
Masih disini, di tempat yang sama aku masih ketakutan. Dan dimana bi Santi? apa dia tidur? uhh sudahlah. Mama adalah harapan ku satu satunya untuk saat ini. Ku harap mama cepat pulang.
Tiba tiba aku mendengar suara langkah kaki orang, bukan langkah kaki anak laba laba tadi.Meskipun begitu, aku tetap takut.
"Apa kau baik baik saja?" Tanya seseorang.
Tunggu aku sebelumnya tidak pernah mendengar suara orang ini. Dan aku pun memberanikan diri untuk melihatnya.
"Siapa kamu? kamu bukan anak laba laba yang tadi bukan?" Tanyaku padanya.
"Nanti saja kita bicarakan, sekarang ikut ke rumahku karena di rumahku aku punya lampu yang menyerap energi, jadi lampu di rumahku masih nyala" Jelasnya.
Aku masih takut dan bingung karena aku tidak mengenalnya sama sekali.
"Dan aku bukan anak laba laba" Tambahnya.
"Siapa dirimu?" Tanyaku lagi.
"Aku Rehan, mamamu yang menyuruhku untuk membawamu ke rumahku, jadi ikutlah saja" Katanya yang berusaha meyakinkan diriku.
Akhirnya aku ikut saja dengannya karena dia menyebutkan 'mamaku'. Aku berdiri dari dudukku lalu masih beberapa langkah akan keluar rumah aku memberhentikan langkahku.
"Apa lagi?" Tanyanya.
"Bi Santi gimana?" Tanyaku.
"Siapa dia?" Tanyanya.
"Dia pembantu disini, dan sedari lampu mati tadi aku meneriaki nya dan tidak ada jawaban darinya." Jelasku.
Kreeekkk....
Aku mendengar suara pintu,dan ternyata itu adalah suara pintu terbuka milik bi Santi.
"Lampunya mati ya ini?" Tanya bi Santi.
"Yaiyalah bi, masih nanya bibi ini" Kataku.
"Dan siapa anak disampingmu itu?" Tanya bi Santi.
"Udahlah bi nanti saja, sekarang kita ikut ke rumahnya" Kataku.
Lalu aku, bi Santi dan orang asing tadi pun keluar dari rumahku dan pergi ke rumahnya. Tak lupa bi Santi juga mengunci pintu. Kami ke sana menggunakan payung, Aku dan bi Santi se payung dan orang tadi di depan kami memimpin.
Sudah aku bilang ya jika di samping samping rumahku masih ada rumah lain, dan jangan kira aku tidak mempunyai tetangga, kalian pikir hutan?
.
Kami sampai di rumahnya, rumahnya tidak sebesar rumahku tapi rumah ini terlihat sungguh nyaman.
__ADS_1
"Masuklah dan letakkan payung mu di luar saja, satu lagi lepas sendalmu" Katanya.
Aku dan bibi pun masuk dan duduk di ruang tamu. Dia pergi ke dalam entah kemana.
.
"Minumlah teh hangat ini bibi, Rissa, aku tau kalian kedinginan" Katanya sambil menyuguhkan dua gelas teh hangat.
Aku pun langsung meminumnya juga di ikuti oleh bi Santi. Teh ini benar benar membuat rasa dingin di badanku hilang seketika. Dan aku juga masih bingung, bagaimana mana mama bisa mengenal orang asing ini dan sejak kapan mama mengenalnya? karena mama sama sekali tidak cerita tentang anak asing ini, dan dia juga tau namaku.
"Oh iya kata mamamu, dia akan sampai sebentar lagi jadi jangan merisaukan dia" Kata orang itu.
"Okeey, Siapa tadi namamu?" Tanyaku.
"Rehan, kamu Rissa kan?" Tanyanya.
"Iya" Jawabku.
"Kamu kelas berapa?" Tanyaku.
"Delapan" Jawabnya.
"Aku tujuh, harus manggil 'kak' ya?" Tanyaku
"Terserah, anggap saja aku ini teman barumu" Katanya.
"Hmm okeyy" Kataku.
"Rissa, bi Santi, untung kalian baik baik aja" Kata mama yang baru sampai dan masing diambang pintu.
"Iya ma, aku baik baik aja kok" Kataku sambil tersenyum.
"Ya udah yuk kita pulang, tadi mama lihat listriknya udah nyala kok" Kata mama.
Akhirnya aku dan bi Santi berdiri dari duduk dan akan keluar ke pintu.
"Oh iya Rehan, orang tuamu mana?" Tanya mama.
"Sedang keluar tante, kayaknya bentar lagi Dateng kok, tante tenang aja" Jawab kak Rehan.
"Oohh ya sudah kamu berani sendiri kan?" Tanya mama lagi.
"Berani tante, saya sudah terbiasa kok" Jawab kak Rehan.
"Yasudah Tante pulang dulu ya, makasih ya han" Kata mama.
"Makasih ya kak Rehan" Kataku sambil tersenyum.
"Iya" Kata kak Rehan sambil membalas senyuman ku.
__ADS_1
Akhirnya aku, mama dan bi Santi pulang ke rumah dan hujan sudah mulai reda.
.
Sekarang aku di kamar, memikirkan dengan apa yang aku tadi lihat. Bayangkan saja ada orang memencet bel rumah di tengah mati lampu lalu kau membukanya dan setelah kau buka kau menemui anak kecil yang berjalan seperti laba laba dan menatapmu lalu bersuara dan memperlihatkan gigi runcing nya,apa kalian tidak takut?
Aku saja masih terngiang ngiang akan wajah dan suaranya. Aku juga heran kan tadi ada suara barang pecah juga kan? namun saat setelah aku periksa,aku tidak menemukan barang pecah 1 pun. Lalu tiba tiba mama datang kekamarku dan itu membuatku sempat terkejut. Btw,mama habis makan malam.
Mama pun duduk di tempat tidurku. Lalu aku memulai perbincangan.
"Sejak kapan mama kenal kak Rehan?" Tanyaku pada mama.
"Sebenarnya mama baru ketemu tadi pagi, pas mama berangkat, mama mampir sebentar ke rumahnya buat ambil berkas yang dibawa sama orang tuanya si Rehan yang orang tuanya itu temen sekantor mama, jadi mama juga ketemu sama si Rehan juga" Terang mama.
"Oo gitu ya ma" Kataku.
"Oh iya mama kok tau kalo di rumah mati lampu?" Tanyaku pada mama.
"Tadi Bu Rena kirim pesan ke mama kalau daerah rumah kita mati lampu jadi mama minta ke Bu Rena buat bawa kamu sama bi Santi ke rumahnya, karena mama tau kalo lampu di rumahnya bisa buat nyimpan energi, gitu"Jelas mama panjang kali lebar.
"Oo Bu Rena itu mamanya kak Rehan?" Tanyaku.
"Bener Riss" Jawab mama.
"Ma di rumah tadi tuh ada lilin loh,ngapain nyuruh kak Rehan buat bawa aku dan bi Santi ke rumahnya?" Tanyaku pada mama.
"Loh, dirumah tuh belum ada lilin lo Riss, mama aja blom nyetok sama sekali" Kata mama.
"Ihh apain sih mama nih, orang aku nemu 1 lilin tadi di lemari" Kataku.
"Masa sih? perasaan mama belum nyetok sama sekali deh" Jelas mama.
"Alah mama lupa kali, karena sering lembur kerja mama jadi sering pikun nih" Kataku sambil tertawa kecil.
"Apa iya ya? wajah mama nggak tua kan tapi?" Tanya mama dengan memasang wajah khawatir sambil memegang megang mukanya.
"Tidak kok ma, mama tetep keliatan muda kok" Kataku sambil tertawa renyah"Kataku.
"Oo yaudah deh" Kata mama sambil menghembuskan nafas lega.
"Ma, aku juga mau cerita lagi nih" Kataku.
"Kamu nggak capek apa cerita terus?" Tanya mama.
"Capek sih ma, tapi aku mau cerita" Kataku.
"Kamu nggak ngantuk?" Tanya mama.
"Ngantuk sih, yaudah besok aja ceritanya sekarang kita tidur ya ma" Kataku dan dibalas anggukan oleh mama.
__ADS_1
Akhirnya aku dan mama tidur karena malam juga mulai larut, mama juga tidur di kamarku untuk malam ini.