
Aku bangun dari tidurku dan memulai hari dengan senyuman pastinya, jika tidak tersenyum sehari saja maka hari kan menjadi suram, benar tidak?
Aku pun keluar kamar dan ingin menuruni tangga untuk ya pasti kalian tau, apa lagi kalau bukan membantu pak Doni. Saat aku ingin menuruni tangga, mama tiba tiba memanggilku dari kamarnya.
"Riss, mama mau ngomong sama kamu" Ucap mama.
"Ngomong apa ma?" Tanyaku.
"Masuk ke kamar mama dulu ya" Pinta mama dan langsung kuturuti.
Aku sebenarnya agak heran,apa ya kira kira yang bakal mama omongin?. Aku duduk di kasur mama dan mama disampingku.
"Jadi gini Riss, mama mau kalo kamu sekolah di sekolahan kayak anak anak biasanya mau? bukannya mama keberatan kalo kamu homeschooling, tapi mama mau kalo aktifitas sosial mu itu juga bagus kan juga kamu yang jalanin, sebenarnya ini udah keputusan mama karena mama mau yang terbaik buat kamu dan ini buat kamu juga, gimana kamu mau nggak?" Terang mama.
"Emm gimana ya ma aku agak ragu sih" Kataku.
"Ragu kenapa?" Tanya mama.
"Ya kan mama tau sendiri alasan aku gini" Kataku lirih.
"Kamu dengerin mama ya, nggak semua orang akan gitu yakin deh sama mama, karena setiap orang punya sudut pandang dan pendapat yang beda jadi jangan samain kaya yang dulu ya" Terang mama.
"Yaudah aku aku bakal nyoba buat yakinin diriku aku ya ma, mama belum daftarin aku kan? aku boleh ngga sekolah sama Ara sama Dio? Mama inget nggak? apa aku belum kenalin?" Tanyaku.
"Yang dulu main sama kamu di taman kota kan? boleh kok tapi mereka sekolah dimana?" Tanya mama.
"Nggak tau sih ma, nanti coba aku tanyain" Ucapku.
"Yaudah nanti kamu kalo udah kirim pesan ke mama ya, nanti jam 12 mama jemput kamu terus mama daftarin" Terang mama.
"Iya ma" Ucapku.
"Oh iya kan ini hari Sabtu,kamu tetep belajar sama mbak Nurul ya, tapi cuma latihan soal soal aja kok" Terang mama.
"Oke ma" Kataku lalu beranjak dari sana.
Aku menutup pintu kamar mama dan pergi ke halaman depan.
"Lhah ini udah selesai semua ya pak?!" Tanyaku.
"Iya udah semua kok tenang aja dek" Kata pak Doni.
"Kan aku juga mau ikut bantuin pak" Kataku sambil sok sedih.
"Udah ngga apa apa kamu siap siap aja" Kata pak Doni.
"Yaudah deh pak" Kataku lalu menuju ke kamar untuk bersiap lalu pergi makan.
.
"Hai hai mbak Nurul makin tua deh" Sapaku.
"Apaa??" Kata mbak Nurul sambil melotot.
"Enggak kok mbak tadi aku makan sama pindang" Kataku.
__ADS_1
"Siapa?" Tanya mbak Nurul.
"Aku" Kataku.
"Yang nanya!" Kata mbak Nurul ngegas.
Aku seketika cemberut dan seolah olah sedang marah sedangkan mbak Nurul malah tertawa tawa. Candaan seperti ini biasa untuk kami, karena mbak Nurul seperti kakakku sendiri karena umur mbak Nurul yang masih terbilang muda.
.
Kini sudah jam 12, mbak Nurul sudah pulang dan mama akan kesini untuk menjemputku. Oh iya aku lupa belum menanyakan sekolahnya Ara sama Dio. Aku bergegas mengambil hpku yang ada di kamar lalu mengirim pesan di grub chat.
🍁SARAO🍁
Anda:Guys kalian sekolah dimana? (12.00)
Aku pun makin panik karena salah satu dari mereka belum menjawab tapi tiba tiba hp ku bergetar tanda ada notifikasi masuk.
🍁SARAO🍁
Ara:Di SMP Anpega, kenapa? (12.00)
Anda:Aku mau daftar kesana nih (12.00)
Ara:What???!! bener nih? ngga boong kan lu (12.00)
Anda:Nggak lah (12.01)
"Ayo kita berangkat Riss" Kata mama dari ambang pintu kamarku.
"Barusan, nih sambil ngambil data data yang diperluin nanti" Terang mama.
"Oo yaudah yuk ma berangkat" Kataku.
Diperjalanan..
"Oh iya sekolah temenmu itu dimana?" Tanya mama.
"SMP Anpega ma" Ucapku.
"Oo agak deket sih nggak jauh jauh amat" Kata mama.
"Bagus kalo gitu" Kataku.
.
Saat pertama kalinya aku melangkahkan kaki disekolah itu, banyak pasang mata yang melihatku karena ini jam pulang mungkin mereka kakak kelas. Aku juga melihat gedung gedung sekolah itu tampak besar dan bagus, sepertinya aku akan merasa nyaman disini.
Aku dan mama menuju ke ruang guru, dan disana pastinya banyak guru guru.
"Selamat siang ada keperluan apa ya bu?" Tanya salah satu guru disana.
"Ini saya mau daftarin anak saya disekolah ini" Kata mama.
"Oo mari ikut saya Bu" Kata guru itu lalu berjalan ke suatu tempat. Dan sampailah di sana yang hanya terdapat meja dan kursi.
__ADS_1
"Ibu udah bawa data data yang diperlukan serta KK dan Akte kelahiran?" Tanya guru itu.
"Sudah, semuanya di dalam map ini ya Bu" Kata mama sembari menyerahkan map itu ke guru.
"Baik saya cek terlebih dahulu ya bu" Kata guru itu dan dibalas anggukan oleh mama.
5 Menit kemudian
"Semua data sudah lengkap ya bu, oh iya kamu namanya siapa?" Tanya guru itu.
"Nama saya Rissa bu" Kataku kaku.
"Oo, saya Bu Dewi salah satu guru disekolah ini" Kata Bu Dewi.
"Yaiyalah guru siapa yang bilang karyawan?" Ucapku dalam hati.
"Untuk seragamnya gimana bu?" Tanya mama.
"Untuk seragam hari Senin Selasa putih biru Jumat Sabtu Pramuka ya bu, kalau seragam khas sekolah saya ambilkan dulu ya bu" Terang Bu Dewi.
"Iya Bu" Kata mama.
.
Aku dan mama masuk ke dalam mobil dan menuju perjalanan pulang, sebenarnya aku aja sih yang pulang, kalau mama kan harus kembali ke kantor.
Aku membuka grub chat lagi dan mengetikkan sebuah pesan disana.
🍁SARAO🍁
Anda:Guys aku udah daftar nih,kalian di kelas 7 apa? (12.45)
Ara:Aku sama Dio 7 D, kamu apa? (12.45)
Anda:Wahh kebetulan banget,aku juga 7 D😍 (12.45)
Ara:Yeayyyy seneng banget bisa sekelas sama kamu (12.46)
Dio:Lhoh Risa masuk ke sekolah kita? (12.46)
Ara:Iya lah makanya jangan ngilang,ketinggalan berita kan lu (12.46)
Ara:Mulai besok kan sekolahnya? (12.46)
Anda:Iya (12.46)
Aku langsung mematikan hpku, karena aku tak bisa berlama lama menatap hp saat di mobil, karena itu dapat membuatku pusing. Ada yang sama?
.
Setelah mobil sudah masuk, aku berjalan menuju pagar bermaksud untuk menutupnya. Saat aku akan menutupnya, aku merasa ada yang memanggilku dari seberang rumah, padahal di depan rumahku tidak ada rumah melainkan hanya lahan kosong tapi terdapat pohon besar disana.
Ku tataplah lama lama pohon itu, sampai ada perempuan berbaju putih yang duduk di salah satu tangkai pohon dan dia tersenyum ke arahku. Rambutnya hitam dan dia mengayun ayunkan kakinya.
Hi..hihihihii
__ADS_1
Suara tawanya terdengar jelas dan dia masih menatapku dengan tawanya itu. Aku pun segera menutup pagar lalu masuk ke dalam sambil berlari.