
Yaa, ini hari pertamaku. Hari pertama ke sekolah, tempat dimana persis aku mengalami hal yang sama sekali tidak ingin aku alami selama hidupku.
Tapi itu tak membuatku untuk bersedih, menyerah, maupun menolak keputusan yang dibuat oleh mama. Aku tau aku ini memang tidak sempurna, tapi aku yakin jika diluar sana masih banyak orang yang bisa menghargai satu sama lain.
.
"Duh, kemarin baru beli kok udah ngilang aja ya?" Ucapku yang tengah mencari sabuk yang entah hilang kemana.
"Ini dia, huhh untung aja ketemu" Ucapku lalu memakai sabuk itu.
Dan sekarang seragam aku untuk hari ini udah lengkap, tak lupa juga buku sekolahnya, karena aku belum dikasih buku dari sekolah, jadi aku cuma bawa buku tulis aja.
"Yuk ma, berangkat" Kataku saat sudah turun kebawah sambil membawa tas.
"Kamu ini, mau sekolah udah lupa sama makan, ayo sarapan dulu gih" Kata mama.
Aku pun menurut saja, karena ini kan hari Senin, pastinya di setiap sekolah diadakan yang namanya upacara bendera, dan aku juga nggak mau dikatain 'anak baru pingsan pas upacara'. Pastinya aku malu banget jika dikatain kaya gitu.
10 menit berlalu, dan aku juga sudah selesai sarapan pagi, aku dan mama memutuskan untuk segera berangkat ke sekolah.
"Maaf ya pak, aku hari ini ngga bisa bantu bersihin halaman" Kataku pada pak Doni saat di halaman depan.
"Ngga apa apa, lagian ini juga tugas saya, jangan lupa belajar yang pinter ya" Kata pak Doni.
"Okee siap pak" Kataku.
.
"Oh iya ma! aku ngga bawa minum nih, gimana?" Kataku saat di perjalanan.
"Kamu ini ada ada aja ya, yaudah kamu beli aja nanti di kantin sekolah, bawa uang kan?" Ucap mama.
"Oo yaudah deh ma" Balasku.
Aku berharap nanti disana aku akan mendapatkan teman yang baik pastinya, semoga.
"Nanti jam 12 mama jemput ya" Kata mama saat aku akan menutup pintu mobil.
"Iya ma" Kataku.
Aku melangkahkan kakiku masuk melewati gerbang sekolah yang terbuka lebar, dan juga ada pak satpam di dekat gerbang.
"Murid baru ya dek?" Kata pak satpam tiba tiba.
"I iya pak" Balasku.
"Oo yaudah kalo gitu" Kata pak satpam.
"Oh iya pak, kelas 7D itu dimana ya?" Tanyaku, karena aku belum tau dimana letak kelasku.
"Eh eh kamu" Kata pak satpam yang melambaikan tangannya pada seseorang.
"Saya pak?" Balasnya.
__ADS_1
"Yaiyalah pakek nanyak lagi" Kata pak Satpam.
Anak itu pun kemari, mengahampiri ku dan pak satpam.
"Ada apa ya pak?" Tanyanya.
"Kamu tolong anterin dia ke kelas mu ya, dia anak baru di kelasmu" Terang pak satpam.
"Oo oke pak" Balasnya.
"Ayo" Katanya lalu berjalan terlebih dulu.
Aku mau akhirnya mengikutinya dari belakang dan agak memburu jarak darinya yang penting tidak ketinggalan jejakkan?, karena jika aku di sampingnya, aku bakal dikira sok akrab gitu. Tapi tunggu, aku merasa banyak pasang mata yang memperhatikanku. Apa ada yang salah dengan penampilanku ya? apa karena bekas luka di pipiku ini?.
Akhirnya sampailah aku di kelasku ini dan terlepas dari pasang mata yang tidak mengenakkan. Tiba tiba ada suara yang sangat membuatku malu.
"Rissaaaaa!!!! akhirnya kamu dateng juga!! aku dari tadi nungguin kamu loh" Teriak Ara yang berlari ke arahku yang masih di ambang pintu kelas.
"Hallooo Rissa!!!" Kata Lia.
"Lhah kamu kenal sama Rissa juga?" Tanya Ara.
"Iya, kamu kok juga bisa kenal?" Tanya Lia.
"Duh duh malu nih diliatin sama yang lain" Ucapku yang menahan malu.
Karena memang banyak murid di kelas yang sorot matanya sekarang tertuju ke arahku. Tapi kok kayaknya mereka kaget gitu ya?
"Hehee maaf, saking senengnya sih" Terang Ara.
"Kamu duduk di belakang aku ya! kebetulan bangku ini emang kosong" Ucap Ara yang masih dengan melebarkan senyumnya.
"Oke" Kataku lalu duduk di bangku tersebut.
Bangku disini satu bangku satu orang, jadi bangku yang digunakan juga nggak yang panjang. Aku duduk di pojok kelas, Lia disamoingku sedangkan Ara di depanku.
"Kamu kenal sama dia Ra?" Tanya salah satu teman sekelas ku.
"Iya, dia ini temen aku, aku kenal dia pas lomba gambar dulu" Terang Ara.
"Oo kenalin aku Alvina, panggil aja Vina" Ucapnya sambil mengajak berjabat tangan.
"Iya, kenalin juga aku Rissa" Ucapku sambil menerima jabatan tangannya.
Tiba tiba ada guru yang datang. Aku yakin itu guru mapelnya, karena anak anak langsung menuju bangkunya masing masing.
"Hati hati ya! itu salah satu guru killer di sekolah ini" Bisik Lia.
.
Bel istirahat berbunyi, katanya ini adalah waktu yang paling ditunggu tunggu oleh semua murid. Terakhir aku merasakan ini sudah lama sekali, sampai aku lupa bagaimana rasanya, tapi sekarang aku akan merasakannya lagi.
"Ke kantin yuk Riss" Kata Lia.
__ADS_1
"Yuk" Balasku.
"Eh aku kok nggak diajak sih?" Kata Ara.
"Aku juga ngga diajak nih" Kata Vina.
"Biarin wkwk" Kata Lia yang lalu mengodeku untuk berlari ke kantin dan ku setujui.
"Hei jangan lari kalian! awas ya!" Kata Ara yang berusaha mengejar kami dari belakang dan diikuti Vina juga.
.
Sesampainya di kantin, nafas kami tersenggal senggal karena kehabisan nafas saat berlari.
"Cepet duduk sini gih" Kata Lia yang menepuk tempat duduk disampingnya.
Aku pun langsung duduk dan mengatur nafasku agar kembali normal.
"Nah kan capek! mangkanya jangan lari lari!" Kesal Ara yang duduk di depanku.
"Yah, siapa yang ngajak lu ikutan ha?" Kata Lia yang membuat Ara semakin menampakkan kekesalannya.
"Udah ah jangan berantem mulu, yang ada tambah capek nih aku dengerin kalian" Kata Vina.
Saat aku tadi memasuki kawasan kantin, aku langsung disambut oleh bangku di lantai yang tak ku ketahui berapa jumlahnya karena cukup banyak.
Kantin disini terdapat banyak tempat duduk, 1 meja terdiri dari 4 kursi, sedangkan penjual makanannya berada di belakang kami yang terdiri dari beberapa gerai makanan, karena kita ambil bangku yang paling pojok agar mudah jika memesan makanan.
.
"Oh iya Dio mana? bukannya dia sekolah disini juga ya?" Tanyaku sembari mengunyah bakso ku.
"Iya bener, tapi dia dikelas sebelah, ngga sekelas sama aku, sebenernya ngga terlalu akrab juga tapi kan kita murid yang sama sama didaftarin lomba gambar waktu dulu itu, jadi agak akraban gitu" Terang Ara.
.
"Gue pulang dulu ya bay bay" Kata Vina sambil melambaikan tangan.
Ini sudah waktu pulang sekolah dan aku sebentar lagi akan dijemput juga. Dan aku teringat akan sesuatu.
"Oh iya Ra, Ya, aku ke kelas bentar ya, buku aku ada yang ketinggalan di kolong meja nih" Kata ku.
"Aku temenin ya" Kata Lia.
"Ngga usah, aku sendiri aja" Kataku lalu berlalu dari mereka berdua.
Kelas kelas sudah cukup sepi dan sunyi. Aku segera menuju ke kelasku.
"Untung aja nggak ilang" Ucapku sambil memasukkan buku ke dalam tas.
Tiba tiba pintu tertutup sendiri. Dan tiba tiba spidol papan tulis pun juga terjatuh dengan sendirinya. Aku seketika membeku di tempat.
Aku akhirnya langsung berlari menuju ke pintu kelas dan tiba tiba lampu kelas pun berkedip kedip dengan sendirinya. Ingat! kelas kelas sudah sunyi sekali, lalu siapa yang melakukannya?
__ADS_1
Setelah akhirnya bisa keluar dari kelas itu, aku langsung berlari sekencang kencangnya seperti orang yang ditagih hutang saja. Dan aku bisa mendengar jika dibelakang banyak yang memanggil namaku.