Rocker Bucin

Rocker Bucin
Tamu special


__ADS_3

Hari ini adalah tanggal merah, Dinde libur dari kerjanya. Ibu devi yang hampir setiap hari menghubungi Dinde akhirnya menemukan waktu mengundang Dinde ke rumahnya tanpa gadis itu bisa menolak.


Dinde tiba di rumah Ibu Devi sekitar tengah hari, waktunya makan siang. tadinya Rayden berinisiatif menjemput, tetapi Dinde menolaknya, tentunya tawaran itu di lontarkan dengan perantara Ibunya.


" Assalamu'alaikum...permisi." Dinde yang baru tiba turun dari motornya berdiri di depan gerbang dan mengucapkan salam beberapa kali. Berharap si empunya Rumah segera menyambutnya di sana.


Sebenarnya Dinde bisa saja langsung masuk karena pintu gerbang tidak dikunci dan sedikit terbuka. Tapi tentu saja hal itu tidak sopan dan Dinde memilih tetap menunggu sampai nanti di persilahkan masuk, walupun panas sungguh menyengat.


Setelah beberapa saat menunggu sambil terus memberi salam akhirnya ibu Devi mendengar dan segera keluar.


" Waalaikumsalam...Ya Allah Eneng, maaf ya ibu tadi di dapur ga kedengaran. Sudah lama ya? Aduuh pasti panas, tadi mah langsung masuk aja atuh neng, jadi kejemur kan ya..maaf..maafpin ibu" Ibu Devi berbicara tanpa jeda sambil menarik Dinde masuk, Sungguh merasa bersalah.


" Iya Ibu, belum lama ko saya baru sampai." Dinde menahan Bu Devi yang menariknya masuk. " Maaf Bu Itu motor saya di parkir depan gerbang ga kenapa-napa? ga ganggu orang lewat? " Dinde melanjutkan dengan bertanya perihal parkir motornya, sebenarnya dia takut motornya akan di maling orang kalau tidak di masukan.


" Eh..iya.iya..neng masukin aja, Ibu sampe lupa, saking senengnya Ibu liat si Eneng sudah ada di sini." Ibu Devi membuka gerbang lebar agar Dinde bisa memarkirkan motornya di dalam.


" Ibu Ray ada tamu ? calon mantunya ya Bu?" Ibu Devi di sekitaran komplek lebih dikenal sebagai 'Ibu Ray', seperti kali ini Bu Endang tetangga sebelah yang kebetulan sedang ada di luar rumahnya penasaran kemudian bertanya, melihat ada wanita muda yang berkunjung di tetangganya itu .


komplek perumahan Rayden memang antar tetangga berbaur layaknya tinggal di kampung, jadi tidak heran cocote tetangga yang selalu perhatian alias selalu ingin tahu kerap kali terdengar, jika ada sesuatu yang baru mereka lihat dan membuat penasaran langsung kasak kusuk bergosip dan bisa saja kabar kabur cepat tersebar di sana padahal belum jelas kebenarannya.


Ibu Devi dan Dinde seketika menoleh ke arah orang yang bertanya. Dinde diam saja karena pertanyaan aneh itu untuk Bu Devi fikirnya. Sedangkan Bu Devi hanya tersenyum lantas pamit pada tetangganya, soalnya kalau dilayani bisa panjang kali lebar.


" Maaf ini Bu Endang, saya masuk dulu ya, kasian ini si Eneng nya sudah kepanasan soalnya dari tadi..mari saya permisi Bu."


kemudian segera mengajak Dinde masuk.


" Sini..sini neng ayo masuk. Anggap rumah sendiri ya, maaf loh rumah ibu cuma kaya begini." Setelah Dinde memarkirkan motornya Ibu Devi segera membawa Dinde masuk.


" Ayah...Ade...nih tamunya sudah datang, ayo geura katanya mau kenalan." Ibu segera memanggil suami dan anaknya untuk menyambut Dinde.

__ADS_1


Bapak Ramadhan dan Della adik Rayden tadi sedang berada di dapur membantu Ibu Devi menyiapkan makan siang special untuk menyambut tamu yang sangat dia dan keluarga nya nantikan, Tamu special Putra nya.


" Haii..." Della yang mendengar panggilan Ibunya langsung keluar dari tempatnya bersibuk sedari pagi tadi. " Aku Della Ka, salam kenal." Della menjabat tangan Dinde lalu memeluknya, seakan mereka sudah akrab saja.


Dinde yang diperlakuan seperti itu awalnya terkejut tapi kemudian dia tersenyum dalam pelukan perkenalan dari Della.


" Nama aku Dinde ." Dinde membalas perkenalan dengan senyum manisnya, setelah mereka melepas pelukan.


" Untung Aku balik ke rumah ya Bu, kalo ga aku ga bisa ketemu sama kakak manis ini." Della memang sedang cuti kuliah, biasanya dia berkuliah dan tinggal di salah satu kota di Jawa Barat , kota kelahiran Ibunya.


Ibu Devi dan Dinde hanya tersenyum mendengar perkataan dari Della.


" Ayah di mana de, ko ga kesini? " Ibu Devi yang tidak melihat Ayah datang bersama Della menanyakannya.


" Lagi mandi tadi sih Bu, katanya gerah habis bantuin di dapur tadi kan." kini mereka sudah duduk di sofa di ruang tamu.


" Ayo neng Dinde ini kuenya dicicipin ya.. kue ini khusus loh ibu buatin buat kamu. ini juga di minum airnya pasti tadi haus kepanasan kan." Della baru saja menyuguhkan minuman dan kue untuk Dinde.


" Iya ka itu kuenya dicoba deh, kue yang biasanya ibu buat setahun sekali kalau mau lebaran. Kalau aku minta buatin aja ibu ga pernah mau ya kan Bu...Ka Dinde special banget lah pokoknya, walaupun special nya ga pakai telor sih..hehe" Cerocos Della bercerita di selingi candaan karena melihat kecanggungan Dinde.


Ibu Devi hanya mengajukan kepalanya sambil tersenyum lebar menanggapi celotehan putrinya itu.


" Abang kemana sih Bu ? dari tadi ko aku ga lihat ya." Della yang teringat kakak laki-laki nya menanyakan keberadaan Rayden.


" Tadi ada panggilan dadakan dari kafe, katanya ada masalah yang harus Abang yang kasih keputusan, juga sekalian ibu suruh Abang beli buah pas pulangnya, bentar lagi ju..." Ucapan ibu Devi terputus mendengar suara suara putranya masuk.


" Assalamu'alaikum..." Rayden nyelonong masuk tanpa menengok kanan kiri, langsung langkahnya menuju dapur yang dia kira ibunya masih di sana, Dia mau memberikan buah yang tadi ibu pesan.


" Waalaikumsalam..." Ketiga perempuan yang ada di sana menjawab serempak.

__ADS_1


" Ibu buahnya Abang taruh dapur ya Bu, Abang mau mandi dulu biar nanti kalo Dindaa nya Abang Dateng Abang sudah ganteng dan wangi..hehe." Rayden yang tau ibunya ada di ruang tamu setelah mendengar jawaban salamnya, memberi tahu Ibu nya dengan menaikkan suaranya, sambil meneruskan langkahnya ke dapur tanpa menengok keberadaan Ibu nya.


sampai nya di dapur dia menaruh buah kemudian berjalan ke kamarnya sambil bernyanyi lagu dari Katon bagaskara ' Dinda, di mana' dengan suara lantangnya dan sungguh jelas terdengar hingga ruang di mana Dinde, Ibu Devi serta Della berada.


โค๏ธ


โค๏ธ


๐ŸŽผ DINDAAA...di mana kah kau berada..


๐ŸŽถRindu aku ingin jumpa...


๐ŸŽถmeski lewat nada...


๐ŸŽถKau dengarkan segenap rasa tertumpah.


๐ŸŽถmengalun dalam gitarku...


๐ŸŽถngelangutkan jiwa...


โค๏ธ


โค๏ธ


mendengar kan Rayden Ibu Devi dan Della saling pandang, sedang Dinde awalnya bengong sesaat kemudian mencerna apa yang dia dengar, dahinya mengernyit mengira-ngira apakah Dinda yang dimaksud adalah dirinya mengingat ucapan perpisahan Rayden di pasar kala itu.


Kemudian dia melirik ke arah ibu Devi dan Della, seperti ingin bertanya tapi tidak mampu berucap.


๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž

__ADS_1


Semoga suka๐Ÿ˜˜


terimakasih


__ADS_2