Salahkah Aku Menjadi Istrimu

Salahkah Aku Menjadi Istrimu
Episode 12


__ADS_3

Di dalam kamar mama diana. kia begitu telaten merawat mama mertua nya itu.


"ma, sekarang waktu nya minum obat" kata kia setelah menyuapi mama mertua nya


"makasih nak, kamu sudah merawat mama" ucap bu diana


"kia kan anak mama juga" kia tersenyum lalu menyerah kan obat agar mama mertua nya meminum nya


"mama beruntung punya menantu kayak kamu nak" mama diana sangat senang karna ketulusan menantu nya


*******


Sudah jam 12 malam Adit belum juga pulang, kia yang masih terjaga merasa agak kawatir.


"ki, Adit belum pulang?" tanya pak Tio saat melihat kia hendak turun ke lantai bawah


"iya pah, kata nya hari ini banyak pekerjaan yang harus dia selesai kan, jadi dia lembur" kia berusaha tenang walau hati nya gelisah


"ya sudah kamu istirahat saja, tidak perlu kamu tungguin. ini sudah larut" kata pak Tio


"iya pah, kia mau ambil minum dulu" kia berlalu turun mengambil minum di dapur


tak berselang lama, saat kia kembali ke kamar, Adit akhir nya pulang dan langsung masuk kamar di mana kia berada


"assalamualaikum." ucap nya saat memasuki kamar


"walaikumussalam" balas kia


"gimana keadaan mama?" tanya nya pada kia yang terduduk di sofa


"alhamdulillah udah baikan, tekanan darah nya juga sudah normal" jawab kia

__ADS_1


"makasih kamu sudah merawat mama" ucap Adit lalu masuk ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban kia


******


Hari ini kia sudah masuk kuliah lagi, setelah 2 hari dia absen karna harus merawat mama mertua nya.


"ki, kita ke cafe dulu yuk, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan" ajak arsyah saat hendak ke luar ruangan setelah menyelesaikan materi kuliah nya hari ini


"kamu mau cerita apa syah" tanya kia penasaran


"nanti aku cerita kalau sudah sampai di cafe" jawab arsyah


arsyah dan kia sudah sampai di cafe, arsyah benar menceritakan pasal masalah hubungan nya dengan dion yang di tantang orang tua nya


Saat kia fokus mendengar curhatan sahabat nya, kia tidak menyadari di bagian sudut ruangan ada empat pasang mata yang mengintai nya


"itu dia, nama nya azkia. dia itu istri sah raditya" tunjuk seorang wanita yang tak lain adalah rini


"kalau masalah itu, bagiku gampang" pria itu tersenyum licik


"tapi apa yang bisa aku dapat kan jika aku berhasil?" lanjut nya lagi meminta imbalan pada rini


"apa yang kamu minta, bukan kah selama ini aku selalu memberi mu apapun itu" kata rini membuat pria itu tambah tertawa lebar


"hahahahha....." tawa pria itu semakin menjadi jadi


rini yang melihat ekspresi pria itu menjadi kesal


"tahan tawa mu, nanti mereka mendengar mu" rini memukul pundak pria yang ada di samping nya


"ok...ok..." pria itu mengangguk, berusaha menahan senyum

__ADS_1


"katakan apa yang kamu inginkan?" lanjut rini


"aku mau sebagian besar dari apa yang kamu dapat kan dari kekasih mu" senyum seringai dari laki laki itu membuat rini berpikir keras


sebagian besar, itu artinya dia harus membagi harta yang akan dia dapat kan nanti nya


tapi jika dia tidak menuruti, bisa bisa dia tidak akan mendapat kan apapun


"baiklah bram, aku akan memberimu sebagian dari apa yang aku dapatkan nanti nya. tapi ingat aku tidak mau ada yang tau tentang hubungan kita" ingat rini pada pria itu


laki laki yang bernama bram itu tersenyum lebar mendengar kata rini yang setuju dengan permintaan nya.


"tidak akan ada yang tau sayang, aku akan tetap menjadi kekasih gelap mu" kata pria itu dengan tersenyum lebar


"jangan terlalu banyak bicara, buktikan saja" kesal rini melihat tingkah bram yang seolah olah mengolok olok diri nya


"jangan marah begitu dong sayang" rayu pria itu


"aku tunggu kabar dari kamu besok, pokok nya aku tidak mau ada kata gagal" lanjut rini lalu menyerah kan sebuah kunci pada bram


bram mengambil kunci itu, dan memasukan nya ke dalam saku nya


*******


Di rumah


Adit yang selesai dengan makan malam nya naik ke lantai atas rumah nya, sedangkan kia masih mengerjakan tugas kuliah di ruang keluarga.


selama menikah mereka memang tidak pernah meluangkan waktu senggang mereka untuk bersama, bahkan Adit saat di rumah dia lebih banyak menghabiskan waktu nya di ruang kerja atau di ruang olahraga nya yang terletak di lantai atas


kia dan Adit memang seperti dua orang asing yang tinggal satu atap, tak ada obrolang, bahkan saat mereka bertemu tidak ada yang saling menyapa

__ADS_1


sebenar nya kia pernah berusaha menjadi istri yang baik, tapi apalah jika adit tidak pernah menganggap nya bahkan tidak mau di urus oleh istri nya sendiri


__ADS_2