
Terkadang jika kita bangun tidur kita tidak akan langsung bangun atau malah ingin tidur lagi, itulah yang dirasakan olehku sekarang.
"Rissa kamu kok nggak bangun bangun sih? ini udah pagi loh" Kata mama yang sedang menggoyang goyangkan tubuhku.
"Duhh maa 5 menit ajaa, masih ngantuk berat nih" Ucap ku dengan suara khas bangun tidur.
"Pak Doni udah dateng loh, kamu nggak mau bantu nih?" Tanya mama.
"Iyaa ma mau, tapi bentaran aja ma" Kataku.
"Okee tapi kalo kamu bangunnya kesiangan jangan salahin mama" Kata mama.
Karena aku masih ngantuk jadi aku pun pergi tidur lagi dan tidak menghiraukan ucapan mama.
"5 menit aja" Pikirku.
.
Aku pun akhirnya terbangun dari tidurku dan aku langsung melihat jam.
"Haa?? udah jam 7??!!" Seruku.
Aku pun langsung menyiapkan buku dan alat tulis dengan tergesa gesa, karena mbak Nurul pasti udah dateng.
"Selamat pagi mbak Nurul😀" Ucapku dengan tampang tak berdosa.
"Pagi, kamu tau kamu akan dapat apa?" Tanya mbak Nurul.
"Apa ya mbak? seblak ya?" Tanyaku dengan penuh tanya.
"Seblak apanya, kamu dapet hukuman" Kata mbak Nurul.
"Duhh jangan berat berat ya mbak" Kataku memelas.
"Cuma muterin halaman depan 5 kali kok, nggak berat kan?" Kata mbak Nurul.
"Yaudah iya deh mbak" Kataku lalu meletakkan buku di meja dan pergi ke halaman depan.
"Selamat pagi pak Doni" Sapa ku pada pak Doni.
"Pagi jugaa" Kata pak Doni.
"Ayoo cepetan waktu belajar kita udah berkurang loh" Kata mbak Nurul.
"Iya deh iya" Kataku.
Lalu aku pun segera berlari menyusuri halaman depan, huhh untung halamanku tidak sebesar lapangan sekolah pada umumnya.
Saat aku sudahencapai putaran ke 4, aku memberhentikan lariku, karena aku mendengar suara tangisan anak kecil. Suara itu terdengar sangat jelas di telingaku.
__ADS_1
"Hi..hi...hii.....hikss"
Kurang lebih suaranya seperti itu, yaa seperti tangisan anak kecil pada umumnya.
"Kurang 1 putaran lagi lho, kok berhenti?" Tanya mbak Nurul sembari melipat kedua tangannya.
Aku yang mendengarnya pun langsung melanjutkan lagi kegiatanku ituu, ah lebih tepatnya hukumanku.
.
Kini aku sedang berada di meja makan untuk mengisi perutku yang kosong sejak tadi pagi. Jam belajar baru saja selesai dan sekarang aku hanya berdua dengan bi Santi.
"Kamu nggak mau bibi buatin apa gitu?" Tanya bi Santi.
"Nggak bi" Kataku.
"Yaudah kalo gitu bibi mau tidur dulu ya, kalo butuh apa apa kamu tinggal panggil bibi aja" Terang bi Santi.
"Iya bi" Jawabku.
Aku pun masih belum menghabiskan makananku jadi aku pun segera menghabiskannya.
"Hi...hii...hii..hiks"
Terdengar suara tangisan lagi. Aku pun bingung suara tangisan siapa. Apa Anna adeknya kak Rehan ya? hmm mungkin saja.
Selesai makan aku menaruh piring itu ke tempat cucian dan mencucinya, sebenarnya aku malas mencucinya tapi aku lagi gabut aja.
Karena aku bingung harus ngapain akhirnya aku pergi ke kolam renang yang ada di belakang rumah.
Tak lupa aku pun membawa hp biar ngga gabut gabut amat. Saat aku disana, aku hanya memasukkan sebagian kakiku disana.
"Oh iya, kan disini bisa foto foto, coba ahh" Gumamku.
Aku pun memotret kakiku yang ku rendam, kolam renangnya juga , lalu tak lupa aku pun juga berfoto selfi.
Aku pun bersiap siap berpose dan cekrik, aku memfotonya. Lalu aku pun melihat lihat foto yang tadi telah ku foto.
Dan saat aku mengecek foto selfiku tadi, aku agak bingung karena kayak ada orang dibelakang. Aku yang penasaran pun langsung menzoom bagian itu dan disana terlihat samar samar sosok anak kecil yang sedang menunduk ke bawah.
Aku pun langsung terkejut sekaligus takut serta merinding di tempat. Bersamaan itu pula, aku mendengar suara tangisan lagi untuk ke tiga kalinya.
Aku pun langsung mengangkat kakiku dari kolam dan segera masuk ke dalam rumah, lalu seketika suara tangisan itu hilang begitu saja.
.
*Aku tiba tiba berada di suatu tempat semacam hutan? yang nggak ada rumah 1 pun aku pun panik seketika, karena aku sendirian disana, akhirnya aku berusaha mencari jalan pulang.
Saat aku sedang di tengah tengah perjalanan, aku mendengar suara tangisan anak kecil. Aku merasa lega, karena ada orang disini selain aku dan mungkin saja dia bisa membantuku mencari arah pulang. Aku pun langsung mencari dimana asal suara itu.
__ADS_1
Ternyata ada anak kecil yang sedang meringkuk sambil menangis. Aku pun mendekatinya dan berkata..
"Kamu kenapa nangis?"
Tak ada jawaban darinya, aku pun akhirnya menepuk pundaknya pelan.
"Udah nggak usah nangis lagi" Kataku.
Lalu perlahan suara tangisannya pun hilang. Aku pun mulai lega, tapi dia masih menyembunyikan wajahnya.
Tiba tiba dia memutar kepalanya ke arahku lalu..
"Wwwaaagghhh" Ucapnya sambil memamerkan giginya yang tajam dan banyak darah yang mengalir dari matanya.
Aku langsung berlari tanpa tau tujuan,yang terpenting sekarang aku harus menyelamatkan diriku. Tapi kenapa lariku jadi pelan gini ya? Duhh mana aku nggak berani nengok ke belakang lagi.
Lalu tiba tiba dia memegang kakiku yang berhasil membuatku tidak dapat berlari karena dia memeganginya dengan berat. Dan dia menyeret kakiku dan membuatku otomatis ikut terseret.
"Lepaskan akuu" Teriakku.
"Kamu kenapa Riss?" Tanya mama yang membangunkanku.
"Hah..hah..hah" Suara deru nafasku yang memburu.
Ternyata aku baru saja bermimpi buruk dan itu masih terngiang iang di pikiranku. Dan kini aku masih berada di kursi ruang tengah depan tv, karena tadi tiba tiba aku ngantuk sekali.
"Yaudah sekarang kamu mandi terus makan malem ya, ini udah mulai malem" Kata mama.
Aku pun segera menuju kamar dan mandi lalu makan malam bersama.
.
Aku tengah kini tengah mencuci piring kotor yang baru selesai ku buat makan tadi. Setelah bersih aku mengelapnya dengan serbet lalu menaruhnya di rak piring.
Tok tokk
Kaca dapur terketuk dari luar. Aku pun heran karena bi Santi, mama dan aku berada di dalam, jika pak Doni tidak mungkin sekali,karena dia pulang sore tadi.
Aku pun melangkahkan kakiku keluar dari dapur.
Tok tokk
Kaca terketuk untuk kedua kalinya lalu aku pun mendekati kaca itu dan tak melihat adanya orang.
Lalu tiba tiba muncul sosok anak kecil bergigi tajam dan banyak darah mengalir dari wajahnya dan dia menghadap pas sekali di depan wajahku.
Aku pun langsung berteriak.
"AAaaaaaaaaaa!!!"
__ADS_1
Karena anak kecil itu sungguh persis sekali dengan anak kecil yang berada di dalam mimpi burukku tadi.
Sebenarnya apa maksudnya? apa ini pertanda akan sesuatu?