
"Akhirnya selesai juga.." Kataku yang baru selesai menyelesaikan gambaranku kemarin yang tertunda karena mati lampu.
Jadilah lukisan burung hantuku, meskipun tidak bagus bagus sekali, tapi aku sudah berusaha semaksimal mungkin, dan aku akan berusaha agar bisa membanggakan mama untuk perlombaan menggambar hari ini.
Oh iya perlombaannya jam 2 Sore jadi aku masih bisa belajar dengan mbak Nurul.
"Selamat pagi semuanyaaa" Sapaku pada semua orang saat menuruni tangga.
"Pagi Sayang" Kata mama.
"Pagi nak" Kata bi Santi.
"Wah wahh lagi pada masak apa nih? baunya enak banget" Kataku.
"Masak rawon nih, bumbunya mama dan bi Santi bikin sendiri lhoo" Kata mama.
"Asikkk, makan enakk" Kataku.
"Oo jadi selama ini masakan bibi sama mama nggak enak ya nak?" Tanya bi Santi.
"Ehh nggak gitu bi,masakan mama sama bibi tiap hari enak kok, tapi sarapan hari ini pas banget sama mood aku" Jelasku sambil ketawa.
"Oh iya kamu udah siapin barang barang buat lomba nanti kan?" Tanya mama yang tengah mengaduk Rawon.
"Belum ma, nanti aja" Kataku.
"Emang mama nanti bisa anter aku?" Tanyaku.
"Tenang, mama bisa izin kok" Kata mama.
"Wokee maa siaap" Kataku sambil mengacungkan dua jempol.
Akhirnya Rawonnya pun siap, dan kini aku sedang mengambil nasi lalu diberi kuah dan daging, hmmm ini sempurna sekali.
Oh iya, jangan lupakan krupuk agar lebih sempurna. Aku pun berdoa terlebih dahulu lalu meminum air dan segera memakan sarapanku selagi nasinya masih hangat.
.
"Selamat pagii mbak Nurul, makin cantik deh" Kataku sembari tersenyum manis.
"Pagi juga, kamu juga cantik kok Riss" Kata mbak Nurul.
"Yaudah mbak kita main tebak tebakkan yuk" Kataku.
"Eeeiitt tebak tebakan apa, kita mau disini mau belajar, bukan main tebak tebakkan kalo mau main begituan sana ke the new eat bulaga Indonesia." Kata mbak Nurul.
"Ahh mbak Nurul ini, aku tu capek mikir terus terusan, sekali kali kek kita belajarnya tebak tebakkan" Kataku sambil cemberut.
"Heemm gimana ya? kalo gini kan jadinya nggak belajar" Kata mbak Nurul sambil meletakkan jari telunjuk dan jempol nya ke dagu.
"Kan belajar sambil bermain" Kataku sambil tersenyum lebar dan mengedip ngedipkan mata.
__ADS_1
"Tapi mbak kasih PR mau kan?" Tanya mbak Nurul.
"Aduhh gimana ya mbak, PR adalah salah satu hal yang ingin saya hindari untuk saat ini" Kataku.
"Jadi gimana? pilih tebak tebakkan tapi ada PR apa belajar tapi nggak ada PR? Hayoo dipilih dipilih dipilih" Kata mbak Nurul.
"Mbak ini bukan pasar ya kok dipilih dipilih, tapi berhubung saya nggak mau PR yaudahlah belajar aja" Kataku.
"Nah gitu dong" Kata mbak Nurul sambil mengacungkan jempolnya.
.
Kini aku tengah mempersiapkan barang barang untuk lomba nanti lalu memasukkan semuanya ke dalam tas. Tak lupa aku membawa botol minum dan uang saku.
Setelah merasa semuanya sudah lengkap aku menunggu mama sambil menonton tv di ruang tengah.
tinn tinnn
Lalu tiba tiba ada suara klakson mobil,itu pasti mama. Aku pun langsung mematikan tv dan pamit pada bi Santi. Setah pamit aku langsung menggendong tasku di pundak lalu berjalan menuju gerbang rumah.
Kenapa aku langsung berangkat? karena mama juga harus cepat cepat kembali ke kantor.
Saat sudah berada di mobil..
"Maa semangati aku dongg, aku deg degan nih" Kataku.
"Semangat sayang, nggak menang nggak apa apa kok kamu udah berusaha jadi yang terbaik aja mama udah seneng, nggak usah deg degan enjoy aja" Kata mama.
.
Akhirnya sampai di tempat tujuan, di gedung gedung Jaya maju tepatnya. Aku melihat banyak orang disana.
"Ternyata banyak juga ya yang ikut" Gumamku.
"Ayo ma" Kataku.
Akhirnya aku dan mama pun menuju ke pengurus lomba yang bisa di tanyai informasi mengenai lomba.
"Mas lombanya ini di dalam gedung ya?" Tanya mama ke masnya.
"Iya bu, nama anaknya siapa ya? karena ini dibagi menjadi beberapa ruangan" Kata masnya.
"Rissa Amalia Putri" Kata mama.
"Oo Rissa Amalia Putri di ruang 4 bu" Kata masnya.
"Ruang 4 ada dimana ya?" Tanya mama.
"Ibu masuk lalu lurus sampe mentok lalu belok kanan nah disitu kalo ada tulisannya ruang 4 berarti itu ruang 4 nya bu" Jelas mama.
"Oo terimakasih ya mas atas infonya" Kata mama.
__ADS_1
"Iya bu sama sama" Kata masnya.
Lalu aku dan mama mengikuti arahan yang telah diberikan oleh mas mas yang tadi dan akhirnya ketemulah ruang 4.
"Ma, mama berangkat aja ke kantor, nanti kalo lombanya udah selesai aku kirim pesan deh" Kataku.
"Yaudah, semangat yaa!!!" Kata mama.
"Makasih mama" Kataku.
Lalu aku pun masuk ke ruang 4. Disana terdiri dari beberapa bangku, aku pun duduk di bangku ke 3 dari depan.
.
Lalu ada salah satu peserta, yang duduk disampingku dan dia masih kecil mungkin sekitar kelas 3? aku takjub karena dia di umur segitu sudah mengikuti lomba. Tapi dia kelihatan cuek sekali.
Setelah semua pesrta terkumpul, ada salah satu pengurus lomba membagikan kertas pada masing masing anak.
Lalu diperintahkan untuk menggambar dengan tema pendidikan, lalu mewarnainya hanya boleh pakai crayon.
Aku punya ide untuk menggambar seorang guru, dan aku pun mulai menggambar sedikit demi sedikit menggunakan pensil.
.
Setelah aku selesai menggambar dan akan menebali dengan spidol tiba tiba ada yang menjawil pundakku dari belakang.
"Heyy" Ucapnya.
"A apa?" Tanyaku, aku agak gugup karena aku memang seperti ini jika bertemu dengan orang baru.
"Boleh aku pinjam penghapus? penghapusku tiba tiba hilang nih, boleh gak?" Tanyanya.
"Oh i iya boleh k kok" Kataku sambil menyerahkan sebuah penghapus.
"Terima kasih,nggak usah tegang gitu juga, santai saja" Katanya sambil tersenyum.
"iya" Jawabku sambil tersenyum juga.
.
Di tengah aku mewarnai tiba tiba pensil ku jatuh karena tersenggol tanganku yang sedang mewarnai. Aku pun mengambilnya, tapi ada satu ke janggalan yang ku lihat.
Anak kecil yang ku bicarakan tadi,dia tidak memiliki kaki??!!. Bagaimana bisa? padahal tadi aku lihat di bisa berjalan dan kakinya masih ada.
Aku pun segera menyambung acara mewarnai ku yang terhenti sebelum dia melihat ke arahku.
.
Karyaku sudah selesai, ku harap aku bisa menjadi yang terbaik. Aku pun ingin segera maju ke depan dan mengumpulkannya, tapi disaat aku kembali lagi ke bangkuku aku melihat anak kecil tadi menggambar sekolah namun dengan dipenuhi banyak darah di sekelilingnya.
Aku pun memutuskan segera pergi ke luar dan menunggu jemputan mama, memang yang sudah selesai boleh langsung pulang.
__ADS_1