
Ara Pov
Setelah pulang dari sekolah, aku mencuci kaki dan tangan lalu berganti pakaian. Aku dirumah sendiri, karena setelah aku tadi dijemput sama mama aku, mama langsung balik lagi ke kantor.
Aku juga punya kakak perempuan, tapi dia kuliah di luar kota, jadinya ngekost. Papa juga kerja sampe kadang pulangnya malem banget. Jadi kesendirianku ini sudah menjadi hal yang biasa.
Dan itu tak cukup menyedihkan untukku. Aku mencari makan di kulkas, tapi tiba tiba terketuklah pintu rumah.
Tok tok tok
Aku heran siapa ya yang dateng? daripada penasaran aku pun membuka pintu itu. Lalu aku tidak ada siapapun disana, lalu saat aku akan menutup pintu..
Brakk brakk ...
Terjadilah hal yang membuatku kaget bercampur takut. Aku sungguh membeku seketika, masih berdiri dengan pintu yang terbuka. Akhirnya aku melihatnya lebih dekat, banyak orang yang mengerumuninya.
Disana ada pengendara motor dan mobil yang bertabrakan, kecelakaan lebih tepatnya. Dan kecelakaan itu tepat sekali di depan rumahku. Aku tak sanggup untuk melihatnya lebih lama, karena banyak darah yang mengalir dari tubuh mereka.
Aku pun bertanya tanya, siapa yang mengetuk pintu rumahku tadi? karena dia mengetuk pas sekali sebelum kecelakaan terjadi. Siapa orang itu? dan mengapa dia ingin aku melihat peristiwa ini?
Rissa Pov
Sesampainya dirumah, aku langsung merasa lapar. Aku pun sempat bingung karena biasanya aku tidak terlalu mudah lapar gitu, mungkin karena aktivitasku hari ini berbeda dengan aktivitasku sebelumya.
Seusai makan, aku pergi ke halaman belakang yaitu kolam renang lebih tepatnya. Oh iya, di dekat kolam renangku sekarang terdapat gazebo yang baru datang tadi pagi saat aku sekolah.
__ADS_1
Aku cukup suka dengan gazebonya karena terlihat nyaman sekaligus memberikan suasana tenang juga, dan yang lebih utamanya lagi bisa untuk tempat berteduh juga.
Kurang lebih 10 menit aku lamanya berada disini dan tidak melakukan apapun, entah kenapa sangat nyaman tempatnya sampai aku bisa berlama lama disana. Aku akhirnya pergi ke kamar saja dan melakukan sesuatu.
Saat aku membuka pintu kamarku, terdengar sesuatu yang bergetar, aku pun cepat cepat mencari asal suara tersebut. Ternyata hpku lah yang bergetar dan terdapat panggilan suara dari Ara, dengan cepat aku segera mengangkatnya.
*Ada apa Ra? kok suaramu kayak orang kelaperan.
Eh gue tuh takut tau, tapi jujur juga laper sih. Gini, tadi kan pas aku nyari makanan di kulkas tuh kan, tiba tiba ada yang ngetok pintu gitu.
Ya bukak lah.
Udah dengerin aku dulu aja. Nah jadi kan aku bukain ya pintunya, lalu ngga ada siapa siapa di luar rumah. Trus pas aku mau nutup pintunya tuh tiba tiba ada kecelakaan yang pas banget di depan rumahku, gimana aku ngga takut coba?
Krekk krekk
Riss?
Hah iya kenapa?
Aku takut nih, mana aku dirumah sendirian lagi.
Lah lu ngga punya saudara?
Punya sih, kakak gue tapi dia ngekost di luar kota.
__ADS_1
Ooo, yaudah lu tenangin diri dulu aja, atau nonton tv apa gimana gitu
Oo yaudah deh gue coba dulu ya
Iya*
Aku mengakhiri panggilan suaraku tadi dengan Ara. Aku langsung meletakkan hpku di tempat tidur dan memeriksa pintu. Aku melihat ke luar pintu dan tidak ada siapapun.
Dan di saat aku ingin menutup pintu, aku mendengar seperti ada sesuatu yang jatuh dengan kuat. Karena ingin tahu aku pun memeriksa lagi tapi aku tak menemukan apapun.
Karena mendadak aku haus, aku pun pergi ke dapur untuk mengambil air. Tapi baru beberapa langkah aku menuruni tangga, aku menghentikan langkahku. Aku sungguh tak bisa berkata apa apa.
Aku tak tau apa yang harus kulakukan. Bagaimana tidak kalau ada kepala terpenggal yang terlihat seperti baru saja pecah, karena banyak darah yang mengalir dari dalam kepalanya. Memang itu berada agak jauh dari tangga, tapi aku tetap takut. Aku pun langsung memanggil bi Santi.
"Bi Santi, sini bi!!" Teriakku.
Lalu dalam hitungan detik bi Santi pun datang dan berekspresi sama denganku tadi.
"Kkok?" Ucap bi Santi.
"Aku juga ngga tau bi, tadi pas aku mau ambil air itu udah ada bi" Terangku.
"Yaudah kamu ambil air aja dulu" Kata bi Santi.
Aku pun melangkahkan kakiku lagi, dan disaat setelah aku menaiki anak tangga yang terakhir tiba tiba kepala itu menggelinding tepat di depanku. Tentu saja aku takut, merinding dan nyaliku menciut. Ditambah cerita Ara tadi yang membuatku ngeri juga dan terus kepikiran.
__ADS_1
"Duh apa coba kamu loncatin aja?" Suruh bi Santi.