
Cuaca mendung disore hari membuat langit terlihat lebih cepat gelap dari pada biasanya, Dinde yang baru saja pulang dari tempatnya bekerja segera melangkah ke kamar mandi, karna sepanjang perjalanannya pulang, gerimis turun lumayan deras dan dia lupa tidak membawa jas hujan, otomatis membuat tubuh Dinde basah jika nekat melanjutkan perjalanan meskipun dia sudah memacu motornya secepat yang dia bisa.
" Perlu air hangat ga din buat mandi, biar ga flu?" Ibu yang tau dinde basah-basahan air hujan sedikit khawatir.
" ga perlu bu...Aku ga sampe kedinginan ko, tadi pas gerimisnya lumayan banyak sudah dekat rumah." Dinde yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi menyahut .
" Ya sudah kalo begitu ibu buatin teh hangat ya, nanti sekalian habis mandi langsung makan sudah ibu buatin makanan kesukaan kamu itu, teri bawang sama sayur asem," Ibu bicara sambil berlalu kedapur " inget ya langsung makan, kamu tuh kalo ga ibu ingetin suka lupa keluar kalau udah masuk kamar. " lanjut ibu mengomel kala mengingat kelakuan Dinde yang satu itu.
" MAKASIH...IBUKU YANG PALING BAIIIKKK SEDUNIA...." Melangkah masuk ke kamar mandi dengan dengan cengiran jahil khas Dinde.
...****************...
Rayden yang sedang berada di Kafe X melirik jam dinding yang ada di pojok kiri tempat dia duduk saat ini, kemudian pandangannya beralih ke arah luar. Mencoba menikmati cuaca sore hujan yang membuat udara lebih dingin dari biasanya.
waktu sudah menunjukan pukul 17.30 waktu setempat.
tuut...tuut...
Sesuai pesan yang dia kirim tadi, sekarang Rayden sedang mencoba menelpon Dinde.
" Assalamualaikum...Hallo..." Dinde menjawab telponnya
__ADS_1
Degg....
"..." Entah mengapa Rayden malah terdiam, lidahnya mendadak kaku saat ingin menjawab salam.
"Hallo...ini siapa ya? ada perlu apa?"
"...." Hening tidak ada jawaban.
" Kalau tidak jawab saya tutup ya telponnya." Dinde mencoba bicara dengan tegas. Sejujurnya dia takut kalau yang diucapan Ninuk akan jadi kenyataan.
"Ha...halo..Wa...a..waalaikumsalam." Akhirnya Rayden menemukan suaranya, walau tergagap takut kalau-kalau telponnya diputus Dinde. "Jangan...jangan di tutup ya telponnya.., aku mau ngobrol sama kamu, aku juga mau kenal sama kamu boleh kan?"
'Apakah ini prank??? atau mungkin orang salah sambung??? atau penipu???'
Dinde bergidik ngeri membayangkan kemungkinan terakhir.
" Maaf ini siapa ya, ko bisa tau nomor hp saya? memangnya Masnya mau cari siapa?"
akhirnya setelah sibuk berfikir Dinde mencoba bicara, ada rasa penasaran sekaligus takut yang dia rasakan saat ini.
" Aku Rayden, kan aku sudah kenalan lewat chat tadi pagi, masa lupa. Kamu Dinde kan, aku kenal kamu ko." Rayden bicara dengan semangatnya, tak lupa senyumnya yang terkembang otomatis, sungguh pemandangan yang langka.
__ADS_1
" Tapi maaf banget ya Mas, saya ga kenal sama Mas siapa tadi...Rayden, iya Mas Rayden." Dinde menjawab dengan berusaha sesabar mungkin.
" Ya makannya kita kenalan, kan tak kenal maka tak jadian..heee" Rayden terkekeh sendiri dengan ucapannya yang absurt.
Dinde makin pusing mendengar jawaban dari Rayden.
" Ini orang macem apa sih, tau dari mana lagi nomor aku, kan aku ga pernah sebar juga kalo ga sama temen, ko aku jadi ngeri ya. Apa ini motif penipuan baru ya????" bergumam dalam hati Dinde bingung menyikapi orang macam ini.
" Hallo Din...Hallo..kamu masi di situ kan." Rayden yang tidak mendengar jawaban dari sebrang berbicara lagi.
" Maaf Mas kalo mau nipu jangan ke saya, saya bukan orang berduit yang bisa Masnya tipu." Dinde bicara dan langsung memutuskan panggilan begitu saja.
...****************...
Kena mental ga tuh babang Rayden di bilang mau nipu😂😂
Terimakasih buat yang sudi baca karya amatir ini
Minta like dan dukungannya 👍
💞💞💞
__ADS_1