetan ya jangan pake lama."
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
haduh buat chart ini bener-bener ga mood, smoga aja ga aneh jadi nya.
terimakasih 😘
__ADS_1