
Aku segera mengirim pesan kepada mama saat aku sudah berada di luar gedung. Aku duduk di salah satu tempat duduk yang disediakan disana.
Pesan sudah terkirim dan aku segera memasukkan hp ku ke dalam tas. Setelah itu aku hanya melihat lihat jalanan yang dilewati berbagai kendaraan yang lalu lalang.
Lalu aku melihat sosok anak kecil tadi sedang berdiri yang jaraknya agak jauh, tapi dia hanya berdiri lalu seperti menatap ke arah aspal jalan, dan bagaimana dia bisa berdiri tegak seperti itu? sedangkan yang tadi ku lihat di ruang gambar dia tidak memiliki kaki, aku tidak bermaksud untuk mengejek dia, tapi memang yang ku lihat seperti itu.
Tiba tiba aku di kagetkan oleh seseorang.
"Heyy, kamu yang tadi meminjamiku penghapus kan?" Tanyanya.
"I iya" Kataku.
"Tidak usah tegang seperti itu" Katanya.
"Iya" Kataku.
"Apa aku boleh duduk di samping mu?" Tanyanya.
"Iya boleh kok" Kataku sambil menggeser diri ke arah pinggir.
"Oh iya namamu siapa?" Tanyanya.
"Rissa, kamu?" Tanyaku balik.
"Namaku Tiara panggil saja Ara" Katanya.
"Oke Ara" Kataku.
"Boleh kita bertukar nomer?" Tanyanya.
"Boleh kok" Kataku.
Lalu kita pun bertukar nomer.
"Oh iya, pengumuman pemenang lombanya kapan ya?" Tanyaku pada Ara.
"Besok, jadi jangan lupa kesini lagi ya" Kata Ara.
"Iyaa" Kataku.
Setelah itu ada satu anak laki laki yang mendekat ke kami tapi di sedikit.. gendut.
"Eh Dio" Kata Ara.
"Iya, Ra disampingmu itu siapa?" Tanyanya.
"Oh, kenalin ini namanya Rissa" Kata Ara.
"Rissa" Kataku sambil mengangkat tangan untuk berjabat tangan.
"Dio" Katanya sambil membalas jabatan tangan ku.
"Oh iya kami ini satu sekolah, dan dia juga temen deket aku" Terang Ara.
"Oo gitu ya" Kataku.
tinn tinnn
Itu suara klakson mobil mama.
"Teman teman, aku udah di jemput nih,aku duluan ya" Kataku sambil melambaikan tangan.
"Iya, hati hati" Jawab Ara dan Dio bersamaan.
__ADS_1
Aku pun tersenyum dan masuk ke dalam mobil. Saat di dalam mobil..
"Itu temen baru kamu ya Riss?" Tanya mama.
"Iya ma, baru kenal" Jawabku sambil tersenyum senang.
Ya, aku senang sekali karena mendapat teman baru yang kelihatannya baik. Karena sebelumnya aku pernah mendapat teman yang mengolok olok diriku atau memanfaatkan ku, tapi sekarang aku punya teman yang sepertinya tulus menjadi teman. Aku senang sekali!
"Tadi gimana lombanya?" Tanya mama.
"Biasa aja kok ma" Jawabku.
Aku tidak ingin menceritakan tentang anak kecil tadi, yaa karena aku tidak ingin mama merisaukan ku, dan aku akan menyimpan cerita ini sendiri untukku.
.
"Riss, kita ke rumah bu Rena dulu ya, ambil dokumen yang ada sama dia" Kata mama.
"Iya ma" Kataku.
Sesampainya disana mama langsung menemui bu Rena sedangkan aku duduk di ruang tamu, dan tiba tiba ada anak kecil berumur sekitar 3 tahun.
"Alo kak, kakak namanya ciapa?" Tanya anak itu.
"Nama kakak Rissa, namamu siapa?" Tanyaku.
"Namacu Ana kak" Jawabnya.
"Kamu lucu sekali" Kataku sambil mencubit pipinya gemas.
Aku bertanya tanya di dalam hatiku, apa Anna ini adik kak Rehan ya?
"Anna kamu dimana?" Panggil kak Rehan dari dalam rumah.
Kak Rehan pun menghampiriku dan Anna.
"Eh ada Rissa" Kata kak Rehan.
"Iya kak" Kataku.
"Sering sering lah main ke sini Riss" Kata kak Rehan yang ku balas dengan anggukan.
"Oh iya Riss, kakak boleh minta nomermu nggak? biar kalo ada apa apa enak,kan kita tetangga" kata kak Rehan.
"Iya, boleh kok kak" Kataku lalu bertukar nomer.
Setelah selesai dengan urusan mama, aku dan mama pun pamit pulang.
"Saya pulang dulu ya Tante Rena, Om Ridwan" Kataku sambil menyalami mereka.
"Aku pulang ya kak Rehan, Anna" Kataku sambil tersenyum pada kak Rehan dan Anna.
"Kak Rissa cering cering mampir ke cini yaa" Kata Anna.
"Iyaa, lagian rumah kita kan deket, kamu juga boleh kok mampir ke rumah kakak, ya kan ma?" Kataku.
"Iya boleh banget dong" Kata mama.
"Yaudah Rena, Ridwan aku pulang dulu ya sama Rissa" Kata mama dan dibalas anggukan oleh semuanya.
.
Sesampainya di rumah, aku merebahkan badanku ke tempat tidurku karena lelah sekali. Ini sudah mau waktunya makan malam juga. Jadi aku akan mandi sebentar agar rasa penatku juga terkurangi.
__ADS_1
.
Setelah selesai mandi ternyata makanan sudah terjejer rapi di meja makan. Tanpa basa basi aku langsung mengambil nasi lalu menambahkan bakwan dan ikan.
Setelah kenyang dan merasa sudah ngantuk aku pamit ke mama dan bi Santi untuk tidur duluan.
Aku pun tidur sambil memeluk guling dan memakai selimut, karena malam ini begitu dingin, tapi tiba tiba hp ku mengeluarkan suara dering notifikasi.
Aku pun langsung membukanya dan melihat dari siapa pesan itu.
🖌️Grub chat peserta gambar🖌️
Ara *telah menambahkan anda
Ara:Hai Rissa (21.00)
Dio:Eh lu bikin grup kok malem malem gini (21.02)
Anda:Nggak apa apa kok (21.04)
Ara:Jangan lupa besok gais! (21.04)
Dio:Bcd (21.04)
Ara:Ih gue kan ngingetin (21.05)
Anda:Ribut mulu kalian ini (21.05)
Aku pun hanya tertawa karena melihat perdebatan mereka, aku juga senang memiliki teman seperti mereka. Akhirnya aku melanjutkan acara tidur ku.
.
"Duhh haus bangett mana masih malem ini" Kataku sambil melihat jam yang menunjukkan pukul 12 malam tepat.
Aku pun bangun dari tidurku dan membuka pintu kamar. Aku menuruni tangga yang syukurlah masih terlihat dari lampu kamar.
Aku pun menyalakan lampu dapur lalu mengambil gelas dan mengisinya air.
"Ahh seger bangett" Kataku.
Lalu aku pun menaruh gelas di cucian piring lalu mematikan lampu dapur. Tapi tiba tiba ada suara yang membuatku terheran heran.
Ting tong Ting tong
Bel rumahku dipencet dua kali aku bingung sekali, pasalnya siapa orang yang bertama ke rumah orang di tengah malam seperti ini? apa tidak bisa besok pagi kalau ingin bertamu?
Ting tong
Bel rumahku bersuara lagi. Akhirnya aku melangkahkan kakiku untuk membuka pintu meski rasa takut dan ragu terus menyelimuti. Dan krekk..aku membuka pintu.
"Ayyuk main kak..."
Itu suara anak kecil yang sedang berada di hadapanku sekarang. Dia memiringkan kepalanya dan matanya melotot ke arahku lalu wajahnya dipenuhi oleh darah yang mengalir dari kepalanya! Seketika aku langsung menutup pintu dan berlari ke kamar ku.
Lalu saat aku sudah di kamar, aku mendengar bunyi bel rumah berbunyi lagi!
Ting tong Ting tong Ting tong Ting tong
Bel rumah berbunyi beberapa kali. Membuatku langsung menutupi diriku dengan selimut dan bersembunyi di dalamnya. Aku takutt sekalii!!!!.
Aku juga masih heran bagaimana bisa anak itu masuk ke depan pintu, padahal gerbang rumah selalu di gembok. Apa dia..hantu?
__ADS_1