
Matahari sudah menampakkan wujudnya dan kicau burung yang menggema hingga ke dalam rumah serta semilir angin yang berhembus saat aku membuka jendela, menjadi awal yang indah untuk pagi ini.
"Halo pak Doni selamat pagi" Ucapku riang.
"Halo" Balas pak Doni.
Hari ini aku menyapu halaman dan pak Doni memotong rumput. Aku senang saat melakukan ini, karena hatiku jadi tenang dan seakan tak mempunyai masalah.
Seusai menyapu, aku mandi terlebih dahulu. Lalu aku pun menyiapkan buku yang akan ku pelajari nanti. Aku menuruni tangga sembari menenteng buku dan beberapa alat tulis.
Aku meletakkan bukuku di meja dan pergi ke dapur, karena masih ada waktu sebelum mbak Nurul datang. Aku sarapan sendiri, karena mama sudah berangkat lebih awal.
Setelah kenyang dan makanan di piringku sudah habis, aku mencuci piring itu. Sekiranya sudah cukup bersih, aku mengelapnya menggunakan serbet lalu meletakkannya di rak piring.
Saat aku akan menuju ruang tengah, pas sekali mbak Nurul baru datang.
"Pagi mbak Nurul" Sapaku.
"Pagi juga, mama kamu udah berangkat ya?" Tanya mbak Nurul.
"Iya mbak, berangkat lebih awal" Terangku.
"Ooo" Balas mbak Nurul.
Lalu kami memulai pembelajaran dengan serius dan terkadang di selingi dengan candaan renyah yang membuat kami tertawa bersama.
.
Hari sudah siang dan artinya pelajaranku hari ini sudah selesai dan waktunya mbak Nurul pulang.
"Yeeayyy inilah yang aku tunggu dari tadi" Gumamku.
"Apa?" Tanya mbak Nurul.
"Ehh enggak kok mbak, aku antar ke depan ya" Kataku.
"Boleh" Jawab mbak Nurul.
Mbak Nurul memutar sepeda motornya dan dan mangarahkannya ke gerbang yang sudah terbuka.
"Mbak duluan ya" Kata mbak Nurul yang baru saja memakai helm.
"Iya mbak hati hati" Kataku.
__ADS_1
"Dadaaaaaaaa" Ucapku.
Mbak Nurul pun melajukan motornya dan keluar dari halaman rumahku. Lalu aku menutup gerbang dan akan menuju ke rumah.
Tin tinn
Baru saja beberapa langkah dan aku dikejutkan dengan klakson motor. Mau tak mau aku pun berbalik, dan disana ada orang yang tak ku tau apa tujuannya ke rumahku. Aku pun kembali membuka gerbang rumah.
"Maaf cari siapa ya pak?" Tanyaku pada pak pos.
"Apa benar ini rumahnya mbak Rissa Amalia Putri?" Tanya pak pos.
"Iya pak, benar ada apa ya?" Tanyaku.
"Ini ada kiriman paket buat kamu" Kata pak pos sembari mengarahkan dagunya ke kotak yang agak besar yang sedang dibawanya.
"Dari siapa ya pak?" Tanyaku.
"Katanya nggak mau disebutkan namanya,terima dulu ini dek, tangan saya capek ini" Terang pak pos.
"Oh iiya iya pak" Kataku yang merasa tidak enak dan menerima kotak tersebut.
"Oh iya kamu tanda tangan di sebelah sini ya" Kata pak pos.
"Iya pak" Kataku sambil menerima bolpoin yang diajukan kepadaku.
"Iya pak" Kataku.
"Hati hati di jalan ya pak kalo ada polisi" Kataku saat pak pos mau melajukan motornya.
"Duh jangan dong dek, saya lupa bawa SIM apa enggak" Kata pak pos.
"Enggak enggak pak, maksud saya polisi tidur" Kataku sambil tersenyum.
"Ealahh adik ini buat saya takut aja, kalo gitu saya duluan ya" Kata pak pos.
"Oke pak" Kataku.
.
Saat sudah di dalam rumah, aku segera membuka paket tersebut karena aku penasaran apa isinya dan siapa pengirimnya.
Lalu saat kubuka tidak ada apapun disana, aku heran sekali karena tadi saat aku membawanya terasa jika isinya itu agak berat dan bagaimana bisa saat aku membukanya tidak ada apa apa?
__ADS_1
Dan siapa juga orang yang gabut sekali hingga mengirimiku kotak kosong seperti ini? membuang buang waktu saja!. Akhirnya aku meninggalkan kotak itu di ruang tengah lalu aku pergi ke kamar itu tidur siang, karena aku cukup ngantuk.
.
Aku mengucek ucek mataku saat aku baru bangun tidur, lalu melihat ke arah jam dinding yang menggantung di dinding kamarku dan menunjukkan pukul setengah 4.
Tok tok tokk....
Suara pintuku yang diketuk dengan keras berhasil mengagetkanku, dengan cepat aku pun membukanya dan hadirlah bi Santi di sana.
"Ada apa bi?" Tanyaku cepat.
"Itu di dalam kardus nak!!" Kata bi Santi dengan panik.
"Kardus yang mana sih bi?" Tanyaku yang tak paham.
"Itu yang ada di ruang tengah nakk!" Kata bi Santi.
Aku pun seketika ikut panik lalu aku pun bergegas pergi ke bawah untuk menengok kardus tadi. Sesampainya di bawah aku sungguh terkejut sekali, nyaris pingsan. Bagaimana tidak jika isi dari kardus itu adalah tengkorak dan baju yang bersimbah darah.
Aku pun tidak bisa berkata kata akan hal ini. Lalu saat lebih ku amati lagi ternyata baju itu mirip sekali dengan baju nahkoda, ataukah memang benar baju nahkoda?
Tapi aku tak mengerti akan hal ini dan aku pun bingung harus bagaimana, akhirnya pun aku menyuruh pak Doni untuk membuang benda itu sebelum mama pulang karena aku nggak mau jika membuat mama takut.
"Ini dari siapa dek kok bisa dapet ginian?" Tanya pak Doni yang membawa kardus itu dengan raut wajahnya yang takut.
"Aku juga nggak tau pak, yang penting bapak buang aja yang jauh" Kataku.
"Iya dek" Kata pak Doni lalu pergi ke luar.
Aku pun sungguh bingung akan hal ini. Apa ini ada hubungannya dengan maksud dari hantu yang ku temui tadi malam?
.
Sore berganti malam, udara yang tadinya panas berganti menjadi udara malam yang dingin. Baru saja aku selesai makan malam dan sekarang aku sedang berada di ruang tengah dan sedang menonton tv.
Lama lama aku pun bosan dan akhirnya aku pun memutuskan untuk pergi ke kamar saja dan segera tidur. Setelah sampai di kamar,aku langsung menuju ke kamar mandi.
Aku sekarang sedang mencuci muka lalu setelah itu membilasnya dan mengelapnya. Lalu aku pun melihat ke kaca dan tiba tiba aku melihat ada seseorang yang berbaju seperti nahkoda yang tadi aku lihat dan baju yang bersimbah darah.
Wajahnya tidak begitu kelihatan karena topinya yang terlalu kedepan dan juga mungkin karena pengaruh lampu kamar mandiku yang agak redup.
Aku pun langsung berlari menuju tempat tidurku dan menutupi diriku dengan selimut. Aku bertanya tanya apa dia ada hubungannya dengan paket misterius tadi?
__ADS_1
Setelah lama menutupi diri dengan selimut, aku pun membuka selimut dan tidak ada apapun lalu aku pun memakai selimutku sampai ke leher dan aku memejamkan mata.
Tapi tiba tiba aku merasakan ada nafas yang berhembus yang mengenai wajahku, aku pun langsung membuka mataku. Dan ternyata ada seorang nahkoda tadi sedang tidur di sampingku dengan matanya yang melotot, itu sungguh mengerikan dan jangan lupakan kulitnya yang pucat sekali. Bayangkan saja ngerinya seperti apa.