Salahkah Aku Menjadi Istrimu

Salahkah Aku Menjadi Istrimu
Episode 14


__ADS_3

Kia yang merasakan sakit di bagian lengan dan jidat nya serta sakit yang sangat sangat di bagian hati nya. dia berusaha bangkit dan berjalan menuju kamar nya


******


Pagi ini orang tua Adit dan orang tua kia sudah berada di rumah Adit sesuai pesan Adit semalam, Adit meminta mereka datang.


sebenar nya niat Adit kia akan di antar dan di pulangkan ke rumah orang tua nya secara baik baik, tapi karna hasutan rini Adit malah meminta mereka berkumpul di rumah nya dan menceritakan semua nya ke mereka


"ada apa nak?" tanya mama kia saat melihat anak nya yang ter lihat pucat


"ceritakan kia, ceritakan saja ke orang tua mu tentang perilaku buruk mu itu" kata Adit dengan nada menghina


"ada apa kia?" kini giliran pak abdullah yang merasa di olok olok oleh menantu nya


"Adit ada apa sebenar nya?" kini pak Tio yang bertanya ke anak nya


"jawab saja kia, aku mau kau yang menjawab nya, biar mereka tau siapa kamu sebenar nya, agar mereka sadar semenjijikan apa anak nya" ledek Adit yang semakin membuat orang tua kia semakin geram


"cukup Adit...." bentak pak abdullah


"yah... bu...." kia menangis ter sedu sedu


" kemarin kia pulang dari kampus, kia tidak tau ada orang lain di kamar kia. kia langsung ke kamar mandi tapi saat kia keluar, kia melihat kak Adit memukul seseorang, saat kia bertanya malah laki laki itu memanggil kia sayang" kia menceritakan semua nya dengan jujur


"kamu masih aja tidak mengakui nya azkia" kata Adit dengan sedikit mogolok


"Adit...." mama diana berusaha meminta penjelasan pada anak nya


"Adit melihat laki laki itu keluar dari kamar kia ma, apa itu masih nggak jelas" kata Adit dengan nada sedikit tinggi


"kia, aku mau kamu jujur. siapa laki laki itu dan apa hubungan mu dengan nya?" kata mama diana dengan tatapan tidak percaya


"mana ada maling jujur mah" Adit semakin membuat orang tua kia geram dengan kata kata nya


mendengar kelakuan menantu pilihan nya orang tua adit merasa kecewa dan menyesal.


sedangkan orang tua kia merasa anak nya tak pernah di hargai


"terus mau kamu apa dit. papa akan mendukung mu" kata pak Tio membuat kia merasa tidak lagi di percayai


"aku mau pisah pah" tegas Adit


kia mendengar kata pisah dari mulut Adit, di tambah tidak bisa membendung air mata nya

__ADS_1


"pah, mah, kia benar benar jujur, kia tidak pernah berselingkuh" bela kia


mendengar kata kata kia, orang tua Adit tak lantas mempercayai nya, bagi nya anak nya tidak mungkin berbohong


melihat anak nya yang berlutut ke pada ke dua mertua nya yang tetap mengabaikan nya. pak abdullah langsung menarik anak nya.


"berhenti kia..." pak abdullah menghentikan anak nya yang memohon pada mertua nya


"ayo kita pulang, mereka tidak ada yang percaya sama kamu nak, jadi sekarang apa lagi yang ingin kamu pertahankan" bentak pak abdullah lalu menarik kia keluar dari rumah Adit


melihat suami nya yang keluar dari rumah Adit, mama kia lantas meminta maaf, tapi bukan meminta maaf atas kesalahan anak nya karna dia yakin kia tidak lah berbohong.


"ana saya mau minta maaf, tapi bukan karna kesalahan kia, karna saya yakin kia tidak lah berbohong. saya permisi terimakasih selama ini kamu sudah menampung anak saya" mama kia langsung keluar menyusul anak dan suami nya


"ini semua karna ke egoisanmu ma" papa Adit berbalik menyalahkan istri nya


"maafkan mama dit" ucap mama Adit yang merasa bersalah karna telah menjodohkan anak nya


"sudah lah ma, Adit tidak menyalahkan mama" Ada sedikit rasa bersalah di benak Adit, entah itu apa tapi dia tetap berusaha meyakinkan diri nya bahwa ini lah kesempatan hubungan nya dengan rini


*******


Sudah 2 bulan sejak kejadian itu, Adit dan kia sudah resmi ber pisah


"ki...." panggil ibu kia


"iya bu" kia berbalik menatap ibu nya


"kamu yakin memilih tempat jauh nak" ibu kia sedih karna akan berpisah dengan anak nya


"bu, kia yakin.. ayah sama ibu masih bisa menjenguk kia" kata kia meyakinkan ibu nnya


" ya sudah nak, kalau kamu yakin. kamu hati hati yah nak. jaga dirimu baik baik" ingat ibu kia


saat kia mempersiapkan keberangkatan nya, arsyah malah akan menikah dengan pilihan orang tua nya. sedangkan dion yang di pecat dari tempat kerja nya malah bekerja dengan Adit yang menggantikan anton sebagai orang kepercayaan nya


******


Selepas ber cerai dengan kia kini adit tengah mempersiap kan acara pernikahan nya dengan rini.


Di depan gedung yang tinggi, di tempat di mana kekasih nya berada, adit memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju ke lantai di mana apartemen rini berada. tanpa memberitahu nya terlebih dahulu adit ingin memberi nya kejutan, yah adit ingin menyerahkan butik nya sepenuh nya untuk rini.


Saat memasuki pintu apartemen yang memang adit sangat hapal dengan sandi nya karna aditlah yang membeli apartemen ini untuk rini.

__ADS_1


Adit melihat ke sekeliling ruangan dan tak menemukan nya,


rini mungkin masih di dalam kamar. pikir nya


Saat hendak memasuki kamar rini, Adit mendengar hal yang membuat telinga beserta hati nya panas. yah suara ******* ******* di dalam kamar rini saling bersahutan.


"rini....." teriak Adit saat melihat rini, kekasih yang selama ini dia cintai dan jaga sepenuh nya tapi malah bergulat dengan laki laki lain di dalam sebuah kamar apartemen milik nya


"Adit" lirih rini saat melihat Adit memasuki kamar nya


rini langsung mendorong laki laki yang sedari tadi menindih nya.


"sayang...." gumang laki laki itu yang tak lain adalah bram


"sayang ini nggak seperti yang kamu pikirkan" rini berusaha menjelaskan pada Adit walau sebenar nya dia tau dia sudah ketangkap basah


"hah tidak seperti yang aku pikirkan? jelas jelas kamu sedang melakukan hal menjijikan dengan laki laki itu...." Adit menjedah kata kata nya, dia seolah mengingat sesuatu.


yah Adit ingat dengan wajah laki laki yang keluar dari kamar kia waktu itu,


brughh....


brughhh.....


Tanpa berkata kata apapun Adit langsung menghajar bram tanpa ampun.


"katakan, siapa kamu sebenar nya?" Adit mendorong bram dengan sangat keras


"apa maksud kamu dit?" rini berusaha melerai


"diam kamu...." bentak Adit pada rini


"kamu pernah masuk ke rumah saya, dan keluar dari kamar kia" kata Adit dengan nada yang sangat marah


"kenapa, kamu merasa malu. karna aku lebih menarik untuk istri. eh mantan istri maksudku" ejek bram pada Adit


Adit semakin panas dengan ejekan bram


brugh....


brugh......


Adit kembali menghajar bram tanpa ampun

__ADS_1


__ADS_2