Rocker Bucin

Rocker Bucin
Itu jodoh namanya


__ADS_3

" Ibu tadi lihat kamu tuh aneh tau Bang, pas ngeliatin neng Dinde." Ibu memulai interogasinya.


Rayden yang di tanya begitu malah nyengir cengengesan kemudian ikut duduk.


" Kamu itu bukannya jawab malah senyam senyum.." Si Ibu mulai tidak sabar.


" Ini kayanya Ayah ketinggalan cerita seru ya Bu ?" Ayah yang mendengarkan omongan Ibu ikut penasaran.


" Enggak ketinggalan lah Yah, orang Ibu aja ga tau ceritanya, makannya tuh Ibu nanya, KEPO ya Bu..hmm..hmm..?" Rayden sengaja menggoda ibunya dengan menaik turunkan alisnya.


" Iya makannya ayo cepet cerita, Kamu tuh ga biasanya seneng gini kalau ngomongin perempuan, biasanya boro-boro di ajak ngomongin perempuan kaya begini baru mulai ngomong aja kamu tinggal pergi Ibu." Ibu misuh-misuh kalau mengingat kelakuan Rayden yang kurang ajar itu menurutnya.


" hehe.. Sebenarnya Dinde itu perempuan yang waktu itu aku ceritain ke Ibu. Orang yang aku suka." Rayden canggung mengungkapkannya dia merasa seperti anak ABG saat ini, sungguh memalukan fikirnya.


Rencana Rayden kali ini ialah mendekati Dinde lewat ibunya, sepertinya akan lebih baik dari pada caranya kemarin mengingat usahanya yang tidak pernah berhasil.


" Aneh kan Bu bisa kebetulan banget kaya gini." Senyum Rayden sepertinya tidak akan luntur hari ini saking bahagianya.


" Wah itu jodoh namanya Bang." Ibu kelihatan bersemangat sedangkan ayah hanya tersenyum merasakan kebahagiaan anak dan istrinya saat ini.

__ADS_1


" Tenang aja Bang ibu bakalan bantu kamu buat dapetin perempuan yang Abang suka, ibu juga suka sih..hehe. Ibu juga udah ga sabar punya mantu soalnya terus punya cucu deh..." Fikiran Bu Devi sudah melayang jauh.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


hari berganti hari, Dinde melakukan aktifitas seperti biasanya. Hanya saja ada yang sedikit berbeda akhir-akhir ini. Jika biasanya seringkali ada telepon atau pesan dari laki-laki yang mengaku bernama Rayden sekarang sudah tidak lagi tapi berganti dengan telepon dan pesan dari ibu Devi, wanita yang dia tolong di pasar tempo hari.Dinde tidak mengambil pusing hal tersebut, dia merasa lega ketika laki-laki yang bernama Rayden itu berhenti menghubunginya.


" Neng kapan ke rumah Ibu atuh, waktu itu kan kamu bilang mau kesini." Ibu Devi yang beberapa saat lalu menelpon Dinde setengah memaksa Dinde untuk berkunjung ke rumahnya.


" Ah...iya maaf ya Bu saya belum bisa untuk sekarang, saya harus kerja dan masih ada acara kalau hari libur." sebenarnya Dinde tidak pernah menjanjikan apapun hanya sekedar mengiyakan permintaan Ibu Devi waktu itu karena perasaan tidak enak saja, wanita paruh baya itu memintanya terus untuk berkunjung.


" Yaaahh...ibu jadi sedih atuh kalau begini terus jawaban kamu." Dengan aksen jawabaratnya Ibu Devi memainkan trik pura-pura sedih agar Dinde menuruti kemauannya.


" Ya sudah ga apa-apa lah neng, tapi janji ya sempetin ke sini, ibu tuh beneran pengen ngajak kamu makan di rumah ibu, ya anggap aja ucapan terimakasih begitu." Pantang menyerah Si Ibu terus merayu.


" InsyaAllah ya Bu." Dinde bingung harus menjawab apa. " hmm..maaf ya Bu saya harus tutup dulu teleponnya, saya di panggil Ibu barusan sepertinya mau minta tolong." Dinde izin menutup teleponnya.


" A...iya maaf ya Ibu ganggu waktu kamu terus ya." Ibu Devi pun jadi sadar sudah cukup lama menelpon Dinde.


" Enggak ganggu ko Bu saya seneng malah, sehat-sehat ya Bu. Assalamu'alaikum." Dinde mengakhiri tak lupa memberi salam.

__ADS_1


" Iya makasih ya neng, kamu juga. Waalaikumsalam." Ibu membalas salam.


Setelah mendengar jawaban salam dari Ibu Devi, Dinde langsung mengakhiri panggilan telepon tersebut.


.


.


.


" Ibu telepon Dinde terus ya Bu sampai dia mau ke sini." Rayden berujar sumringah karena sedari tadi ikut mendengarkan percakapan Dinde dan Ibunya yang di lostspaker.


" Kamu tuh bang kalau ada maunya aja manis begini, sudah lama banget kamu ga minta sesuatu sama ibu kaya gini ya Bang.. " Ibunya tertawa kali ini melihat wajah putranya itu.


" Abang juga ga tau Bu, bisa segila ini ternyata kalau kita suka sama cewe ya Bu." Rayden tersenyum tambah lebar, Sudah tidak malu lagi mengungkapkan perasaannya.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Terimakasih, semoga suka😘

__ADS_1


__ADS_2