Rocker Bucin

Rocker Bucin
Keluarga hangat


__ADS_3

" Ehm..ehm.." Ibu Devi berdehem menetralkan suasana. " Ayo neng dimakan ini." menyodorkan kue kehadapan Dinde.


" Wah ini rupanya tamu special yang ibu bilang itu." Ayah Rama yang baru datang berujar, kemudian ikut duduk bergahung di sana.


Dinde yang mendengar suara Ayah Rama mengangkat kepalanya melihat ke arahnya kemudian mengangguk dan tersenyum sopan.


" Iya ayah, ini ka Dinde yang selalu ibu ceritain itu ..hehe . Della yang menyahut omongan ayahnya dengan bercanda seperti biasa.


"Untung kita ga bosen dengernya ya Yah, ibu kalau ceritain ka Dinde semangat banget habisnya kaya seneng banget gitu kelihatannya."


" Kamu de, bisa aja ngeledek Ibu." Ibu Devi sampai tersipu dibilang seperti itu.


" Yang betah ya main di sini Neng, kalo bisa sering-sering ke sini. Istri saya bisa punya temen cerita, soalnya Della biasanya tinggal di luar kota buat kuliah, lah si Abang sudah punya tempat tinggal sendiri sudah gitu sibuk terus." Bapak Rama sunggu senang melihat istrinya punya semangat baru setiap berhubungan dengan Dinde.


" Iya Pak makasih, orang di sini semua baik banget sama saya, malah terlalu baik menurut saya." Dinde tersenyum menimpali perkataan Bapak Rama.


" Ayo kalo begitu kita makan dulu saja ya, sudah waktunya makan siang kan ini." Ibu Devi bangkit mengajak semuanya untuk segera ke meja makan.


" Lah Abang kan belum keluar Bu." Entah kenapa Della melirik Dinde saat bertanya pada ibunya perihal Abang nya. Dia penasaran saja dengan reaksi Dinde jika dia menyinggung abangnya yang tadi sempat membuat dia malu karna tingkahnya.


" Ya kamu panggilin lah de, nanti kalo ga di panggilin bisa kelamaan kita nunggu Abang mu." Bu Devi seketika memberi perintah kepada putrinya.


" Asiap bundaku sayang..." Della menjawab sambil memberikan hormat serta tubuhnya di tegakkan sudah seperti satpam depan komplek yang sedang apel pagi.

__ADS_1


*


*


" Brag..brag..brag..." Della bukannya mengetuk pelan tapi mengebrak-gebrak pintu kamar Rayden. Dia sengaja melakukan itu untuk menjahili Kakaknya. " ABAANGGGG..." Kemudian dia berteriak memanggil Kakaknya itu.


" Ckkk...ini anak ga sabaran banget sih, pintu gw bisa rusak lama-lama." Rayden berdecak sebal dengan tingkah adiknya itu.


" Sabar kenapa sih de, ga sopan banget sih Lo manggilin orang kaya gitu , rusak pintu gw yang ada." Rayden langsung menyembur Della begitu keluar kamar.


" Haha...sengaja biar Abang marah, kan jadinya cepet keluar." yang di marahi bukannya takut justru nyengir mengejek.


"Emangnya enak gw kerjain, dia ga tau aja si Dindaa pujaan hati Abang sudah ada di meja makan, palingan dia denger omelan Abang tadi, rasain sering jailin gw sih...Haha.. pembalasan."


Tiba- tiba Rayden mengerem langkahnya, kemudian berbalik yang otomatis Della yang tidak siap menabrak Rayden.


" Lo ko ga bilang si de kalo dia tuh dah datang." Rayden berbisik kesal ke adiknya.


" Lah Abang ga nanya." jawab Della polos


" Ah ini pasti Lo sengaja kan ngerjain gw biar gw marah-marah sama Lo, terus dia denger. Lo ko jahat banget de ntar dia belum apa-apa ilfil duluan sama gw." Rayden menguyar rambutnya resah memikirkan hal tersebut.


" Makannya jadi manusia jangan emosian. Janganlah marah, bagimu syurga, Kan di ajarin pas ngaji bang. Abang sih kalo di suruh ngaji hobinya kabur...Haha" Dinde berlalu begitu saja menuju meja makan, puas hati nya mengerjai Rayden. Dia tak memperdulikan wajah abangnya yang sudah masam.

__ADS_1


*


*


" Mana Abang de?" Ibu yang hanya melihat Della yang datang bertanya penasaran.


" Tuh di balik tembok, lagi menata hati atau lagi ngaji mungkin...Haha." Della sungguh senang bisa mengerjai Abang nya kali ini, karena biasanya Rayden hampir tidak pernah bisa di tindas.


" Lah ko? " Si Ibu bingung, Dinde dan Pak Rama sesungguhnya juga sama bingungya mendengar perkataan Della yang absurt itu.


" Nanti juga Dateng Bu, kita makan duluan aja ya." Della tidak peduli dengan kebingungan semua orang yang ada di sana.


Tap..tap..


Rayden melangkah menuju meja makan, dan semua orang yang ada di sana nampak memperhatikannya.


" Hai Din sudah lama? Apa kabar?" Rayden duduk pas di hadapan Dinde hanya terhalang meja saja.


" Alhamdulillah baik mas." Dinde menjawab singkat, dia canggung kala mengingat ucapan Rayden serta lagu yang dinyanyikannya tadi.


Dinde benar-benar merasa aneh berada diantara keluarga ini, dia merasa mereka terlalu baik kepadanya, tapi dia juga senang melihat interaksi mereka yang sangat lucu di mata Dinde, Rayden yang urakan sungguh kontras saat bersikap dengan keluarganya. Dia tampak sopan dan hangat, Della yang riang selalu menghidupkan suasana, Ibu dan Bapak nya sungguh orang tua yang perhatian.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

__ADS_1


Terimakasih 😘


__ADS_2