Rumah Misterius

Rumah Misterius
Anak laba laba?


__ADS_3

Jangan kalian kira untuk mengawali hariku ini, aku akan mengerjakan PR ya!. Karena aku tengah terbebas dari yang namanya PE-ER namun mungkin tidak akan berlangsung lama. Sepertinya aku harus lebih menguasai kekuatan superrku.


Aku saat ini baru selesai mandi dan sedang merias diri di depan kaca kamar. Aku menyisir rambutku dan sedikit bedak, karena aku tidak suka memakai bedak yang terlalu tebal, apalagi jika ada yang masuk ke hidungku. Dan jangan lupa menyemprotkan parfum ke baju, agar senantiasa wangi.


Setelah siap turun ke lantai bawah dan menyapa semua orang tapi cuma dua orang sih.


"Selamat pagi semuanyaaa" Sapaku sambil tersenyum senang.


"Pagi nakk" Kata bi Santi.


"Pagi juga sayang" Kata mama.


Mereka berdua sedang memasak untuk sarapan, karena aku lagi ya..yaa.. sedikit malas jadi aku mengurungkan niatku untuk membantu mereka😂.


Aku hanya memandangi mereka di meja makan.


"Nihh sarapan hari ini, Ayam kecap manis yang uenakk ala bi Santi dan mama Karina" Kata bi Santi.


"Wahh, keliatannya enak nih" Kataku.


"Iya dong, lihat duluu siapa yang buat" Kata mama.


"Iya deh maa" Kataku.


Aku pun mengambil piring lalu mengambil nasi dan meletakkan 1 ayam kecap. Aku pun mengambil air dahulu juga.


Sebelum makan aku berdoa dulu lalu minum air. Setelah itu aku pun memakannya dengan memakai tangan langsung, karena aku sudah sangat lapar dan aroma ayamnya sungguh menggoda.


Mama dan bi Santi juga makan bersamaku. Aku sungguh senang suasana hangat seperti ini, seakan aku tidak mempunyai beban hidup.


Setelah selesai makan, aku mencuci piring sendiri lalu mengelapnya sampai kering dan meletakkannya di tak piring.


Disaat aku akan mengantar mama ke depan rumah, bersamaan dengan mbak Nurul yang baru saja datang.


"Ehh mbak Nurul, lama nggak jumpa nih,kebetulan banget bisa ketemu" Sapa mama.


"Iya nih bu, kebetulan banget" Kata mbak Nurul.


"Yaudah mbak saya mau berangkat dulu, titip Rissa ya mbak, kalau nakal jewer aja kupingnya" Kata mama sambil masuk ke dalam mobil.


"Isshh mamaa" Kataku sambil cemberut.


"Siap bu! pasti saya laksanakan dengan baik"kata mbak Nurul.


"Yaudah saya berangkat dulu ya Mbak Nurul, Rissa"Kata mama sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


.


"Okee hari ini mbak akan beri kamu soal soal tentang materi ini" Kata mbak Nurul.


"Iya deh mbak" Kataku malas.


Mbak Nurul tertawa kecil dan aku pun hanya pasrah dengan soal soal yang diberikan mbak Nurul.


.


"Duhh mbak ini susah banget loh, soal ini terlalu tinggi untuk aku yang pas pasan mbak" Kataku memelas.


"Udahlah kamu kerjain aja dulu, nanti mbak ajarin dimana kesalahan kamu dan bikin pembetulannya, okey?" Kata mbak Nurul.


"Iya deh iya mbak"Kataku.


.


"Mbak soal ini sangat membuat aku pusing 9 keliling" Kataku sambil menyerahkan soal ke mbak Nurul.


"Ngga sepuluh sekalian?" Tanya mbak Nurul.


"Nanti kalo udah lihat hasilnya baru 10" Kataku .


Setelah mengoreksi soalku mbak Nurul berkata.


"Hmm iya mbak" Kataku dengan melas.


"Lebih ada peningkatan dari sebelumnya sih" Kata mbak Nurul


Seketika aku pun mendangakkan daguku seakan akan sudah benar semuanya.


"Oke mbak akan jelasin soal yang kamu masih salah lalu mbak berikan soal lagi.


.


Mbak Nurul sudah pulang dan kini aku sedang bersantai di kamarku dan mengecek hp ku. Aku membuka apk yang berisi berbagai banyak cerita. Aku ini suka membaca, melukis dan menulis. Itu semua adalah hobiku.


"Duh haus nih" Gumamku.


Aku pun turun dari tempat tidurku, membuka pintu kamar dan menuju dapur. Sesampainya di dapur, aku mengambil gelas dan mengisi air lalu meminumnya.


Setelah rasa hausku hilang, aku ingin pergi ke kamar lagi. Sebelum aku menaiki tangga aku mendengar dibelakangku ada suara anak anak kecil berlarian sambil tertawa tawa.


Duk duk duk.. hahahaha..

__ADS_1


Aku pun langsung menghadap ke belakang, tapi aku tidak menemukan sosok itu, aku menghadap ke samping kanan dan kiri namun tetap tidak ada.


Akhirnya aku pun cepat cepat pergi ke kamar dan menganggap itu hanya salah dengar saja. Karena disini tidak ada anak kecil sama sekali. Jika ada mungkin suara anak tetangga yang terdengar sampai sini.


.


Malam tiba dan mama belum pulang, katanya pulang agak malam karena harus ada yang dikerjakan, aku pun hanya mengiyakan saja lagipula di rumah juga ada bi Santi.


.


Aku baru selesai makan malam bersama bi Santi dan sekarang aku di kamar sedang latihan menggambar untuk lomba besok. Malam ini juga turun hujan, agak deras juga. Dan sekarang aku sedang menggambar burung hantu.


Aku pun juga mewarnainya menggunakan crayon dan spidol. Tinggal satu yang belum ku beri warna, matanya. Saat aku akan mengarahkan crayon ke bagian mata tiba tiba mati lampu dan membuatku tidak bisa melihat apa apa.


"Bi Santi lampunya mati nih!!" Teriakku sambil mencari hpku.


Setelah dapat aku menyalakan senter yang ada di hp aku melihat jika bateraiku tinggal 5% aku pun akhirnya memanfaatkan sisa baterai yang tersisa.


Lalu aku mengarahkan senternya ke pintu kamar. Aku pun keluar lalu menuruni tangga.


"Bi Santi oo... bi Santi" Teriakku lagi karena tidak mendengar suara bi Santi.


Aku pun mencari mencari lilin di lemari. Aku melihat setiap sudut lemari dan akhirnya menemukan satu lilin beserta korek di sampingnya.


Ting tongg


Tiba tiba terdengar suara bel rumah. Aku bingung karena tidak mendengar suara pagar terbuka, ah mungkin karena pengaruh hujan karena hujannya agak deras juga.


Akhirnya aku cepat cepat menyalakan lilin. Lalu aku menuju pintu rumah sambil membawa lilin. Aku membuka pintu dan melihat anak kecil berjalan seperti laba laba. Aku pun akhirnya bertanya dengan takut.


"Sssiapa kkamu? Tanyaku sambil ketakutan.


Anak itu tidak menjawab pertanyaanku dan terus menatap wajahku sampai..


"Waaaggghhhhh" Suara anak itu yang membuka mulutnya dan memperlihatkan giginya yang runcing.


Aku pun cepat cepat menutup pintu dan menguncinya dari dalam tapi tiba tiba anak itu berusaha masuk lewat jendela rumah.


Aku pun bingung harus bagaimana aku pun akhirnya berlari lalu bersembunyi di dapur dan duduk di bawah sambil memejamkan mata.


Seeetttt...seeetttt ..sseeett..


Aku yakin itu adalah suara langkah anak laba laba itu. Aku lebih memejamkan mata ku lebih dalam karena aku takut jika dia kesini lalu melukai diriku. Apalagi terdengar suara gemuruh petir dari luar yang membuat diriku lebih takut lagi.


Tiba tiba ada suara barang pecah dan itu membuatku refleks kaget dan menjerit. Aku pun langsung nembengkam mulutku sendiri.

__ADS_1


Aku takut jika anak itu mendengar suaraku dan menghampiri diriku.


__ADS_2