
Daripada terus terusan berpikir yang tidak tidak, aku akhirnya memberanikan diri untuk mendekati orang itu.
Ketika sudah berada agak dekat dengan orang itu, aku pun memanggilnya.
"Pakk..." Ucapku.
Seketika pak itu langsung menoleh dan ..
"Wwaagghhh" Ucap paknya terkejut.
"Ada apa pak?" Tanyaku khawatir.
"Nggak, kamu yang bikin saya kaget" Kata paknya.
"Ya maaf pak, abisnya saya nggak pernah lihat bapak disini? bapak ada keperluan apa ya disini?" Tanyaku dengan sopan.
"Oo saya yang tugasnya bersihin halaman di rumah ini, kamu tinggal disini ya?" Tanya paknya.
"Iya pak, nama bapak siapa?" Tanyaku.
"Nama saya Doni, panggil saja pak Doni" Jawabnya.
"Oo,nama saya Rissa pak, saya masuk dulu ya" Kataku.
"Iya" Jawabnya.
Aku pun masuk ke dalam rumah sambil menghembuskan nafas lega, karena aku kira dia itu orang asing yang masuk ke rumah, tapi ternyata tidak.
Saat aku memasuki rumah,aku tidak melihat keberadaan bi Santi, ah mungkin dia sedang tidur dan aku tidak ingin mempersalahkan akan hal itu.
Aku masuk ke dalam kamar.Aku melempar tasku ke segala arah dan merebahkan badanku di kasur sambil menggerak gerakkan kaki.Dan tanpa sadar aku pun tertidur.
.
Dan tak terasa hari sudah sore berarti aku lumayan lama tidurnya, mungkin karena kecapekan habis jalan jalan tadi.
Aku pun akhirnya memilih untuk mandi dan segera turun kebawah mungkin hanya untuk mengurangi kegabutanku ini, dan pastinya mama sudah pulang.
.
Sekitar 10 Menit lamanya aku mandi,lalu aku menyisir rambut dan memakai sedikit bedak.Lalu aku pun turun ke bawah.
"Rissa, mama boleh minta tolong nggak?" Kata mama dari kamarnya yang membuatku memberhentikan langkahku menuju tangga.
"Minta tolong apa ma?" Tanyaku.
"Ini loh, mama minta tolong ambilin dokumen ke rumah Bu Rena dong" Kata mama.
"Iya deh ma, untung aku udah mandi" Kataku lalu berlalu meninggalkan mama.
Aku keluar dari rumah dan melewati halaman, tapi tidak menemukan keberadaan pak Doni, eemmm mungkin saja dia sudah pulang karena ini sudah sore.
Aku membuka pagar dan kembali menutupnya. Aku berjalan ke arah rumah Bu Rena. Tiba tiba..
__ADS_1
Ssrrekk ssrrekk
Ada suara dari semak semak dan semak semak itu bergerak seperti habis digoyangkan. Aku pun memilih untuk tidak merespon akan hal itu dan mempercepat jalanku.
Kini aku sudah sampai di rumah Bu Rena.
"Permisi" Kataku sambil mengetuk pintu rumah.
"Iyyaa,Wah ada Rissa nih, masuk masuk.." Kata kak Rehan.
"Iya kak makasih" Kataku lalu masuk dan duduk di kursi ruang tamu.
"Cari siapa ya?" Tanya kak Rehan.
"Bu Rena kak, mama mau minta dokumen" Kataku.
"Oke aku panggilin dulu ya" Kata kak Rehan dan ku balas dengan anggukan.
Aku akhirnya menunggu sambil memakan jajan yang sudah disediakan di atas meja.
"Ini dokumennya Riss, ini udah lengkap semua ya" Kata Bu Rena sembari menyerahkan dokumen.
"Iya makasih bu, kalo gitu saya pamit dulu ya" Kataku.
"Lahh ngga mampir dulu nih? Anna nya juga masih tidur" Kata Bu Rena.
"Nggak Bu udah sore, Anna nya juga biar tidur aja" Kataku.
"Oo yaudah hati hati ya" Kataku.
Ssrreekk ssrreekk
Lagi lagi ada suara itu, aku pun memilih tidak peduli dan cepat cepat pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah aku langsung menyerahkan dokumen yang diminta oleh mama tadi.
.
Acara makan malam sudah selesai dan aku menghabiskan waktuku untuk sekedar menonton tv dan bermain hp di ruang tengah.
Sesekali ada pesan yang masuk di hpku.
🍁SARAO🍁
Ara:Hayy gais, malem🌚 (19.32)
Dio:Pagi (19.32)
Ara:Eh lu nggak bisa baca ya? (19.33)
Anda:Positif thinking aja ra, mungkin dia seharian ngebo dikamar tanpa liat keadaan luar (19.33)
Dio:@Rissa tuh tau (19.33)
__ADS_1
Ara:Oh emang dasar tukang ngebo (19.34)
Dio:Biarin,masalah lo apa? (19.34)
Aku yang melihat percakapan antara mereka berdua pun hanya tertawa, karena memang Dio biasanya suka jail gitu😅.
Aku meletakkan hp ku dan lebih memilih fokus untuk menonton tv.
Ting tong
Tiba tiba bel rumah berbunyi dan dengan santai aku pun berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Aku sudah menegok ke depan, ke kiri juga ke kanan namun tidak menemukan keberadaan seseorang, tapi saat aku melihat ke bawah aku menemukan secarik kertas.
Tanpa menunggu lama aku pun mengambil dan membuka kertas tersebut, disana terdapat tulisan 'lihat ke arah luar pagar' dan tulisan itu ditulis menggunakan..darah?
Aku sebenarnya takut untuk melihat ke arah pagar karena saat aku membaca tulisan di kertas itu saja aku sudah merinding.
Tapi aku juga penasaran,ada apa sebenarnya di luar pagar? apa kotak hadiah? emm sepertinya diriku ini terlalu mengahayal yang tidak tidak, akhirnya aku pun memberanikan diri untuk melihat ke luar pagar.
Meski hanya remang remang karena hari sudah malam, tapi aku dapat melihat sosok anak kecil yang memiringkan kepalanya dan tersenyum sambil menampakkan gigi ke arahku, aku yang melihat senyumnya malah bergidik ngeri.
Karena senyumnya lebih terlihat menyeramkan dan dia hanya berdiri disana dan terus melihat ke arahku.
Aku pun langsung masuk saja ke rumah daripada memperburuk suasana. Tapi ada anak kecil yang menghadang ku dan tak ada pilihan lain selain menabrak anak itu.
Tapi anak itu justru menarik tanganku disertai ekspresi wajahnya yang sungguh mengerikan, tanpa basa basi aku langsung melepaskan cekalan tanganku darinya dan langsung menaiki tangga dan menuju ke kamar.
Sesampainya di kamar aku langsung mengunci pintu dan menutupi diriku dengan selimut di atas ranjang.
Ddok dok dokkk!!
Namun dia seakan tak membiarkan ku terbebas begitu saja, dia berusaha mendobrak pintu kamarku.
Aku pun langsung menghadangnya dengan sekuat tenangaku.
"Untung saja aku tadi makan lumayan banyak" Pikirku.
Tapi dia justru mendobrak dengan lebih keras lagi dan membuatku mengahadangnya dengan lebih kuat lagi.
Tapi tiba tiba suara dobrakan hilang dalam sekejap dan akhirnya aku bisa bernafas lega karena hal tadi sungguh membuat jantungku dag dig dug.
Aku juga masih ragu, apa dia masih di luar atau memang sudah pergi, kan bisa saja dia membuat jebakan untukku.
"Rissa" Kata mama dari luar sambil mengetuk pintu.
Aku yang mengetahuinya pun langsung membuka pintu.
"Tadi ada tamu ya?" Tanya mama.
"Enggak kok ma" Kataku.
"Tapi kok pintunya kok kebukak ya?" Tanya mama.
__ADS_1
"Oohh iya ma, tadi Rissa cari udara segar diluar.
Aku terpaksa berbohong pada mama,karena aku tidak ingin orang rumah jadi takut dan tidak nyaman tinggal disini.