Rumah Misterius

Rumah Misterius
Jangan menengok ke belakang


__ADS_3

Masih di malam yang sama setelah kejadian yang sempat membuatku nyaris di bawa oleh anak itu, uhh jangan sampai.


Aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi untuk sekedar buang air, gosok gigi dan mencuci muka.


Lalu setelah melakukan kegiatanku itu, aku segera keluar dari kamar mandi tapi saat aku tengah berjalan ke luar aku merasa..seperti ada yang melihatku dari belakang, kita semua pasti kadang kerasakan kalau dilihatin orang?


Ya, sekarang ini yang aku rasakan, tapi saat aku akan menengok ke belakang, ada suara bisikan yang terdengar jelas di telingaku.


Dia bilang 'Jangan menengok ke belakang'. Aku seketika merinding, sungguh!. Kini aku sangat takut, akhirnya aku memilih untuk tidak menengok ke belakang agar terhindar dari resiko apapun.


Aku langsung menuju ke tempat tidurku tanpa menengok ke arah kamar mandi. Aku takut jika 'dia' masih disana. Akhirnya aku memilih untuk memejamkan mata agar aku cepat tertidur.


Jika kalian jadi aku apakah kalian berani menengok kebelakang? apa kalian pernah mengalaminya?


.


.


Suara kicauan burung terdengar begitu nyaring di telingaku, udara pagi yang dingin membuatku agak kedinginan.


Aku ingin masuk ke dalam kamar mandi, namun aku masih teringat akan hal kemarin yang sempat membuatku deg degan sekali dan merinding.


Tapi dengan cepat aku membuang semua pikiran itu dan memberanikan diri.


.


Aku memutuskan untuk mandi sore di nanti,karena ini hari Minggu, dimana di hari itu seakan malas untuk mandi jika tidak berpergian.


Kini aku sedang berada di halaman rumah untuk membantu pak Doni menyirami tumbuhan, sedangkan pak Doni memotong rumput yang panjang panjang.


Ini memang hari Minggu yang seru bagiku, biasanya aku jarang seperti ini dan hanya menghabiskan waktuku di dalam rumah saja.


"Pak ini tanamannya udah saya siramin semuanya, saya bantu apa lagi?" Tanyaku.


"Oo iya makasih dek, udah nanti biar pak Doni aja, sekarang kamu istirahat aja" Kata pak Doni.


"Lah saya kan mau bantu" Kataku sambil cemberut.


"Sebenernya boleh boleh aja sih, tapi saya kan jadi kaya nggak kerja kalo kaya gini, saya juga nggak enak sama ibumu" Kata pak Doni.


Tiba tiba mama datang dari dalam rumah..


"Loh nggak papa loh pak, malahan nanti Rissa biar jadi ada kegiatan dan nggak di dalem rumah terus" Kata mama.

__ADS_1


"Nahh bener kan pak" Kataku.


"Yaudah deh dek" Kata pak Doni.


Sebenarnya aku juga agak aneh dipanggil 'dek' sama pak Doni, tapi aku suka sih..kaya kelihatan muda gitu..hihii..


.


Aku merasa lelah, karena aku baru saja menyapu sebagian halaman rumah, walaupun hanya sebagian kecil dan lainnya di kerjakan oleh pak Doni.


Aku pun masuk ke dalam rumah untuk meminta dibuatkan minum oleh bi Santi. Tapi aku tak menemukan keberadaan bi Santi. Daripada mencari bi Santi aku memilih untuk membuat minum sendiri.


Setelah selesai, aku menaruh 2 gelas minuman di atas nampan dan akan membawanya ke depan rumah, tapi tiba tiba ada suara yang terdengar jelas di telingaku 'Jangan menengok ke belakang '.


Kurang lebih seperti itu suara yang ku dengar,aku pun berpikir kan aku sudah mengahadap ke depan, tapi..kenapa dia bilang 'Jangan menengok ke belakang '.


.


Hari sudah mulai siang dan akhirnya halaman rumah sudah bersih semua. Aku dan Pak Doni beristirahat di teras rumah sambil meminum minuman yang kubuat tadi.


"Oh iya pak, kolam renang di belakang belum dibersihin pak, nanti kita bersihin sama sama ya" Kataku.


"Iya tapi nanti sore aja ya, bapak mau pulang sebentar, nanti bapak balik lagi" Kata pak Doni.


"Oo, kenapa pak?" Kataku.


"Oo emang anak bapak yang satunya kemana?" Tanyaku.


"Sekolah, dia kelas 7 SMP" Kata pak Doni.


"Oo berarti sama kayak aku pak, cewek apa cowok?" Tanyaku.


"Cewek, nanti kapan kapan bapak kenalin deh" Kata pak Doni.


"Siap pak" Kataku.


.


Setelah pak Doni pulang ke rumah, aku masuk kedalam rumah sambil membawa gelas tadi. Aku menaruhnya di tempat cucian untuk dicuci nanti.


Aku sudah lapar dan aku juga tidak mood untuk makan nasi, jadi aku makan roti yang atasnya diolesi selai coklat.


.

__ADS_1


Kini hari sudah sore dan pak Doni sudah kembali ke rumah. Kami membersihkan kolam renang bersama sama. Sesekali kami bermain air, padahal kami tau jika airnya kotor.


Setelah selesai dibersihkan aku mengisi air di kolam, lalu saat sudah penuh aku pun berhenti untuk mengisinya.


"Ayo masuk dek, ini udah mulai gelap" Kata pak Doni.


"Iya pak sebentar" Kataku yang masih duduk di tepi kolam renang sambil memasukkan kakiku disana.


"Yaudah tapi nanti cepat masuk ya, bapak mau pulang dulu" Kata pak Doni.


"Iya pak" Kataku.


Aku masih menetap disana dan melihat bayangan wajahku disana, tapi kok wajahku terlihat berbeda ya? karna bayangan wajah disana tidak seperti wajahku.


Lalu wajah itu tiba tiba menaikkan kepalanya dan menatap wajahku dengan wajah yang mengerikan, aku pun terkejut, saking takutnya aku langsung ingin kabur dari sana.


Tapi tiba tiba kakiku di tarik olehnya, aku pun cepat cepat menghempaskan tangannya dan syukurlah aku berhasil untuk kabur.


Lalu aku cepat cepat aku ingin segera menutup pintunya. Lalu aku melihat dia berdiri di tepi kolam renang dan berlari ke arahku sambil 1 jarinya menunjuk ke arahku.


Aku yang melihatnya langsung menutup pintu danenguncinya rapat rapat. Lalu aku pun lega karena dia tidak bisa masuk ke dalam.


.


Aku baru saja selesai makan malam bersama mama dan bi Santi, mama masih melihat tv di ruang tengah sedangkan aku memilih untuk ke kamar saja.


Aku memutuskan untuk membaca novel meski hanya sebentar. Tapi lama lama aku mulai bosan dan memilih untuk membuka hp.Dan tumben sekali grub chat aku, Ara dan Dio sepi jadi aku pun mengetikkan sesuatu.


🍁SARAO🍁


Anda:Kok sepi? (19.00)


Dio:Kalo rame tuh warung yang kemaren kita kunjungin (19.00)


Ara:Maksud Rissa tuh grubnya (19.01)


Dio:Tau (19.01)


Ara:Kalo tau kenapa malah bawa bawa warung? (19.02)


Anda:Udah ah kalian ini apa sih,gausah debat kaya gitu lah (19.02)


Aku pun akhirnya meletakkan hp di meja dekat kasurku dan pergi ke kamar mandi. Aku sudah selesai menggosok gigi dan sekarang aku lagi mencuci muka.

__ADS_1


Selesai itu, aku pun membasuh mukaku dan melihat ke arah kaca, aku melihat dari kaca ada sosok yang lumayan tinggi dan dia bertanduk merah, aku pun yang melihatnya langsung ingin menoleh ke belakang.


Tapi dia bilang begini dengan nada yang mengerikan 'Jangan menengok ke belakang '


__ADS_2