Rumah Misterius

Rumah Misterius
Versi lain?


__ADS_3

Keesokan harinya, aku bangun agak kesiangan karena kejadian semalam yang membuatku benar benar tak bisa tidur dengan baik.


Aku pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, karena jika aku mandi belakangan maka akan telat dan kena hukuman dari mbak Nurul.


Seusai mandi, aku pergi ke halaman depan. Disana sudah terdapat pak Doni yang membersihkan halaman luar rumah.


"Selamat pagi pak Doni" Sapaku.


"Pagi juga dek, mau bantu ya?" Tanyanya.


"Iya pak, kalo gitu aku nyapu yang bagian halaman dalem rumah ya pak" Kataku.


"Okee siap" Kata pak Doni.


Dengan sigap aku langsung mengambil sapu korek, lalu menyapu halaman dengan senang, ini awal hari yang menyenangkan.


.


Setelah selesai menyapu halaman, aku pun beristirahat sebentar lalu mengambil minum di dapur.


Di dapur terdapat bi Santi yang sedang memasukkan air ke gelas.


"Itu untuk aku sama pak Doni ya bi?" Tanyaku.


"Iya,ini sudah siap" Katanya.


Aku yang melihat bi Santi pun agak heran, karena wajahnya yang pucat dan suaranya yang agak berubah.


"Emm iya bi makasih" Kataku.


Akhirnya aku pun menerima air yang telah di siapkan bi Santi, mungkin saja di agak kecapekan, mangkanya jadi agak pucat begitu.


"Ini pak, diminum dulu" Kataku ke pak Doni.


"Iya" Kata pak Doni.


"Capek ya nak" Kata bi Santi yang sedang menyirami tanaman.


"Loh kok bi Santi disini? bukannya tadi di dapur ya?!" Tanyaku.


"Loh dari tadi bi Santi kan disini, tanya aja sama pak Doni" Kata bi Santi.


"Iya dek tadi bi Santi sudah disini, pas kamu masuk bi Santi keluar" Kata pak Doni.


"Tapi kan tadi yang ngambilin air ini juga bi Santi?" Kataku.


"Lah kamu juga bawa gelas kok ngga ada isinya? bibi kira tadi ada loh" Kata bi Santi.


"Duh ah udahlah, nggak usah dibahas, mungkin aku yang ngantuk, aku mau ke kamar dulu ya, siap siap" Kataku.


Lalu aku pun pergi ke kamar. Aku masih tidak bisa mencerna dengan baik apa yang sebenarnya terjadi. Karena aku juga yakin jika pak Doni itu tidak berbohong, lalu apa ini?


.


"Selamat pagi mbak Nurul, aku nggak telat lagi" Kataku sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya iya tau, yaudah deh yuk kita mulai" Kata mbak Nurul.


"Okeyy mbak" Kataku dengan penuh semangat.


.


Kini hari sudah siang dan mbak Nurul sudah pulang, pak Doni pun pastinya juga sekarang ada di rumahnya.


Tapi pas aku melihat ke arah halaman depan, disana ada pak Doni yang sedang memotong rumput yang panjang. Aku juga kaget, karena kan biasanya pak Doni sekarang ada di rumah?


Aku pun memutuskan untuk menghampirinya.


"Pak Doni tumben nggak pulang?" Tanyaku.


"Iyaa saya masih belum selesai" Katanya.


"Oo yaudah deh pak, saya masuk dulu" Kataku lalu dibalas dengan anggukan.


Jika dilihat lihat tadi nada bicara pak Doni tidak seperti biasanya, kayak agak beda gitu. Aku pun tidak menghiraukan hal itu dan memilih untuk pergi ke kamar saja dan tidur siang.


.


"Duhh jam berapa ini?" Kataku saat baru saja bangun tidur sambil mengucek ucek mataku.


Lalu aku melihat jam dinding yang menunjukkan pukul set 4. Aku pun turun dari tempat tidur dan akan menuju ke halaman depan.


"Loh pak Doni dari tadi masih disini?" Tanyaku yang melihat pak Doni memotong rumput.


"Apanya yang dari tadi orang saya baru dateng kok" Kata pak Doni.


"Jam 9 saya udah pulang,terus baru aja kesini lagi" Terang pak Doni.


"Loh tapi kok saya pas sekitar jam 12 an lihat pak Doni lagi potong rumput disini?" Tanyaku.


"Enggak lah kan saya ada di rumah jam segitu" Kata pak Doni.


"Lah saya beneran loh pak" Kataku.


"Udah, mungkin kamu salah lihat aja" Kata pak Doni dan ku iyakan saja.


Akhirnya aku juga ikut membantu pak Doni meskipun ada rasa takut serta penasaran yang terus bergejolak.


.


Hari sudah malam dan aku baru saja selesai mandi, karena tadi aku selesai bersih bersih pas mau magrib.


Kini aku sedang ada di meja makan bersama mama dan bi Santi. Kami makan dengan penuh canda tawa. Tapi tiba tiba mama membuka pintu dan membuatku terkejut.


"Wah udah makan malam ya?" Kata mama.


Aku pun langsung melihat ke arah dimana mama tadi terduduk dan aku pun tidak menemukan sosok mama disana, jika sekarang mama yang baru saja pulang, terus tadi yang makan bersamaku siapa?


"Mama baru pulang ya?" Tanyaku.


"Iya,kan mama udah kirim pesan ke kamu tadi" Kata mama.

__ADS_1


"Oohh iya ma? hehe karena aku seharian ini nggak bukak hp" Kataku.


"Yaudah mama ikut makan ya" Kata mama.


Aku masih pusing dengan hal ini, aku saja sungguh pusing sekali.


.


Kini aku sedang di kamar dan melihat lihat foto foto bunga yang ku foto saat di taman kota, hmm indah sekali, ingin deh kesana lagi.


Entah dorongan dari mana,aku ingin ke bawah dan menonton tv, akhirnya aku membuka pintu kamar dan saat aku ingin menuruni tangga, aku melihat mama sedang tertawa tawa dengan orang di sampingnya.


Karena tidak begitu kelihatan, aku akhirnya menuruni tangga dan pergi ke sana.


"Mama ketawa sama siapa?" Tanyaku.


Mama yang melihatku pun terkejut dan langsung melihat ke arah sampingnya.


"Loh Riss, bukannya tadi kamu disini ya?" Tanya mama.


"Ih mama jangan gitu ah,orang aku dari tadi di kamar kok, ini baru aja aku turun ke bawah" Terangku.


"Beneran loh tadi kamu tuh disini sama mama" Kata mama.


"Mama nggak usah bercanda deh" Kataku sambil sedikit tertawa.


"Buat apa sih mama bohong tentang ginian?" Kata mama serius.


Aku yang melihatnya pun langsung terdiam seketika. Entah kenapa aku mulai merinding dan merasakan hawa hawa aneh.


"Ma, aku kok jadi takut ya?" Kataku pada mama.


"Sama mama juga" Kata mama.


Ting tong


Tiba tiba bel rumah berbunyi.


"Mama aja deh yang buka" Kataku.


"Kamu aja deh" Kata mama.


"Duhh aku takut ma" Kataku.


"Yaudah kalo gitu sama sama aja" Kata mama dan aku langsung mengangguk.


Kami menuju pintu dengan perasaan yang campur aduk. Dan akhirnya kami memberanikan untuk membuka pintu.


Dan ternyata yang datang adalah 2 orang yang mirip sekali dengan aku dan mama, namun mereka sungguh pucat seperti mayat hidup.


"Aaaaaaaaa!!!!!!" Teriakku dan mama.


Aku dan mama yang melihatnya langsung menutup pintu dan pergi ke kamarku lalu juga mengunci kamarku.


Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Dan kekonyolan macam apa ini? apakah mereka itu versi lain dari diriku dan orang orang?

__ADS_1


__ADS_2