Salahkah Aku Menjadi Istrimu

Salahkah Aku Menjadi Istrimu
Episode 5


__ADS_3

Sudah 8 jam setelah operasi, Adit belum juga sadar, kia yang setia menjaga dan menemani nya setiap saat. kia mencium tangan suami nya. selama menikah kia baru dua kali dia mencium tangan suami nya, yaitu saat setelah akad nikah dan saat sekarang ini.


"kak Adit cepat sembuh yah" lirih kia sambil meneteskan air mata nya.


Karna kia menangis dia tidak melihat tangan Adit bergerak gerak. setelah beberapa kali tangan nya bergerak akhir nya Adit memcoba membuka mata nya dan, saat membuka mata nya dia melihat kia menangis, tanpa berpikir Adit langsung menghempaskan tangan nya yang di genggam kia. Karna kia merasa kaget karna tiba tiba Adit menghempaskan tangan nya.


"kak Adit..... kak Adit sudah sadar" kata kia merasa lega tapi bercampur sedih karna sampai sekarang Adit masih sangat membenci nya


"kia panggil dokter dulu yah kak" kia berlalu dan memanggil dokter


Dokter anwar tiba bersama 2 orang perawat, kemudian memeriksa kondisi Adit.


"Alhamdulillah kondisi kamu sudah mulai membaik" kata dokter tersenyum


"Sus, tolong siapkan ruang perawatan. pasien sudah bisa di pindahkan" kata dokter anwar pada ke dua perawat tersebut


"baik dok" kata seorang perawat, lalu pergi dan yang satu nya melepas beberapa alat di bagian tubuh Adit


Azkia mendengar kabar dari dokter merasa senang dan segera menghubungi orang tua Adit dan juga orang tua nya


Setelah beberapa saat setelah Adit sadar, dia kemudian di pindahkan ke ruang perawatan viv


"kak Adit makan dulu yah, setelah itu baru minum obat" kata kia yang ingin menyuapi Adit


"biar mama ku yang menyuapi ku nanti, kamu tidak usah mencari kesempatan dalam kondisi ku seperti ini" kata Adit yang berhasil mengiris iris hati kia


Kia yang tidak mau berdebat kemudian menyimpan bubur Adit di meja samping tempat tidur.


"Assalamualaikum" ke dua orang tua Adit dan kia datang secara bersamaan


"walaikumussalam" jawab kia lalu menghampiri mereka dan menyalami nya satu satu


"Adit bagaimana kabar mu nak" tanya pak abdullah


"Adit kok makanan nya belum di makan?" tanya mama nya saat melihat bubur untuk anak nya masih utuh di atas meja samping tempat tidur


"Adit tunggu mama yang nyuapin" kata Adit jujur


Kia merasa sedikit tidak enak pada mertua nya, karna tidak berhasil membujuk suami nya makan


"hmmmm kau itu, sudah tua masih kayak anak kecil" mama Adit tersenyum melihat tingkah anak nya. kemudian mengambil bubur dan menyuapi nya


_


"mah udah sore, ayo kita pulang" ajak papa Adit


" iya pah" jawab mama diana

__ADS_1


"ki, papah sama mama pulang dulu yah" pamit pak hermantio


"iya pa" kia menyalami kedua mertua nya


"hati hati yah pah, mah" lanjut kia


Setelah orang tua nya pulang Adit mencari HP nya


"HP ku di mana?" tanya nya ketus


" sebentar" kia membuka laci meja sebelah Adit dan menyerahkan sebuah handpone


" ini kak" kata kia lembut tapi tetap tak di peduli oleh Adit.


Setelah mengambil handpone nya Adit langsung menghubungi rini kekasih nya


'***sayang kamu di mana?' tanya Adit setelah panggillang tersambung. membuat kia semakit meringis karna hatinya kembali tergores


.............


'kamu kesini yah, aku butuh kamu' kata kata Adit benar benar membuat hati kia terkoyakkan***


bisa bisa nya kamu meminta wanita lain menemani mu kak, sedangkan saya istrimu ada disini. batin kia


"Sebaik nya kamu pulang saja, sebentar lagi juga rini pasti akan datang" kata Adit


"aku bilang kamu pulang sekarang" bentak Adit


mau nggak mau kia harus pulang karna permintaan Adit.


setelah kia pulang Adit menunggu rini datang, tapi sudah 3 jam menunggu, rini tak kunjung datang, padahal Adit belum makan malam.


di rumah kia merasa gelisah karna meninggalkan Adit sendirian di rumah sakit.


"bik, kita ke rumah sakit yah" ajak kia pada bik marni


" iya non" jawab bik marni


"kita bawa ini yah bik, tolong simpan dalam rantan" tunjuk kia pada masakan yang baru saja dia selesai masak


"baik non"


Kia dan bik marni pun berangkat ke rumah sakit. setelah sampai kia meminta bik marni masuk keruangan Adit, sedangkan dia menunggu di luar.


kia tidak mau Adit menjadi tidak nyaman karna kehadiran nya.


"assalamualaikum tuan" ucap bik marni saat membuka pintu kamar rawat Adit

__ADS_1


"walaikumussalam" jawab Adit


"tuan, ini bibik bawakan makan malam buat tuan. kata non kia tuan sudah bosan makan makanan rumah sakit" bik marni menyiapkan makan malam yang sudah kia masak untuk tuan nya.


"makasih bik" ucap Adit pada bik marni


seharusnya tuan berterimakasih pada non kia. batin bik marni, yang memang sudah tau tentang semua permasalahan majikan nya yang tidak mau menerima istri nya


setelah adit makan, bik marni pamit pulang.


dan kia masih setia menunggu di luar ruangan perawatan Adit.


"non, bibik pulang dulu yah.." pamit bik marni pada kia


" iya bik, bibik pulang sendiri saja yah, saya nggak enak ninggalin kak Adit sendiri" kata kia yang memang tau kalau kekasih suami nya itu tidak datang


"iya non" kata bik marni


" ini bik, buat ongkos pulang" kia menyerah kan 2 lembar uang merah untuk bibik marni pakai ongkos


" nggak usah non, bibik masih ada" tolak bik marni


" nggak apa pa bik, ambil saja" karna kia memaksa akhirnya bik marni mengambil uang yang di berikan oleh majikan nya


"hati hati yah bik" lanjut kia


Setelah bik marni pulang kia duduk di kursi bagian depan ruangan Adit.


_


Pukul 05 pagi kia mengintip di ruangan suami nya, dan dilihat nya suami nya masih terlelap.


Kia masuk, dia menatap suami nya dengan tatapan sangat dalam


'sampai kapan kita akan bertahan dengan seperti ini kak, sejujur nya aku capek dengan semua sikap mu. tapi aku harus bertahan demi ke utuhan kedua keluarga' lirih kia dengan mata berkaca kaca


*********


Sudah satu minggu Adit di rawat di rumah sakit dan hari ini dia sudah di izinkan pulang oleh dokter, dengan catatan Adit harus tetap mengikuti jadwal ******.


setiap saat Adit selalu mengecek handpone nya, tapi tetap saja tidak ada kabar dari kekasih nya.


"kak, kita sudah sampai" kata kia menyadarkan Adit yang terlihat melamun


"ehmmmmm" jawab nya singkat


Adit dan kia turun dari mobil, kia ingin memapah suami nya yang baru saja selesai operasi tapi Adit menolak nya dengan tegas

__ADS_1


__ADS_2