Rumah Misterius

Rumah Misterius
Jari siapa?


__ADS_3

Uhh hari ini aku langsung mengerjakan PR yang diberikan oleh mbak Nurul, padahal aku masih ngantuk sekali untuk berfikir. Aku mengerjakannya di ruang tengah, ditemani bi Santi yang menyapu dan mama yang melihat lihat barang barang disana.


"Oh iya ya ampun ma, aku baru inget!" Ucapku yang mengejutkan mama.


"Inget apa?" Tanya mama.


"Itu loh, kata mbak Nurul ada lomba nggambar di Alon alon kota" Kataku.


"Lalu?" Tanya mama.


"Ya aku mau ikut dong ma!" Jawabku antusias.


"Boleh, pendaftaran lomba terakhir kapan?" Tanya mama.


"Kata mbak Nurul sih hari ini" Jawabku.


"Yaudah nanti setelah mama pulang kerja kita langsung kesana ya" Jawab mama.


"Oke ma, siap dah"Jawabku senang.


Tanpa sadar PRku terlupakan sejenak dan akhirnya aku mengerjakannya dengan kekuatan superrr, itu pun tak menjanjikan jika jawabannya benar, karna sudah ku bilang ini kekuatan superr.


.


Mbak Nurul telah datang dan kini dia sedang mengoreksi hasil kerjaku.


"Semoga kekuatan superrku berjalan dengan baik" Gumamku.


"Apa Ris?" Tanya mbak Nurul.


"Eh enggak kok mbak Nurul." Jawabku.


"Oh iya, kamu udah daftar belum?" Tanya mbak Nurul.


"Nanti, setelah mama pulang kerja" Jawabku.


"Okee" Jawab mbak Nurul.


Setelah selesai mengoreksi tugasku, mbak Nurul pun akhirnya ambil suara


"Rissa, PR kamu salah semua ini" Kata mbak Nurul sambil sedikit marah.

__ADS_1


"Lhoh? kok bisa padahal kan aku udah pake kekuatan super" Kataku.


"Kekuatan super?" Tanya mbak Nurul.


"Hehee masa mbak nggak tau" Ucapku sambil memanyunkan bibirku.


"Oke, mbak akan jelasin lagi dan akan mbak bikin banyak pelatihan tentang bab ini" Kata mbak Nurul.


"Iya iya mbak" Ucapku sambil memelas.


Akhirnya aku diberikan banyak soal untuk latihan oke itu sisi buruk, tapi sisi baiknya mbak Nurul tidak memberikan PR huhhh rasanya seperti merdeka dari penjajahan, kan jadi nggak usah repot repot ngerjain PR dan nggak perlu mikir mikir.


.


Mbak Nurul sudah pulang sejak tadi, dan sekarang aku sedang menyirami tanaman di halaman rumah. Seperti biasa, rumahku sepi. Hanya ada suara semilir angin.


"Duhh, airnya udah habis nih" Gumamku.


Aku pun melangkahkan kakiku menuju keran air di depan rumah. Setelah sampai aku membuka kran air dan menaruh ember dibawahnya. Aku menunggu airnya penuh sambil melihat lihat halaman rumah.


tuk....... tuk.......


Aku yang mendengar suara itu pun akhirnya menoleh ke arah bak emberku. Dan yang ku lihat ini sangat mengejutkan diriku. Pasalnya yang keluar bukanlah air, namun potongan jari jari kecil yang bergerak gerak dan darah yang kental.


"BI SANTI TOLONG AKU BI!!!!" Teriakku kencang.


Dan tidak ada respon dari bi Santi, dan aku pun tak tau bi Santi sedang berada dimana.


"BIBI DIMANAAAA?????" Teriakku sekali lagi.


Dan jari jari itu terus mengikutiku dan mungkin sekitar 3 jari sudah melekat di tubuhku, aku berusaha untuk menyingkirkannya sambil terus berlari mencari keberadaan bi Santi.


"IIHH KENAPA KALIAN TERUS MENGEJAR KU??!!" Ucapku sambil terus menyingkirkan jari jari tersebut.


Hingga ke belakang rumah, aku terus berlari lari, jika ada yang melihatku saat ini, mungkin aku sudah dianggap orang gila.


Aku terus berlari dan tak ku sangka ternyata ada jari jari lainnya yang menghadang jalanku untuk berlari. Aku bingung marah dan bertanya tanya, APA APAAN INI? DAN KENAPA MEREKA BERTAMBAH BANYAK?


Akhirnya aku melewati sisi kiri yang tak terhadang dan masuk kembali ke dalam rumah. Saat sudah di dalam rumah aku langsung mengunci pintu,agar jari jari itu tidak masuk lagi, aku juga berusaha menahan pintu karena jumlah mereka tidak sedikit, mungkin sekitar 100? Oh tidak itu banyak bodoh!


Saat aku tengah menghadang pintu,aku melihat sosok bi Santi berjalan ke arahku namun dengan wajah yang.....aneh. Aku seketika tersenyum saat melihat sosok bi Santi. Tapi saat aku melihat tangannya. Aku hampir pingsan karena bi Santi..TIDAK MEMILIKI JARI? Oh tidak ini mungkin aku salah lihat.

__ADS_1


Bi Santi sudah berada tepat di depanku dan sampai akhirnya...


"WAAAAGGGGHHHH" Bi Santi bersuara seperti.. monster? oh tidak lidahnya terbelah menjadi dua dan melilit tanganku.


Aku sudah tidak bisa bergerak lagi dan pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku memejamkan mata dan tanpa sadar meneteskan air mata. Tapi semuanya berubah hanya dengan persekian detik.


"Rissa, sedang apa kamu terduduk di situ?" Itu sepertinya suara mama, apa ini artinya Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk hidup?


Akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka mataku, dan benar saja ada sosok mama disana. Aku melihat ke belakang dan disana tak kutemukan lagi jari jari yang mengejarku.


Dengan cepat aku langsung memeluk mama dan menangis disana, mengeluarkan rasa ketakutan yang kurasakan.


"Kamu kenapa menangis seperti ini?" Tanya mama.


Aku masih belum bisa menjawab dan terus menangis, membuat mama kebingungan dan akhirnya membawaku ke sofa ruang tengah.


Mama mengelus elus punggungku dengan lembut yang perlahan lahan membuatku tenang. Meskipun masih sesenggukan karena menangis.


"Ada apa dengan nak Rissa?" Tanya bi Santi,aku yang mendengarnya langsung melihat ke arah bi Santi.


"Bi Santi tadi bukannya di depanku?" Tanyaku sambil masih ketakutan karena teringat hal tadi.


"Di depan mana? tadi bi Santi di kamar" Jawab bi Santi.


"Kenapa tadi pas aku teriak teriak memanggil dan mencari bi Santi, bi Santi tidak ada?" Kata bi Santi.


"Hah? bibi tidak mendengar saat kamu memanggil bibi, sedari tadi rumah sunyi sunyi saja.


Aku yang mendengarnya kaget,bagaimana bisa aku ketakutan berteriak teriak dengan kencang namun kata bi Santi rumah sunyi sunyi saja?


Apa bi Santi berbohong? Tapi jika tidak, aku juga tidak berbohong. Untuk apa aku berbohong dengan hal yang nyaris saja membahayakan nyawaku.


"Nakk Rissa, ada apa dengan mu?" Tanya bi Santi, kali ini bi Santi duduk di depanku. Aku yang melihatnya pun memalingkan wajahku.


"Mungkin dia butuh istirahat bi" Kata mama. Ohh mama kau lah yang paling mengerti akan diriku.


Dan akhirnya mama mengantarku ke kamarku dan menidurkanku disana.


"Kamu istirahat dulu ya" Kata mama. Dan hanya ku balas dengan anggukan.


"Jadi tidak daftar lombanya?" Tanya mama. Aku pun dengan cepat mengangguk angguk.

__ADS_1


Yang membuat mama tertawa kecil sambil mengelus elus rambutku lembut. Aku hanya tersenyum canggung. Lalu mama keluar dari kamar dan menutup pintu.


__ADS_2