Rumah Misterius

Rumah Misterius
Bayangan


__ADS_3

Hari ini hari Senin, dan saatnya untuk mempersiapkan alat alat untuk belajar nanti. Aku tidak mandi terlebih dahulu karena aku ingin membantu pak Doni.


"Wah udah sampe ya pak Don" Kataku.


"Iya dek, ini baru aja" Kata pak Doni yang sedang menyirami tanaman.


"Oo kalo gitu biar aku aja yang siramin tanamannya pak" Kata ku.


"Oo yaudah kalo gitu biar bapak yang nyapu ya" Kata pak Doni sembari memberikan selang air itu kepadaku.


"Iya pak" Kataku.


Sebenarnya aku sangat senang bisa akrab dengan pak Doni, aku sungguh nyaman, aku pun seakan merasakan kasih sayang dari seorang ayah.


.


Setelah semua tanaman sudah tersiram semua, aku menggulung selang air tersebut lalu menutup kran airnya. Aku pun juga pamit pada pak Doni untuk mandi, karena sebentar lagi mbak Nurul udah mau dateng.


Kini aku baru selesai berdandan, lalu aku membawa buku buku yang akan dipelajari nanti dan beberapa alat tulis.


Saat aku menuruni tangga, aku sudah dapat melihat jika mbak Nurul sudah datang, huhh padahal sebelumnya aku ini tidak pernah telat.


Kemudian aku pun menyapa mbak Nurul.


"Pagi mbakk" Kataku sambil menunjukkan deretan gigiku.


"Pagi juga" Kata mbak Nurul.


"Emm maaf ya mbak, aku telat" Ucapku.


"Okey no problem, untuk kali ini mbak maafin, tapi kalo untuk seterusnya, mbak nggak segan segan beriin kamu hukuman okey?" Kata mbak Nurul.


"Iya deh mbak" Kataku sambil memanyunkan bibir.


"Udah nggak usah kaya manyun gitu, sekarang kita belajar" Kata mbak Nurul.


Akhirnya aku dan mbak Nurul pun memulai pembelajaran.


.

__ADS_1


Setelah dipusingkan akan beberapa materi yang tak jelas ku mengerti, akhirnya pembelajaran pun kelar dan mbak Nurul baru saja pulang.


Pak Doni pun juga sudah pulang dari tadi, jika kalian menanyakan bi Santi, aku tidak tau karena dia sering menghilang entah kemana, emm mungkin juga tidur.


Aku pun membuka tudung saji yang berada di meja makan, dan masih tersisa banyak lauk dan juga nasi. Aku akhir akhir ini jadi sering tidak makan pagi karena kalau sekarang ini namanya 'makan siang'.


Aku pun mengambil nasi dan lauk lalu meletakkannya di piring. Lalu aku pun cepat cepat melahapnya karena aku sudah lapar sedari tadi.


Seusai makan aku meletakkan piringku cucian piring, lalu tiba tiba pandanganku dialihkan oleh bayangan orang berjalan yang terlihat samar samar di dekat kolam renang.


Aku yang penasaran pun cepat cepat membuka pintu belakang untuk melihat apakah benar ada bayangan, lalu saatku buka aku tidak melihat apapun disana, kolam renang terlihat seperti biasanya.


Aku pun menutup kembali pintu belakang dan mengira mungkin aku salah lihat. Aku pun akhirnya memilih untuk menonton tv aku tidak punya kegiatan dan juga mbak Nurul ngga kasih aku PR emm mungkin lupa hihii..


Saat aku sedang asyiknya menonton tv, aku melihat jika ada bayangan yang seakan berdiri di samping kursi yang ku duduki.


Aku pun sebenarnya sangat takut sekali, karena tidak mungkin itu bayangan bi Santi karena tidak mirip sama sekali.


Daripada di selimuti keraguan dan ketakutan terus menerus, aku pun lalu melihat ke arah sampingku, namun disana tidak ada apa apa, tapi pas aku melihat ke arah dimana tadi terdapat bayangan dan bayangannya masih ada.


Aku akhirnya mencoba untuk membuka hp ku dan membuka kamera, lalu ku arahkan ke arah sampingku dan... disana terdapat seorang perempuan yang wajahnya tidak begitu kelihatan karena tertutup oleh rambutnya tapi kulitnya sungguh pucat, lalu memakai pakaian warna putih, ini seperti..Kuntilanak!


Lalu tiba tiba sosok wanita itu malah menghadap ke kamera, aku pun langsung terlunjak karena kaget dengan yang ku lihat.


Aku pun segera langsung lari terbirit birit ke kamar. Aku pun juga tak sempat mematikan tv, mana sempat keburu kuntilanaknya ngejar.


.


Hari sudah sore dan aku pun keluar kamar, karena pasti pak Doni sudah datang lagi. Aku tadi di kamar pun hanya membaca novel dan membuka grub chat saja.


"Hai pak Doni" Sapaku.


"Halo dek, oh iya ini mangganya mau di ambil nggak? kelihatannya udah mateng" Kata pak Doni sambil menunjuk buah mangga yang masih menggantung di pohonnya.


"Di ambil aja pak, keburu dimakan hewan nanti" Kataku.


"Okee siap kalo gitu" Kata pak Doni.


Lalu pak Doni menggambil galah dan berusaha untuk mengambilnya. Aku pun hanya mengamatinya lalu mama pun datang.

__ADS_1


"Mama!" Kataku saat mama sudah memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil.


"Haayy sayang, lagi panen mangga ya" Kata mama.


"Iya nih ma, nanti kita makan sama sama ya" Kataku.


"Oke, mama masuk dulu ya" Kata mama


"Iya" kataku.


Setelah sudah dipanen, bi Santi mengupas mangganya dan akhirnya dimakan bersama sama, aku sungguh suka dengan kebersamaan ini.


Sebenarnya aku juga heran, bi Santi selalu tidak kelihatan saat aku mencarinya, tapi saat tidak, dia selalu ada.


.


Kini aku bi Santi dan mama sedang makan malam dan kami pun makan bersama dengan senang. Sesekali membahas candaan yang membuat kami tertawa.


Seusai makan malam, aku memutuskan untuk sekedar menonton tv, lalu karena tidak ada yang menarik di tv akhirnya aku pergi ke kamar saja. Lalu aku merebahkan tubuhku di sana lalu memakai selimut, hmm ini sangat nyaman sekali.


Lalu daripada ngga ada kerjaan aku pun memainkan game yang berada di hpku, sebenarnya aku juga suka sih main game tapi cuma hanya pas ngga ada kerjaan aja, hihii


Tok tokk


Terdengar suara ketukan pintu kamarku dari luar, aku pun dengan malas membuka pintu


"Pasti mama" Pikirku.


Tapi pas kubuka tidak ada seorang pun disana, aku pun heran biasanya mama tidak jail seperti ini kepadaku.


Lalu saat aku melihat ke bawah disana terlihat bayangan wanita yang sungguh jelas sekali.


"Bayangan ini..seperti bayangan yang tadi" Gumamku.


Dan tiba tiba tangannya terangkat ke atas dan seperti akan mencekramku, aku yang melihatnya pun langsung dengan cepat menutup pintu kamar lalu kukunci pintunya dari dalam.


Aku pun langsung mendelik di dalam selimut dan kuharap dia tak mengejarku. Tapi kurasakan ada yang seperti memegang kedua pundakku dari luar selimut.


Padahal kan pintu kamar tadi sudah kukunci, oh iya aku melupakan kalau dia itu kan bisa tembus.

__ADS_1


Aku pun memejamkan mata dan berharap agar kejadian ini cepat berakhir dan dia cepat kembali ke asalnya tanpa mengganguku lagi.


__ADS_2