Rumah Misterius

Rumah Misterius
Liburan


__ADS_3

Hari ini hari Minggu, ya hari ini adalah hari yang kutunggu tunggu karena di hari Minggu ini aku bisa bersantai sepuasku dan itu bisa dibilang refreshing. Dan besok aku sudah harus sekolah.


Aha!aku punya ide, bagaimana jika aku menyarankan mama untuk liburan kemana gitu, cuma deket deket aja sih biar ngga di rumah terus gitu. Aku pun keluar dari kamar dan menuju ke kamar mama.


"Ma,liburan yuk kemana gitu, yang deket deket aja" Ucapku setelah membuka pintu.


"Ke pantai mau nggak?" Tanya mama.


"Boleh boleh ma, lama nih nggak ke pantai" Ucapku riang.


"Yaudah kamu siap siap dulu ya" Kata mama.


"Oke, oh iya bi Santi sama pak Doni diajak nggak ma? tapi kalau pak Doni ikut otomatis anaknya juga harus ikutlah ma" Kataku.


"Iya kita ajak semua, pak Doni juga suruh ajak anaknya" Kata mama.


"Okey" Ucapku sembari mengacungkan dua jempol.


.


Setelah memberi tahu bi Santi dan pak Doni, aku kembali ke kamar untuk menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa ke pantai nanti. Kacamata, topi, baju ganti, mungkin ini saja yang kubawa.


Aku juga mengenakan pakaian khas khas pantai gitu. Setelah semua barang terkemas, aku pun ke luar dengan baju pantaiku, kacamata yang terpasang di mataku dan topi yang berada kepalaku.


"Wih anak pantai banget nih" Kata mama yang terpukau.


"Hehee biasa aja ini mah" Kataku malu malu.


"Yaudah kita berangkat sekarang yuk bi, pak" Kata mama.


Lalu aku, mama, pak Doni masuk ke dalam mobil, sedangkan bi Santi mengunci gerbang terlebih dahulu. Kini pak Doni yang menyetir dan sedangkan aku, mama dan bi Santi di belakang.


Kita menuju ke rumah pak Doni dulu untuk menjemput anaknya, karena tadi pak Doni sudah menelpon mereka untuk bersiap siap. Anak pak Doni pun masuk ke mobil, anaknya yang kecil di samping pak Doni.


Lalu aku di kursi belakang sendiri bersama anaknya yang besar yang seumuran denganku. Sebenarnya aku agak canggung untuk berkenalan lalu tiba tiba di mengajakku bicara.


"Hai namamu siapa? namaku Lia" Ucapnya.


"Hai juga, namaku Rissa" Kataku.


"Kamu anaknya Bu Kirana kan?" Tanyanya.

__ADS_1


"Iya" Ucapku.


"Kamu sekolah dimana?" Tanyaku.


"Di SMP Anpega, kamu?" Tanyanya.


"Wah sama loh, tapi aku baru besok sekolah disana,kan biasanya aku homeschooling kamu di kelas apa? kalo aku 7 D" Tanyaku.


"Sama,berarti kita sekelas dong" Katanya riang.


"Iya" Ucapku.


.


Kami sampai di pantai, pantai cengkrong tepatnya. Disana sangatlah indah, karena tempatnya yang bersih dan udaranya yang sejuk, serta suara ombak yang menggembur gebur membuatku semakin cinta akan salah satu ciptaan Tuhan ini.


Pak Doni dan bi Santi pun mengambil beberapa makanan dan tikar di bagasi untuk di tepi pantai nanti. Pantai masih belum ramai,karena ini masih pagi.


Lalu kami semua menuju ke tempat yang sekiranya teduh untuk menggelar tikar. Kami pun duduk melingkar dan terdapat berbagai macam makanan.


"Tadi udah kenalan belum nih hayoo" Kata mama menggoda.


"Udah kok ma, tapi sama adeknya Lia belum" Ucapku malu malu.


"Kenalkan kak namaku Nira" Ucapnya.


"Kenalin juga nama kakak Rissa" Ucapku.


"Kakak cantik deh" Ucapnya.


"Kamu juga lucu kok" Ucapku sembari mencubit pipinya gemas.


"Udah sana main main sana" Kata mama sambil mengarahkan dagunya ke arah pantai.


"Yukk" Kataku sambil melihat ke arah Lia dan Nira.


"Ayokk" Balasnya.


Lalu kami pun berlari ke arah pantai tanpa menggunakan alas kaki. Saat aku berdiri di tepian air dan ombak air itu mengenai kakiku, aku merasakan sensasi yang tak bisa dijelaskan kayak adem gitu, tapi saat ombak itu kembali kakiku seakan terbawa ombak dan pasirnya pun ikut menyusut.


Aku juga tidak mau kalau terlalu ketengah, ya kalian tau apa yang ku maksudkan kan?

__ADS_1


"Kak ayo membuat istana pasir" Ucap Nira yang sudah berjongkok dengan Lia.


Aku pun menghampiri mereka, lalu membuat istana pasir bersama. Walau istana pasirnya nggak jadi seperti ekspetasi, namun kami tetap senang. Dan karena sifat jailku ini muncul,aku mengoleskan pasir basah ke pipi Lia, lalu Nira pun ikutan, alhasil terjadilah saling oles.


Setelah lelah dengan keributan kami ini,pun kembali ke dimana bapak bapak dan ibu ibu berada, hihii. Lalu kami pun memakan bekal yang dibawa tadi, ada nasi goreng dan ayam goreng serta nasinya kalau seret tenang ada air putih.


Hari semakin panas dan makin banyak juga orang yang berkunjung ke pantai ini, ya memang kan ini hari libur jadi wajar saja jika ramai. Orang orang lainnya pun juga membawa tikar sendiri, dan ada juga yang tidak memakai alas.


Aku pun tak lupa mengabadikan pemandangan pantai yang indah ini menggunakan kamera hpku. Lalu aku pun melihat hasilnya dan bagus sekali.


Setelah kenyang, kami pun menggulung tikarnya dan mengemasi barang barang. Tapi kami tak pulang terlebih dahulu, namun menyusuri tangga yang berada di tepi pantai.


Ya tidak terlalu tinggi juga, mungkin agar kita bisa melihat pemandangan dari sana dan juga agar bisa berfoto foto dengan latar yang berada disana.


Aku yang melihat perahu pun mempunyai usul.


"Gimana kalau kita naik perahu itu? pasti seru nih" Ucapku sambil menunjuk salah satu perahu disana.


"Wih iya nih" Kata Lia.


"Gimana bi? pak?" Tanya mama.


"Kalau semua setuju saya sih setuju" Kata pak Doni.


"Boleh deh kalau saya" Kata bi Santi.


"Yaudah yuk kesana" Kata mama.


Lalu kami pun menuju ke perahu yang berada di tepi pantai sana. Lalu setelah membayar jasa naik perahu, kami pun naik dan dinyalakannya mesin perahunya, karena ini perahu mesin.


Dan tak lupa kami memakai pelampung yang dipakaikan di badan kita agar selamat misalnya tenggelam, tapi jangan sampai terjadi juga.


Saat perahu berjalan, aku merasakan cipratan air yang mengenai wajahku lalu aku pun merasakannya dan rasanya asi sekali. Aku yang ingin menyelamkan tanganku ke dalam air tapi aku takut jika ikut terhanyut.


Pemandangan dari sini pun juga tak kalah indah dan juga angin sejuk yang berhembus kencang. Dan kami semua pun menikmati dengan penuh suka ria.


Lalu waktunya selesai, kami diantarkan kembali ke tepi pantai dan melepas pelampung untuk dikembalikan. Dan kami pun memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari sudah siang sekali.


Tapi tiba tiba aku merasa ingin buang air kecil, dan akhirnya aku pun pamit sebentar dan menyuruh mereka untuk ke mobil duluan. Saat aku tiba di kamar mandi dan kebetulan kamar mandinya lagi kosong, aku pun segera masuk dan melaksanakan apa tujuanku.


Lalu saat aku ingin membuka pintu dan keluar tiba tiba kran air menyala dengan sendirinya lalu dengan cepat aku pun menutupnya, tapi tiba tiba kran air pun kembali menyala sendiri seperti ada yang mengarahkan.

__ADS_1


Aku yang mulai ketakutan pun akhirnya memilih keluar lalu tak lupa memasukkan uang di kotak sebelah kamar mandi. Dan alhasil aku lari terbirit birit ke dalam mobil.


Dan saat aku berlari, aku melihat ada seperti seorang perempuan berbaju seperti kebaya kebaya gitu dan menatap ke arahku dengan senyumnya yang mengerikan, lalu aku lebih mempercepat lariku dan melewati jalan yang berada disampingnya.


__ADS_2