
Dua Minggu Kemudian Setelah Kejadian itu kini pondok pesantren Darul Qur'an kedatangan tamu dari Banjar Negara. Yaitu Sepupu nya Ustadz Dimas yang mengajar Ilmu Bahasa Arab.
Beliau menitipkan Noval Dzaky Nughroho dan Afifah Hanaya di pondok pesantren, Karena beliau kelelahan merawat anaknya yang nakal - nakal.
" Ayah aku gak mau disini sok alim ih" Ucap Afifah
" Iya apaan sih disini, lagian cita-cita ku itu bukan jadi ustadz" Ucap Noval dengan nada kesal.
" Dengar yah Ayah menitipkan kalian disini bukan untuk mengejar cita cita kalian, tapi ayah mau kalian punya adab yang baik fah, fal" Jawab Ayah.
" Iish Aku gamauu pokoknya" Ucap Afifah.
Tidak lama kemudian Ayah Afifah meninggalkan pondok pesantren dan menitipkan anak nya kepada ustadz Dimas.
" Ayah pamit yah, baik baik disini turuti apa yang ustadz suruh" Ucap Ayah.
" Hemmm" Jawab Noval.
" Ustadz ku titipkan anak anak ku kepada mu yah" Ucap Ayah Afifah.
" Baik pak" Jawab Ustadz.
Mereka pun langsung di suruh istirahat ke kamar masing masing dan melanjutkan aktivitas yang ada di pondok pesantren, Baru jam 2 siang Afifah sudah kelelahan menjalani aktivitas yang ada di pondok pesantren ini, Afifah pun tertidur pulas, tidak lama kemudian Syara melihat Afifah dan Segera membangunkan nya takut ketahuan ustadz yang ada nanti dia bisa di hukum.
" hai" Ucap Syara Sembari memegang tangan nya Afifah.
" Afifah Bangun dong nanti ustadz marah loh " Ucap Syara.
__ADS_1
Afifah pun langsung bangun ketika ada kata ustadz, entah kenapa Afifah takut sama ustadz takut di laporkan Ayah nya.
" Eummm.... kamu siapa" Tanya Afifah.
" Aku Syara" Jawab Syara.
" Kamu Murid baru disini yah? " Tanya Syara.
" Iya " Jawab Afifah.
Tiba-tiba ustadz muncul dan langsung menyuruh mereka untuk pergi ke sungai.
"Adek adek mau bantu pak ustadz tidak?" Ucap Ustadz
" Bantu Apa Pak" Jawab Syara.
" pergi ke sungai dan ambilah 7 batu yang ada disana" Ucap ustadz.
"Jangan Banyak tanya nanti bapak jelasin" Jawab Ustadz.
Mereka pun segera pergi ke sungai di sepanjang perjalanan Syara bercerita tentang masa lalu nya, Afifah merasa senang bersama Syara. Dia orang nya Asik di ajak Bercanda dan lagi manis. Mengingatkan Afifah pada temannya yang ada di Banjar Negara.
Sesampainya di sungai Syara langsung mengambil 7 batu Sedang, Tiba tiba Ada yang melempar batu ke arah Afifah, dan Afifah mengira itu Syara.
" Ra kamu iseng yah?" tanya Afifah.
" Gak fa, emang kenapa? " Jawab Syara.
__ADS_1
" Tadi ada yang lempar batu ke Aku" Ucap Afifah
Syara pun langsung teringat dengan sosok anak kecil yang berbaju merah yang selalu mengikuti nya.
" emmm... Mendingan kita pulang aja yuk " Ucap Syara
Mereka pun langsung menuju pulang ke pondok pesantren dan melewati rumah misterius itu, tiba-tiba di jendela rumah itu Afifah melihat Sosok anak kecil di Jendela Rumah misterius itu.
Afifah pun ketakutan dan langsung lari meninggalkan Syara, Syara bingung kenapa dia lari dia pun langsung mengejar Afifah yang ketakutan.
"Fah... Tunggu, tunggu" Ucap Syara sambil berlari.
Tidak lama kemudian mereka Sampai pondok pesantren dan segera memberikan batu yang diminta oleh ustadz.
" Ini pak batu nya" Ucap Syara.
" Terima kasih " jawab ustadz.
Ustadz pun meninggalkan Syara dan Syara langsung menanyakan kenapa Afifah kenapa ia Ketakutan ketika sampai di rumah Kosong itu.
Ketika Afifah ingin menceritakan tiba tiba Afifah Pingsan, dan Syara pun panik langsung memanggil Ustazah Halimah.
Selesai
Happy Reading ❤️
Semoga jadi pengemar setia novel ku.
__ADS_1
Mohon kritikan nya dan saran nya.
Terima kasih jangan lupa like +coment.