
Sepertinya berbagai macam gangguan ini tidak akan ada habisnya, sampai membuatku tidak bisa berpikir, karena setiap hari aku mengalami berbagai hal yang tidak masuk akal.
Lalu kenapa 'mereka' selalu saja mengganggu ku? salah apa aku ini sebenarnya. Aku tidak bisa seperti ini terus,aku haruslah mencari tahu!
.
Masih di malam yang sama setelah kejadian yang sungguh membuat jantungku hampir copot karena ini lebih mengagetkan dari jumpscare dan lebih menyeramkan dari film horor karena aku langsung melihatnya sendiri.
Aku sekarang berada di kamar masih dengan rasa takut yang sama, apa kalian pernah takut terkejut? itulah yang ku rasakan karena aku takut jika dia muncul tiba tiba. Dia bisa muncul kapan saja kan?
Dari pada tak melakukan apapun, aku akhirnya pergi ke kamar mandi untuk buang air dan cuci muka. Setelah membilas muka dan memastikan tidak ada sabun yang tersisa aku mengelap wajahku.
Aku menatap wajahku lamat lamat di kaca atas wastafel. Aku seakan merasakan energi yang berbeda, dan aku tak tau kenapa aku tiba tiba merasakan ini.
Lalu aku akhirnya melangkahkan kakiku pergi dari kamar mandi, tapi belum sampai keluar aku sekilas melihat ada orang di sudut kamar mandi.
Aku pun langsung melihatnya dan tidak ada apapun disana.
"Ahh mungkin karena aku sudah ngantuk" Pikirku.
Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur dan mematikan lampu kamar lalu menyalakan lampu tidur, ini kebiasaan baru ku karena menyalakan lampu saat tidur tidak baik katanya.
.
Ceklekk... Krekk krekk krekk
Aku yang mendengar suara seketika terbangun dari tidurku. Aku melihat jika pintu kamarku terbuka, padahal aku selalu menutupnya.
"Ma..mama ngapain buka pintu?" Tanyaku agak keras.
__ADS_1
Tapi tak ada jawaban, jika bukan mama siapa? apa lagi diluar sana gelap sekali karena lampu biasa dimatikan saat malam hari.
Aku menurunkan kakiku dari tempat tidur dan menuju ke pintu. Aku menengok ke luar dan tidak ada apa apa disana, apa pintuku ini bisa terbuka sendiri?
Saat aku akan menutup pintuku tiba tiba aku mendengar suara hentakan kaki yang sedang menaiki tangga. Aku pun langsung terkejut serta takut karena suara hentakannya cukup keras.
Aku masih berdiri di ambang pintu yang masih belum tertutup, karena aku ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Langkah demi langkahnya masih terdengar di telingaku dan anak tangga terakhir sudah dilewatinya.
Dengan rasa keberanianku yang masih tersisa aku pun berusaha untuk tidak takut, karena sekarang dia berada disini,di depanku dengan jarak 3 langkah mungkin.
Dia berbadan tinggi namun badannya kurus, jemarinya yang tak berkuku dan lancip membuatku semakin merinding, namun ada yang lebih membuatku merinding yaitu karena wajahnya yang rata namun anehnya dia mempunyai mulut lainnya rata.
Hampir pingsan aku rasanya, tapi aku harus tetap berani untuk mencari tahu apa tujuannya menggangguku selama ini, tapi bukan dia karena aku baru saja tahu dia, maksudku sejenis dia.
Aku memberanikan untuk bersuara.
"Kenapa kau terus menggangguku?" Ucapku dengan keberanian yang tersisa.
Mungkin sudah 20 detik, dan tak ada jawaban darinya, dan dia tetap berdiri disitu dan masih menghadap ke arahku. Baru saja aku ingin bertanya lagi, namun dia bersuara lebih dulu.
"Kau akan tahu sendiri" Katanya dengan serak yang semakin membuatku ngeri.
"Tapi kapan aku mengetahuinya dan bagaimana aku bisa tahu?" Tanyaku lagi.
Oke, mungkin ini akan menjadi sejarah keberanianku yang sungguh waww sekali, karena dengan beraninya aku bertanya lagi padanya. Beberapa detik berlalu dan dia masih belum menjawabku.
"Apa makhluk seperti dia memang lama berpikirnya? apa dia mau membuat ku kecapekan karena terlalu lama berdiri juga?" Pikirku.
Tiba tiba dia menjawabku.
__ADS_1
"Kau akan tahu sendiri" Jawabnya.
Oh my God, dia butuh waktu untuk menjawabnya lama tapi yang dia katakan sama dengan yang dikatakannya tadi, rasanya aku ingin tertawa, bayangkan saja kau berbicara dengan orang yang berbeda alam denganmu dan hanya berdiri lalu menanyakan sesuatu lalu dia menjawabnya dengan jawaban yang sama sekali kau tak mengerti, lucu sekali.
"Aku tidak mengerti, apa kau bisa menjelaskannya dengan lebih rinci?" Tanyaku lagi.
Yaa sudah bisa ditebak jawabannya apa, tapi tidak tau juga.
"Kau akan tahu sendiri dan jangan bertanya lagi" Katanya.
Aku rasanya sebal kepadanya, padahal aku yang ketakutan begini tapi dia tidak memberi jawaban yang aku butuhkan. Lalu tiba tiba dia memperlihatkan senyum seramnya, lalu kedua tangannya diarahkan kepadaku, dan jangan lupakan jemarinya yang tajam itu.
Seketika aku takut sendiri, aku pun mundur dengan perlahan lahan, karena aku takut jika dia menyerangku secara tiba tiba. Lalu saat dia tidak bereaksi aku langsung masuk ke dalam kamarku dan mengunci pintu.
Aku akhirnya bisa bernafas lega, tapi ternyata itu tidak akan berlangsung lama karena dia mulai menyakari pintu kamarku, oh iya aku lupa jika jemarinya itu tajam!. Tanpa pikir panjang aku langsung bersembunyi di bawah tempat tidurku.
Brakkkk...
Pintuku berhasil dirobohkan olehnya,huhuu kasian sekali pintuku yang tak bersalah itu. Aku pun langsung menutup mulutku agar tidak menimbulkan suara.
Dia masuk ke kamar ku dan berjalan ke sana kemari,kini aku sangat takut sekali, karena aku juga tidak mau jika harus mati sekarang. Aku pun akhirnya juga memejamkan mataku, sekarang aku sudah pasrah dengan apa yang terjadi.
Dia masih disana, karena aku masih mendengar suara langkah kakinya. Sudah terlalu lama aku berada di bawah sini, dan udaranya sungguh pengap, lalu aku mencoba membuka mataku perlahan lahan, karena aku sudah tidak mendengar suara langkah kakinya lagi.
Aku melihat sekeliling dan tidak ada siapapun, dan dengan hati hati aku keluar dari persembunyianku tadi. Nafasku terengah engah karena dibawah sana aku hanya mendapatkan oksigen yang sedikit.
Aku melihat sekeliling dan tak ada dia lagi, aku lega sekali karena dia sudah hilang dari sini, tapi anehnya pintuku tidak tergores sedikit pun dan tidak rusak sama sekali, padahal tadi aku melihat jika pintuku sudah hancur.
"Aku senang pintuku ini baik baik saja" Batinku sembari mengelus elus pintu.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, aku langsung menutup pintuku dan memastikan tidak ada dia diluar kamar lalu aku menutup dan menguncinya.
Sebenarnya aku tidak begitu paham dengan jawabannya yang sulit dimengerti itu, tapi aku jadi tahu jika itu misteri dan aku harus memecahkan misteri tersebut.