
Hari ini azkia tidak terlalu banyak kegiatan, setelah menyelesai kan tugas praktek nya kia sebenar nya ingin langsung pulang tapi berhubung Adit dan kekasih nya masih di rumah, kia enggang untuk pulang.
"syah, ke cafe dulu yuk" ajak kia pada arsyah
"duh sorry yah ki, gue udah janji sama mas dion" tolak arsyah karna memang dia sudah terlanjur janji dengan kekasih nya
"emmm.... ya udah aku nggak apa pa" kata kia
" sekali lagi sorry yah ki" merasa bersalah karna ini kali pertama sahabat nya nongkrong di cafe tapi dia malah menolak
" hey, it's ok. nggak ada masalah syah" menampilkan senyum manis nya
"lain kali yah ki" arsyah juga ikut tersenyum
Karna arsyah tidak bisa menemani nya hari ini, kia memilih nongkrong sendirian
"hey azkia..." sapa seorang pria tampan dengan lesung pipi sebelah membuat para wanita terpana pada nya.
"Dr. irfan" kata kia saat melihat seseorang yang memanggil nya
"kamu sendiri?" tanya nya
" iya dok, arsyah lagi ada urusan" jawab kia
"boleh saya gabung?" tanya dokter irfan lagi
"soal nya saya juga sendiri di sini" lanjut nya
"o boleh kok dok" sebenar nya kia nggak enak jika mengobrol dengan laki laki lain tapi dia juga tidak enak menolak dokter pembimbing nya
"kamu udah pesan minum?" dokter irfan memberi isyarat pada seorang pelayan agar menghanpiri nya
"udah dok, mungkin sebentar lagi juga datang" kata kia
"iya Pak, mau pesan apa" saat pelayan menghampiri dokter irfan
"saya pesan cofee capucino" pesan dokter irfan
"nona?" pelayan tersebut berbalik pada kia
"saya sudah pesan tadi sama mbak yang itu" kata kia menunjuk ke mbak mbak yang menerima pesanan nya tadi
" o baik lah nona, pak. mohon di tunggu sebentar yah pesanan nya" kata pelayan lalu pergi meninggal kan dikter irfan dan kia
"bagaimana laporan nya, udah selesai?" berusaha membuka obrolan
__ADS_1
"iya dok, tinggal penutupan nya yang belum" jawab kia
"emmmm" dokter irfan mangguk2
_
_
Di sisi lain arsyah dan ke kasih nya dion, mereka sedang berada di sebuah rumah yang tak lain adalah rumah dion
"sayang.... sampai kapan kita seperti ini? aku capek bersembunyi sembunyi terus" kata arsyah yang sedang duduk ber sandar pada kekasih nya
"aku juga tidak tau, sampai kapan papa kamu membenci ku" dion terlihat pasrah, dengan hubungan nya
Hubungan mereka sudah ber langsung sekitar setahunan tapi orang tua arsyah tetap tidak bisa menerima dion karna menurut nya dion tidak lah sederajat dengan keluarga arsyah
"sayang, aku takut jika suatu saat papa kamu akan menjodoh kan mu dengan orang lain" dion membali kan wajah kekasih nya agar bisa menatap nya
"sejujur nya aku juga takut mas, tapi...." kata kata arsyah terputus saat dion lansung menyambar bibir gadis nya
"emmmm" arsyah tidak bisa berkata kata apa karna dion malah memperoleh dalam c***** nya
saat melihat kekasih nya seperti ke habisan nafas barulah dion melepas kan ciuman nya
"maaf sayang, aku terbawa emosi" kata dion saat melihat kekasih sedikit ter engah engah karna perbuatan nya
"mas, kamu jangan tinggalin aku yah, kita akan tetap berjuang bersama kan, untuk mendapat kan restu papa" arsyah memeluk dion sangat erat
"justru aku yang takut sayang, kamu yang akan meninggal kan aku" dion membalas pelukan kekasih nya
_
Sore hari, kia sudah tanpak di depan rumah yang dia tempati sekarang ini
"assalamualaikum" kia mengucap salam namun tak ada balasan
'seperti nya bik marni sudah pulang' kata kia lalu langsung menuju kamar nya
"dari mana kamu? kenapa baru pulang" suara seorang pria yang sangat kia hapal. yah dia adalah Raditya
"habis pu...." kata kia terputus karna Adit langsung mengangkat tangan nya tanda kia harus diam
"aku ingat kan sekali lagi azkia fatmala. jika kamu mau berhubungan dengan laki laki lain, maka itu saat kita sudah berpisah" Adit menatap tajam pada istri nya itu
"maksud kakak apa?" kata kia bingung dengan apa yang Adit sampaikan
__ADS_1
"jangan pura pura tidak tau nona azkia, aku tidak melarang mu ber hubungan dengan laki laki itu. tapi aku cuma tidak mau hubungan mu dengan nya akan menghancur kan nama baik ku" tegas Adit
"kak Adit melihat ku dengan laki laki?"
flashback
saat Adit ingin mengantar rini pulang, rini merengek ingin ke cafe dulu sebelum pulang. saat masuk ke cafe Adit melihat azkia mengobrol dengan seorang laki laki. awal nya Adit tidak mau peduli tapi rini berusaha menghasut nya
"sayang, kayak nya istri kamu mau balas dendam" kata rini dengan seringai licik nya
"apa maksud kamu?" tanya Adit sedikit bingung dengan kata rini
"maksud ku, karna kamu itu masih ber hubungan dengan ku. jadi nya kia juga ingin berselingkuh" rini menatap Adit yang terlihat geram dan mulai terpancing dengan ucapan nya
"bukan nya bagus sayang, supaya aku dan kia bisa berpisah tanpa aku sendiri yang mengakhiri nya" kata Adit berusaha setenang mungkin
"iya, tapi jika salah satu keluarga atau teman kamu yang lihat bisa hilang harga diri kamu sayang sebagai seorang laki laki" tambah rini membuat Adit benar benar terpancing
"aku tau apa yang harus aku lakukan, ayo aku antar kamu pulang dulu" Adit menarik tangan rini dan mengantar nya pulang
flashback on
Tanpa menjawab pertanyaan kia Adit langsung berlalu meninggal kan kia yang tanpak berpikir
_
di rumah dion. arsyah tanpak masih tertidur dengan pulas nya. dion yang memperhati kan wajah cantik kekasih nya, sangat tidak tega jika ia bangun kan. tapi dion takut akan amukan papa arsyah, jadi mau nggak mau dia harus membangun kan kekasih nya itu
"sayang...." dion membelai wajah arsyah dengan sangat lembut
"sayang...." lirih nya lagi berusaha membangun kan kekasih nya
"ehmmmmm" erangan arsyah saat dia mulai ter sadar
"kamu harus pulang sayang," kata dion saat arsyah sudah membuka mata nya
"kamu mengusir ku" arsyah menatap tajam pada kekasih nya
cupp
dion langsung menyambar b*bir indah yang ada di depan nya
"sayang, andai saja aku bisa membuat mu menjadi milik ki se utuh nya. maka ku pastikan kau tidak akan kemana mana" kata dion membuat arsyah tersenyum manis
"tapi saat ini kamu harus pulang sayang" lanjut dion
__ADS_1
" aku ngerti sayang" arsyah bangun dari tempat tidur, lalu berjalan ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka
setelah nya arsyah pamit pulang pada ke kasih nya