
Aku disini, di kamar seorang diri. Aku masih trauma dengan apa yang aku lihat tadi pasalnya aku sangat takut jika hal itu terjadi padaku untuk kedua kalinya.
Aku juga masih bingung, disini siapa yang salah? bi Santi yang berbohong apa aku yang berhalusinasi? tapi itu semua terlihat begitu nyata! aku bahkan juga merasakan jari jari itu dikakiku.
Dan bagaimana bisa ada jari jari itu? apa semua air dirumah ini berubah menjadi jari jari disertai darah? Jika iya, jadi semua yang ku makan ..... Ah! tidak mungkin!
Aku dengan cepat membuang jauh jauh pikiranku itu, untuk apa aku memikirkan hal yang sekarang sudah tidak terjadi kepadaku? yaa yaa meskipun aku masih merasa takut.
Akhirnya aku memutuskan untuk mencuci muka di kamar mandi kamar. Setelah itu aku keluar dari kamar dan menemui mama yang berada di kamarnya.
"Ma..ayo kita daftar sekarang" Ucapku sambil tersenyum riang.
"Iya, sebentar ya mau save data ini dulu" Kata mama yang sedang mengotak atik laptopnya.
Aku pun menunggu mama di tepi ranjangnya. Lalu berkata..
"Mah kalo aku ceritain yang tadi aku alami mama bakalan percaya nggak?" Tanyaku pada mama.
"Ya percaya dong" Kata mama masih dengan menghadap laptopnya.
"Yaudah kalo gitu, aku cerita ya" Kataku.
"Bentar, kamu ceritanya di dalam mobil aja ya,biar kita biar cepet berangkat" Jawab.
Akhirnya aku mengiyakan perkataan mamaku tadi. Aku melangkah ke luar rumah dan masuk ke mobil bersama mama. Bi Santi menjaga rumah selagi aku dan mama keluar. Dan aku menceritakan semuanya kepada mama selama di perjalanan.
"Gimana ma? serem kan? kalo mama ngga percaya sih juga ngga apa apa, emang apa yang aku alami ini sulit dipercaya" Kataku sambil tersenyum tipis.
"Hmm emang sih sulit dipercaya, tapi mama tau kalo anak mama ini nggak akan bohong sama mama" Kata mama sambil tersenyum ke arahku.
.
Akhirnya kami sampai di Alon alon kota, disana ada mbak mbak dan mas mas yang sepertinya pengurus pendaftaran lomba. Lalu tanpa menunggu lama, aku dan mama mengunjungi orang orang tersebut.
"Mbak disini pendaftaran lomba kan?" Tanya mama.
"Iya,benar ibu,apa anak ibu akan mendaftar?" Tanya mbaknya.
"Iya" Jawab mama.
"Silahkan mengisi formulir pendaftaran lomba ini bu" Jawab mbaknya,kalau mama mengisi formulir tersebut.
"Terima kasih mbak" Kata mama setelah selesai mengisi.
"Oh iya bu, lomba akan diadakan besok lusa di gedung Jaya maju" Kata mbaknya.
"Iya mbak terima kasih atas informasinya" Kata mama.
"Sama sama bu" Kata mbaknya.
Aku dan mama pun meninggalkan mbak mbak dan mas mas tadi. Karna suasana lagi enak, tidak terlalu panas dan udaranya sejuk, aku mengajak mama duduk di salah satu bangku disana. Dan mama pun mengiyakan ajakanku.
__ADS_1
"Mama,apa mama mau es krim?" Tanyaku.
"Boleh,rasa strawberry ya" Kata mama.
"Mana ma?" Kataku sambil menjulurkan tangan.
"Nih uangnya" Kata mama.
Aku pun mengangguk dan langsung melangkahkan kakiku menuju penjual es krim.
"Pak es krimmya rasa coklat 1 dan strawberry 1 ya!" Kataku ke pak es krim
"Siap dek" Jawab pak es krim.
Setelah es krimnya siap...
"Berapa pak?" Tanyaku ke pak es krim.
"10.000 dek" Jawab pak es krim
"Ini pak" Kataku sambil menyerahkan uang 10.000 selembar.
"Terima kasih" Kata pak es krim
"Sama sama pak, lancar terus ya rezeki nya" Ucapku pada pak eskrim.
"Aamiin dek" Kata pak es krim.
"Nih ma es krimnya" Kataku sambil menyerahkan es krim mama.
"Thanks sayang" Kata mama sambil mencubit gemas hidungku.
Aku tersenyum manis dan segera melahap es krim ku. Di tengah tengah makan es krim..
"Nak impian kamu apa sih kalau mama boleh tau?" Tanya mama.
"Membuat mama bahagia selalu" Kataku sambil tersenyum.
Mama yang mendengarnya terlihat terharu.
"Dengan adanya kamu di samping mama saja sudah membuat mama bahagia" Kata mama.
"Cita cita kamu apa?" Tanya mama.
"Emm jadi pelukis ma,kira kira bisa nggak ya?" Tanya ku.
"Jika dilalui dengan doa dan usaha semuanya pasti bisa, percaya deh" Kata mama.
Aku yang mendengarnya pun berkata..
"Kalau gitu aku akan berdoa dan juga berusaha buat mama" Kataku.
__ADS_1
.
Di perjalanan menuju rumah,aku dan mama bercerita akan banyak hal sampai aku menanyakan...
"Oh iya ma, mama nggak mau nambah pembantu buat bersihin kolam sama ngurus tanaman gitu?" Tanyaku.
"Oh iya untung kamu ingetin, secepatnya deh mama cariin" Kata mama.
"Oke maa siap" Kataku.
Tak lama kemudian ada hal yang membuatku bergidik ngeri. Karena tiba tiba di tengah jalan ada anak kecil mungkin sekitaran umur 7 tahun. Tak ada hal yang bisa dilakukan selain memberhentikan mobil.
"Siapa anak kecil itu?" Tanya mama.
"Mama saja tidak tau,apa lagi aku" Kataku pada mama.
Lalu anak kecil itu berjalan ke arah pintu mobil yang berada di dekatku. Aku melihatnya dan aku langsung terkejut karena anak itu matanya hitam pekat semua dan rambutnya ack acakan.
tokk tokk
Dan sekarang dia mulai mengetok ketok kaca di pintu mobil. Aku juga melihat sebagian jari jari tangannya terpotong dan dilumuri dengan darah.
Karena tak mendapat jawaban, anak itu mengetok ketok dengan lebih keras.
Tokkk tokkkk tokkkk
Lalu setelah itu dia menuliskan sesuatu di kaca mobil menggunakan darahnya.
KEMBALIKAN JARI KU!
Aku yang takut dan tak tau apa maksud dari anak kecil itu pun akhirnya ambil suara.
"Ma lajukan saja mobilnya, aku takut jika terjadi apa apa" Kataku ke pada mama.
"Iya" Kata mama.
Mama melajukan mobil, lalu saat aku melihat ke belakang, anak itu justru mengejar ku dan mama. Aku yang takut pun bilang pada mama..
"Maa , agak cepet ma!! dia ngejar kita maa!!!" Ucapku pada mama.
Mama yang mendengar ucapanku pun langsung melakukan mobil sekuat tenaga, karena jalanan juga terlihat sepi.
.
Kini aku dan mama sudah sampai di halaman rumah, kami lega sekali karena anak yang tadi tidak mengejar kami lagi.
Aku sudah tidak tau lagi apa yang akan terjadi jika kami tidak melarikan diri dari sana.
Aku dan mama masuk ke dalam rumah. Melihat bi Santi yang tengah menyiapkan makan malam, aku ikut serta, begitupun mama.
Kami memasak dengan penuh canda tawa, aku senang saat kita semuanya bisa tertawa riang, karena bagiku kebahagiaanku adalah ketika melihat keluargaku bahagia seperti ini. Bi Santi juga sudah aku anggap seperti keluarga sendiri.
__ADS_1
Tak ada yang bisa menggantikan kebahagian dengan apapun. Uang? Berlian? Emas? semua itu tak sepadan dengan sebuah kebahagian. Aku harap kebahagian ini akan terus menyelimuti keluarga kecil kami ini.