Salahkah Aku Menjadi Istrimu

Salahkah Aku Menjadi Istrimu
Episode 15


__ADS_3

Tanpa ampun Adit masih menghajar bram. rini yang melihat itu berusaha menghentikan Adit


"Adit, aku bisa jelasin. please berhenti" pinta rini dan berusaha menarik adit


"sayang, aku bisa jelasin semua. ini tidak lah seperti yang kamu pikir kan" lanjut rini berusaha membujuk Adit


"Tidak seperti yang aku pikirkan? apa aku buta? kamu pikir aku ini bodoh" Adit membentak rini dengan nada tinggi


"sayang...." rini masih berusaha meyakinkan Adit


Adit menghempaskan tangan nya saat akan rini berusaha menyentuh nya


"berhenti....aku tak sudi tangan ku di sentuh perempuan murahan seperti mu" ucap Adit tegas


Rini menangis sejadi jadi nya. entah karna menyesal atau kah hanya sebagai jurus agar Adit bisa memaafkan nya


"sayang...." lirih rini yang masih menangis dan berusaha mengambil simpatik Adit tapi sayang Adit bukan lah lelaki bodoh yang seperti rini pikir


"berhenti memanggil ku sayang, mulai saat ini jangan temui aku. dan butik itu akan segera aku jual" tegas Adit


"Adit, kamu...." kata rini terputus saat Adit menatap nya sangat tajam


Adit ingin pergi tapi kemudian berbalik lagi, karna merasa tidak puas jika tidak mendapat jawaban dari laki laki yang sudah berani masuk ke dalam rumah nya dan kamar istri nya


brugh.....


brugh.....


Adit kembali menghajar bram. bram yang sudah sangat lemah dan tidak bisa lagi mendapatkan pukulan dari Adit. mengangkat tangan nya tanda meminta Adit untuk berhenti


"ok....ok...aku akan jujur" bram pasrah karna pukulan Adit yang bertubi tubi


"aku masuk rumah kamu sesaat istri kamu masuk dan pembantu kamu pergi" jelas bram membuat Adit ingat akan kata kia, yang kekeh membela diri. dan selalu mengatakan tak mengenal apalagi melihat lelaki itu


"saat aku masuk ke kamar nya, ternyata dia masuk ke kamar mandi. niatku dan rencana ku terganti saat kamu terdengar membuka pintu dan masuk. sesaat itu juga aku keluar dengan santai nya, agar kamu mengira aku dan istrimu ada hubungan" jelas bram membuat Adit semakin panas dan emosi


Adit menarik bram


"kamu...." kata adit kemudian terputus saat bram kemudian melanjutkan cerita nya


"rini yang memintaku memisahkan kalian, agar dia bisa sepenuh nya memiliki butik kamu" kata bram membuat Adit kembali menatap tajam pada rini

__ADS_1


Rini mendengar pengakuan bram langsung pergi dan meninggal kan ke dua nya


******


Mengingat penjelasan bram, Adit benar benar menyesal karna tidak mempercayai kia.


melihat tuan nya yang terlihat murung, bik marni membawakan nya segelas teh panas


"permisi tuan" bik marni menyimpan gelas yang berisi teh di meja depan Adit duduk lalu berdiri dan berjalan kembali ke dapur


"tunggu bik..." bik marni terhenti saat mendengar panggilan dari Adit.


bik marni masih menunggu tuan nya untuk berbicara, namun setelah beberapa menit Adit tak kunjung berbicara


"ada apa tuan?" tanya bik marni saat melihat tuan nya yang seperti orang bingung.


"bik, apa bibik pernah bertemu atau berkumunikasi dengan kia selama 2 bulan terakhir ini?" tanya Adit dengan nada sedikit ragu


"Tidak tuan, sejak non kia pergi bibik tidak pernah lagi bertemu dengan nya" jelas bik marni


"emang nya ada apa tuan?" tanya bik marni yang bingung karna sejak kepergian kia baru kali ini tuan nya menanyai nya tentang mantan istri nya itu


"Saya sudah salah paham bik pada nya, saya benar benar menyesal tidak mempercayai nya" Adit menunduk seolah dia sudah melakukan sebuah kejahatan yang sangat besar


"Apa maksud bibik" tanya Adit yang merasa bik marni seolah mengetahui sesuatu


"Selama ini non kia itu sudah berusaha merebut hati tuan. non kia belajar masak makanan kesukaan tuan, menjaga tuan saat sakit, bahkan saat non kia....." kata kata bik marni terhenti. dia teringat akan pesan kia bahwa Adit tak perlu tau tentang dia yang telah mendonorkan darah nya pada Adit


"kia.... kia kenapa?" Adit di buat penasaran dengan bik marni karna tidak melanjutkan ucapan nya


"Tidak ada tuan, bibik ke dapur dulu" bik marni kembali melangkah


"Tunggu bik" Adit kembali menghentikan bik marni yang seolah menghindar


"Apa yang tidak aku ketahui?" tanya Adit lagi


"Maaf tuan tapi...." bik marni bingung harus bagaimana


"Katakan saja bik" desak Adit


"Sebenar nya tuan, non kia lah yang mendonorkan darah nya saat tuan terbaring lemah karna kecelakaan beberapa bulan yang lalu

__ADS_1


Mendengar perkataan bik marni membuat Adit benar benar merasa bersalah, kia wanita dan istri yang baik tapi tak pernah sekalipun Adit menghargai nya bahkan melihat nya pun dia enggan rasa nya


******


Sudah dua minggu setelah kejadian itu di apartemen rini, Adit tak lagi mempedulikan rini. walau hampir setiap hari rini datang menemui nya untuk meminta maaf tapi Adit tak lagi ada perasaan cinta buat rini, perasaan Adit hanya lah perasaan jijik semata.


tok.... tok....


seseorang mengetuk pintu ruangan Adit


"masuk" kata Adit kemudian muncul dion dengan setelan jas biru dengan kameja tanpa dasi.


"Ada apa dion?" tanya Adit saat dion masuk


"Maaf Pak, perempuan yang kemarin datang lagi" kata dion yang mengatakan kalau rini datang lagi ke kantor


"usir saja dia" kata Adit


"tapi pak, dia sedang membuat ke kacauan di kantor" mendengar kata dion Adit langsung berdiri dan berjalan dengan tergesa-gesa keluar ruangan


"Rini....." teriak Adit saat melihat rini sedang melempar semua barang barang yang ada di meja resepsionis


"Adit.... aku tidak mau putus sama kamu. aku mohon kembalilah" kata rini membuat Adit tambah geram dengan tingkah nya


"Aku tak sudi dengan perempuan murahan sepertimu" kata Adit dengan nada sangat tinggi


"Adit...." panggil rini


"pergi....." bentak Adit


"Dion panggil security dan usir perempuan ini" kata Adit sambil menunjuk rini


"Adit... aku mohon...." rini menangis tapi tetap tidak di gubris Adit


"pergi....atau aku melaporkan kamu ke polisi. kamu sudah mengacaukan kantorku" bentak Adit lagi


Mendengar Adit akan melaporkan nya, rini segera pergi


######


Terimakasih buat para pembaca dTerimakasihan teman teman yang sudah memberi vote dan like nya....

__ADS_1


dan mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam tulisan saya, karna saya selaku penulis masih dalam tahap belajar.....


__ADS_2