Salahkah Aku Menjadi Istrimu

Salahkah Aku Menjadi Istrimu
Episode 13


__ADS_3

Pagi pagi arsyah menemui dion di kediaman nya.


"sayang...." panggil arsyah saat memasuki rumah dion yang tampak sepi karna memang dion tinggal sendiri setelah kematian ke dua orang tua nya


"syah..." sapa dion saat melihat kekasih nya yang masuk ke dalam kamar nya


melihat dion yang masih terbaring di tempat tidur, arsyah langsung mendekat.


"sayang, bagaimana keadaan mu?" tanya arsyah karna selama dion di rawat dia tak pernah menemui


nya


"aku baik kok sayang" senyum dion


"maaf yah, aku baru bisa menemui mu. selama ini papa selalu mengawasi ku" alasan arsyah


"aku tau sayang" kata dion mengusap lembut rambut wanita nya


arsyah benar benar melepas rindu pada kekasih nya. hari ini dia putuskan untuk tidak mengikuti perkuliahan nya seperti biasa


🌹


Di kampus


kia telah selesai dengan mata kuliah nya


"arsyah benar benar yah, hanya demi melepas rindu dengan dion dia harus absen" kesal kia saat membaca pesan dari sahabat nya


"azkia..." panggil seseorang


"Mel..." kia berbalik dan melihat ke arah yang memanggil nya


"ki, ada beberapa grombolan laki laki di luar. dia lagi nanyain keberadaan arsyah" adu teman kia yang bernama melani


"astaga...." kia sudah tau mereka dan berusaha mencari cara agar bisa membantu sahabat nya itu


"Mel, aku bisa minta tolong?" tanya arsyah pada melani


"kalau bisa" jawab melani heran


"Mel, kamu keluar, nanti kamu bilang sama mereka kalau arsyah lagi anterin saya pulang" pinta kia


"baik....tapi nanti kalau mereka lihat kamu, gimana?" kata melani ragu


"nanti aku akan pulang setelah mereka pergi" kata kia lagi


" ya sudah, aku keluar" melani berdiri dan melangkah keluar


"Mel, makasih yah" kata kia saat melani hendak keluar


melani hanya menjawab dengan anggukan, lalu melangkah keluar ruangan

__ADS_1


saat melani keluar kia langsung menelpon arsyah


"halo...." arsyah saat mengangkat telpon kia


"syah, pengawal suruhan papa kamu lagi di kampus. mereka cariin kamu" kata kia dengan nada berbisik agar tidak ada orang lain yang mendengar


"***astaga, papa benar benar mengawasin aku" kesal arsyah saat mendengar pengawal papa nya mencari nya di kampus


"aku sudah minta tolong sama melani, agar memberitahu mereka kalau kamu anterin aku pulang" kata kia lagi


"ya sudah aku pulang sekarang" kata arsyah pada kia***


"kamu kenapa sayang?" tanya dion saat melihat arsyah seperti ke bingungan


"pengawal papa lagi di kampus, dia cariin aku kata nya" arsyah bersiap siap pulang agar dia tidak ketahuan menemui dion


"ya sudah, kamu pulang saja. setelah aku sembuh, aku akan kembali memperjuangkan hubungan kita" yakin dion pada arsyah


"iya sayang, aku percaya sama kamu" kata arsyah lalu berlalu pergi.


di kampus kia memperhati kan sekeliling nya, dan mencari tau apa pengawal papa arsyah sudah pulang atau masih ada yang berkeliaran.


"seperti nya mereka sudah pergi" gumam kia


setelah memastikan tidak ada lagi pengawal papa arsyah, kia melangkah keluar kampun.


🌹


Pukul 4 sore kia sudah sampai di tempat di mana dia tinggal selama beberapa bulan ni.


"bi...." panggil kia saat bik marni hendak mengunci rumah nya


"non kia..." balas bik marni tang tidak jadi mengunci pintu


"bibik sudah mau pulang?" tanya kia


"iya non, hari ini ada hajatan keluarga jadi bibik minta izin pulang cepat tadi sama tuan" alasan bik marni


"o gitu bik, ya sudah kia masuk dulu" kata kia ingin langsung masuk ke dalam rumah


" iya non, bibik permisi yah" kata bik marni lalu pergi


saat kia masuk ke dalam rumah, seorang laki laki yang tak lain adalah bram kekasih rini, mengintai dari luar


melihat bik marni yang pergi dengan di jemput suami nya, bram langsung masuk ke dalam rumah adit.


di kamar kia merasa penat karna lama menunggu sampai para pengawal itu pergi baru dia bisa pulang. kia yang merasa badan nya lengket langsung menuju kamar mandi.


sedangkan bram yang berniat buruk langsung masuk kekamar kia dengan mengendap endap


Di luar mobil adit sudah memasuki pekarangan rumah, dan memarkir nya di garasi

__ADS_1


saat mendengar pintu terbuka dan kembali tertutup bram memulai aksi nya, dia keluar dari kamar kia.


Adit yang melihat seorang laki laki keluar dari kamar kia, tiba tiba panas dan


brugh... brughh


"siapa kamu?" tanya Adit setelah menghajar laki laki itu


"kamu tanya saja sama istri kamu" jawab nya dengan seringai licik nya


brughhh... brughhh


lagi lagi Adit menghajar laki laki itu


setelah menyelesai kan ritual mandi nya, kia yang telah berganti pakaian, mendengar keribuatan di depan kamar nya


"kak Adit...." kia terkejut melihat Adit menghajar bram tanpa ampun


Adit melihat kia keluar kamar tersenyum terpaksa dan memandang kia dengan tatapan jijik


"siapa dia kak?" tanya kia saat melihat wajah laki laki yang telah babak belur karna di hajar Adit


"wahh....wah.... ternyata kamu pintar aktin juga ternyata" Adit bertepuk tangan karna mengira kia sedang ber akting


"maksud kamu apa sih kak, aku benar benar tidak mengerti" kia semakin bingung karna memang dia tidak tau sama sekali


"sayang, dia itu sudah tau siapa aku" timpal bram saat melihat ke bingungan kia


"sayang? kamu manggil saya sayang, sedangkan saya tidak tau kamu siapa?" kia semakin di buat bingun


"stop...." Adit mengangkat tangan nya agar kia tidak lagi ber akting menurut nya


"kia, aku sudah bilang sama kamu, aku tidak peduli jika kamu mau berhubungan dengan siapa pun tapi setelah kita mengakhiri semua nya" bentak Adit


"apa maksud mu kak? aku tidak pernah berhubungan dengan siapa pun" bela kia


"terus siapa laki laki ini?" Adit meremas lengan kia dengan sangat keras


"aku sama sekali tidak mengenal nya" jujur kia


"haa.....laki laki ini keluar dari kamar kamu, kamu bilang tidak mengenal nya" bentak Adit dengan meremas lengan kia lebih keras lagi


kia merasakan sakit yang sangat di bagian lengan kiri nya yang di remas oleh Adit


"demi Tuhan kak, kia tidak mengenal nya" kata kia membuat Adit semakin geram dan tambah meremas lengan nya dan kemudian mendorong nya dengan sangat keras hingga kepala kia terbentur di sudut meja


"sstttt...." ringis kia saat bagian jidat nya terasa sakit dan berdarah


"aku tidak mau kau membawa bawa nama Tuhan azkia fatmala" bentak Adit dengan tatapan tajam nya


"Besok akan aku antar kamu pulang ke rumah orang tua mu" kata Adit lalu berbalik ke arah laki laki yang di hajar nya tadi

__ADS_1


"sekarang pulang lah, jangan pernah datang lagi ke rumah ku. kamu tunggulah azkia dia akan segera aku ceraikan" Adit menarik leher baju bram dan kemudian mendorong nya ke luar rumah


Adit benar benar kesal, dia langsung naik ktanpa melihat ke arah kia yang sedang terluka.


__ADS_2