Salahkah Aku Menjadi Istrimu

Salahkah Aku Menjadi Istrimu
Episode 4


__ADS_3

Tak terasa sudah tiga bulan pernikahan Adit dan kia, hubungan mereka belum ada perkembangan.


Adit yang masih sibuk dengan pekerjaan dan juga kekasih nya rini sedangkan kia yang masih selalu berusaha agar suami nya bisa menerima diri nya, tapi apalah jika cinta sudah membuta kan hati, Adit yang harus nya menerima istri nya malah tak pernah meledulikan nya.


tok tok tok


"non...." mendengar bik marni yang mengetuk pintu kamar nya kia membuka pintu kamar nya


"ada apa bik?" tanya kia melihat wajah bik marni panik


"non, tuan kecelakaan" kata bik marni sedikit panik


"kok, bisa bik. terus gimana keadaan nya?" tanya kia yang ikut panik


"tadi bibik di telpon dari rumah sakit, kata nya tuan adit belum sadar. saat ini tuan ada di rumah sakit B***" jelas bik marni


"ayo bik, kita kesana sekarang" kia mengambil tas nya dan kunci motor nya


Sepanjang perjalanan kia sangat kawatir, dia terus berdoa agar suami nya baik baik saja.


"non pelan pelan" teriak bik marni saat kia melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi


"pegangan bik" pinta kia


Setelah beberapa menit akhir nya mereka sampai di rumah sakit B****


"permisi, saya istri Radityah hermantio" kata kia pada seorang wanita yang berjaga di bagian loket


"iya bu' pasien sedang di bawa ke ICU karna belum sadarkan diri" kata wanita tersebut.


setelah mendapat informasi keberadaan suami nya kia langsung menuju ruangan ICU dimana suami nya saat ini di rawat


"permisi, dokter anwar" sapa kia saat melihat dokter anwar, dokter pembimbing saat kia melakukan peraktek


"hey azkia Fatmala" balas dokter anwar


"maaf dok, gimana keadaan Raditya hermantio?" tanya kia, membuat dokter anwar sedikit bingung


"kamu kenal tuan raditya hermantio?" dokter anwar bertanya balik


"saya istri nya dok" jelas kia


"o kamu istrinya?" kata dokter anwar


"begini azkia, tuan raditya mengalami Trauma kapitis dan mengalami pendarahan hebat akibat benturan yang di alami dalam kecelakaan. saat ini pasien tidak sadarkan diri karna cidera kepala yang cukup parah" mendengar penjelasan dokter anwar kia merasa semakin kawatir.


"dok apa suami saya harus menjalani operasi?" tanya kia bisa menebak kondisi suami nya yang cukup parah


"iya, kami memang harus segera melakukan operasi, tapi...." ucapan dokter terputus membuat kia semakin tidak tenang


"tapi apa dok?" tanya kia makin kawatir

__ADS_1


"golongan darah tuan raditya saat ini tidak tersedia stok nya ki. kami sudah menghubungi beberapa rumah sakit dan juga beberapa tempat pendonoran darah terdekat tapi tetap stok nya kosong" jelas dokter anwar


"golongan darah suami saya apa dok?" tanya kia lagi


" AB" jawab dokter anwar


"saya AB dok, dokter bisa ambil darah saya" pinta kia


"kita cek dulu yah" ajak dokter anwar


"baik dok"


Setelah cek darah, kia di nyatakan sehat dan kia siap untuk mendonor kan darah nya. saat kia melakukan donor darah, orang tua Adit dan orang tua kia sudah sampai di rumah sakit.


"bik marni...." panggil diana saat melihat bik marni di depan ruang ICU


"nyonya, tuan..." balas bik marni


"bagaimana ke adaan Adit? tanya orang ibu kia pada bik marni


" tuan Adit masih belum sadar nyonya" jawab bik marni membuat orang tua Adit dan kia jadi kawatir


"terus di mana azkia?" tanya pak abdullah karna tidak melihat keberadaan putri nya


"non kia, sedang melakukan donor darah buat tuan Adit" jelas bik marni


_


"kia...." kia menghampiri ibu nya lalu menangis dipelukan nya


"yang sabar nak, doa kan saja suami mu" kata tias menenangkan anak nya


" kia...." panggil mama Adit lalu beralih memeluk nya


"mah, kak Adit harus di operasi" tangis kia pecah saat mertua nya memeluk nya


"Adit akan baik baik, saja nak" kata pak abdullah menenangkan putri nya


" iya sayang" lanjut pak hermantio


"kita doakan saja yah nak" kata pak abdullah lagi


" iya yah" jawab kia


_


setelah ruangan operasi sudah di siap kan. dokter meminta perawat menyiapkan pasien


"permisi" sapa perawat pada kia saat kia sedang menemani suami nya dalam ruangan


"suster..."

__ADS_1


"permisi bu, kami di minta dokter anwar segerah menyiapkan pasien" jelas perawat tersebut


"baik Sus" kia melangkah keluar ruangan. meski rasa nya dia tidak bisa meninggal kan suami nya.


"ki...." panggil ibu kia saat melihat kia keluar dari ICU tempat di mana menantu nya di rawat


"bagaimana Adit?" tanya mama Adit


" Adit sedang di persiapkan untuk operasi" jelas kia


Setelah dibawa ke ruangan operasi, dokter anwar segera melakukan tugas nya.


Di luar ruangan kia dan keluarga nya terlihat begitu cemas, kia yang tidak bisa duduk dengan tenang, selalu mondar mandir menunggu suami nya selesai operasi.


ya ALLAH jagalah kak Adit, semoga dia baik baik saja. Batin kia


"ki.... duduk nak" pinta ibu kia saat melihat anak nya modar mandir tidak jelas


"iya bu,"


" tuan Adit pasti baik baik saja kok non" hibur bik marni saat kia duduk di samping nya


"iya bik" kia berusaha setenang mungkin walau hati nya bercampur aduk


setelah 5 jam di dalam ruangan op, dokter anwar keluar dengan keringat yang bercucuran. melihat dokter anwar keluar semua nya langsung berdiri dan menghampiri nya.


"bagaimana keadaan nya dok" tanya kia pada dokter anwar


"alhamdulillah semua nya berjalan sesuai apa yang kita harapkan" jelas dokter anwar membuat semua orang merasa sedikit lega


"kita hanya tunggu sampai pasien sadar dulu, dan mungkin kita tetap membawa nya ke ICU sampai pasien sadar" tambah dokter anwar


"terimakasih dok" ucap kia


"ini juga semua berkat kamu kia, seandainya kamu tidak mendonorkan darah mu, mungkin kami belum bisa memberikan tindakan" kata dokter anwar


Setelah dokter pergi, Adit kini kembali di bawa ke ruang ICU sampai dia sadar.


bik marni dan orang tua kia juga sudah pulang, kini tinggal kia dan orang tua Adit.


"ki, sebaik nya kamu pulang yah, biar mama sama papa yang jaga Adit" kata mama Adit


" tidak ma, biar kia saja yang jaga. mama sama papa pulang saja" tolak kia


" tapi nak, kamu itu habis donorin sarah kamu, kamu harus banyak istirahat" timpal pak hermantio


" tidak pah, kia baik baik saja. biar kia saja yang jaga" kekeh azkia


"baiklah kalau begitu, mama sama papa pulang yah" orang tua Adit mengalah karna permintaan menantu nya


"nanti kalau ada apa apa, cepat hubungi papa" kata pak hermantio

__ADS_1


"iya pah," Jawab kia lalu menyalami kedua mertua nya


__ADS_2