
Saya terimah nikah nya azkia fatmala bin Abdullah dengan mas kawin 10 gram emas tunai karna ALLAH.
sah......
sah......
sah.....
Ucapan haru para kerabat dan tamu undangan kala Adit mengucapkan ijab qobul. penghulu pun membacakan doa bagi kedua mempelai dan tak lupa pula kedua mempelai di minta untuk meminta doa kepada orang tua.
"Alhamdulillah nak, mama bahagia lihat kamu sudah menikah" tangis diana kala Adit meminta ridho nya
"maafin Adit mah" ucap Adit memeluk mama nya, dan kemudian berpindah ke papa nya
"pah...." panggil Adit kala ingin menjabat tangan papa nya
"Dit, jaga istrimu baik baik yah nak" pinta papa nya tapi tak di jawab oleh Adit
"bu, kia minta doa nya" ucap kia kala mencium tangan ibu nya
"doa ibu selalu buat kia, apa pun dan di mana pun kamu ibu pasti akan selalu men doakanmu nak" ibu tias menangis memeluk putri nya
"yah, doakan kia" pinta kia
"ayah akan selalu mendoakan mu nak" ucap pak abdullah saat kia menyalaminya
Hari yang sangat melelah kan bagi ke dua keluarga tapi tak mengurangi sedikit pun ke bahagiaan orang tua mereka
"As, akhirnya kita bisa besanan yah" kata diana yang membuat mereka ter tawa bahagia
"iya na, semoga mereka bahagia" doa tias ke pada anak anak nya
"Amin..." ucap pak rahmantio ber samaan dengan pak abdullah
"mah, sudah malam. kita pulang yah" ajak pak rahmantio pada istri nya
"iya pah"
"Adit...."panggil pak rahmantio saat melihat Adit
" iya pah" jawab Adit
" malam ini kamu nginap disini dulu, besok baru kamu ajak kia tinggal di rumah mu" pinta pak rahmantio
"iya pah" jawab nya pasrah
Setelah papa dan mama nya pulang Adit kemudian masuk ke dalam kamar azkia
ceklekkk
Adit membuka pintu kamar dan dilihat nya kia sudah berganti pakaian, Adit masuk dan langsung menuju kamar mandi tanpa menyapa kia
__ADS_1
"kak Adit" Adit berhenti di depan pintu tanpa menoleh saat kia memanggil nya
"kakak mau mandi?" tanya kia
"hmmmmm" masih tanpa memperhatikan kia
"ini handuk nya kak" kia menyerah kan handuk pada Adit lalu masuk ke kamar mandi
selang 15 menit Adit keluar dari kamar mandi dan melihat kia belum tidur
"kamu belum tidur?" tanyanya tanpa menoleh ke arah kia
"belum kak," jawab kia
"aku mau tidur" Adit mengambil selimut dan juga bantal dari tempat tidur kia
" kak Adit mau tidur dimana?" tanya kia
" aku akan tidur di bawah, kamu tidur di situ saja" jawab Adit dengan menyimpan bantal di bawah tempat tidur
"tempat tidur ini masih luas kak, cukup untuk kita berdua" kata kia
"heiii, jangan harap kamu bisa tidur sama aku" bentak Adit
"aku menikahi mu karna mama ku bukan karna aku menyukai mu" lanjut Adit dengan nada tinggi
kia merasa merasa sedih dengan bentakan Adit, malam pertama yang harus nya indah malah jadi menyakit kan bagi kia
*********
"ini rumah ku, jerih payah ku sendiri. jadi aku minta jangan ubah apa pun rumah ini" kata Adit lalu berjalan masuk dengan di ikuti oleh kia
"kamar kamu di sana" tunjuk Adit dan di angguki oleh kia
"kamar ku ada di atas, dan kamu jangan pernah melang kah kan kaki mu ke sana. aku tidak mau kamu menyentuh barang pribadi ku" tegas Adit lagi lalu pergi meninggal kan kia
inikah pernikahan bahagia yang di maksud ibu, batin kia
Sudah pukul 13 tapi Adit tak kunjung turun pada hal kia sudah sangat lapar, kia ingin memasak tapi takut salah lagi menurut Adit.
setelah menunggu Adit begitu lama akhirnya kia memutuskan untuk masuk dapur dan memasak makanan untuk nya dan Adit
setelah berkutik di dapur akhir nya masakan kia semua nya sudah siap walau dengan menu sederhana karna bahan makanan di dapur cuma seada nya saja
"kak adit...." panggil kia saat melihat Adit turun dari tangga
"aku akan keluar, kamu bisa beli makanan di luar atau apa lah terserah kamu" kata Adit tak peduli
"kak, aku sudah masak. kakak nggak makan dulu" kata kia melembut
"tidak, aku akan makan di luar" kata Adit lalu pergi meninggal kan kia
__ADS_1
sakit rasa nya hati kia saat Adit tak memperdulikan nya, padahal baru saja mereka menikah. Adit sudah meninggal kan nya sendiri di rumah
di salah satu restorant mewah di jakarta Adit mengajak rini kekasih nya dinner
"dit, kenapa mengajakku kemari?" tanya rini dengan wajah melas nya dan hanya di balas senyuman oleh adit
"kenapa bukan istrimu saja kau ajak kemari?" tambah menekuk wajah nya
"kenapa? kamu senang aku menikah" ledek Adit pada kekasih nya
"yang seneng itu kamu, kamu membuat janji dengan ku tapi malah menikahi wanita lain" kessel rini
"maaf sayang, ini semua ke inginan mama ku. apa yang bisa ku lakukan" kata adit pasrah
" terussss, kenapa kamu meminta ku menemui mu lagi" bentak rini
"rin, sabar. kita bisa bicara baik baik bukan" Adit berusaha menenangkan kan kekasih nya
"rin, beri aku waktu satu tahun, aku akan berusaha membuat dia tidak betah dengan ku" bujuk Adit pada rini
"apa lagi sih dit, kenapa aku harus menunggu mu lagi" rini semakin tambah tidak mengerti dengan perkataan Adit
"aku akan menikahi mu setelah aku berpisah dengan nya rin" Adit meyakin kan rini
"cuma setahun, setelah itu aku tidak akan pernah mau memberi mu kesempatan lagi" tegas rini
"iya sayang, cuma setahun" yakin Adit
"ok, tapi kamu harus temeni aku besok yah" pinta rini
"kemana?" Adit menyunggingkan bibir nya, dia merasa senang karna sudah meyakin kan rini
"ke butik" jawab rini singkat
"butik????" timpal Adit
"iya, minggu depan sepupu ku akan menikah dan aku mau belanja gaun" jelas rini
"baik lah" Adit memakan makanan nya
"kamu nggak sibuk kan sayang" tanya rini dengan nada lembut
"walau pun aku sibuk, aku akan tetap menemani mu" Adit menatap rini dengan penuh kasih sayang
"gombal" kata rini
"bagi ku kau prioritas utama ku" tambah Adit membuat rini tambah senang
######
Jika dia yang kau cintai, mengapa harus aku yang kau pilih. harus kah aku jadi pelampiasan amarah mu
__ADS_1
aku juga wanita, aku sama dengan nya punya hati dan perasaan.
❤Azkia fatmala❤***