
Satu minggu setelah Adit di izinkan pulang dari rumah sakit. Adit merasa bosan di rumah, hari ini dia putuskan akan ke kantor.
"bik marni..." panggil Adit saat turun ke lantai bawah
"bik marni, tidak kerja hari ini kak" kia mengahampiri Adit yang mencari ke beradaan bik marni
"siapa yang izin kan dia libur?" marah Adit saat tau bik marni tidak bekerja hari ini
"bik marni sedang tidak enak badan, tadi bik marni menghubungi saya" jelas kia
tanpa mengatakan apa pun, Adit berjalan ke luar dapur
"kak Adit, mau ke kantor? tanya kia pada suami nya itu
" ehmmmm.... aku bosan di rumah" kata Adit singkat
"baiklah, tapi sebaik nya kakak sarapan dulu" kia mengajak Adit sarapan sebelum kekantor. sebenar nya Adit sangat enggang menuruti kia tapi dia tidak bisa makan makanan luar. mau nggak mau Adit harus makan. Adit kemudian duduk di kursi dan mengambil makanan yang telah kia siapkan.
_
_
Di kantor
Adit memulai kegiatan nya, memeriksa beberapa berkas yang di bawa sekretaris nya.
tok tok tok
"masuk"
"pagi sayang" sapa seorang wanita cantik yang berpakaian sedikit ter buka
"rini" Adit langsung menyimpan semua pekerjaan nya dan bangkit menghampiri kekasih nya
"kenapa baru datang?" tanya Adit
"maaf sayang, sebenar nya aku kemarin datang ke rumah sakit, tapi istri kamu melarang ku masuk" alasan rini
"apa.....????" marah Adit
" berani nya dia melarang kamu menemui ku" kata Adit dengan nada tinggi
"sayang sudah lah, kan aku ada di sini sekarang" rini menyeringai senang melihat kemarahan Adit
"iya tapi dia itu sudah keterlaluan" masih dalam emosi.
rini sangat senang melihat Adit begitu marah pada istri nya, maka rencana nya memisahkan Adit dan istri nya akan berhasil.
__ADS_1
_
Di rumah kia sedang memasak makan malam untuk suami nya. saat asyik memasak tiba tiba suara pintu di buka dengan sangat keras dan
dubbb.....
di tutup kembali dengan sangat keras. kia berlari ke luar dan mendapati suami nya yang berdiri dan menatap nya dengan sangat tajam, seolah olah dia akan segerah di terkam.
"kak....." kata kata kia terputus saat Adit mengangkat tangan nya, tanda kia tidak boleh bicara
"siapa kamu?" bentak Adit dengan nada sangat tinggi sampai kia terlihat sangat ke takutan
"apa aku harus menjelaskan nya lagi" lanjut Adit dengan nada tetap sama
"kamu tau, wanita yang kamu usir itu adalah wanita yang sangat aku cintai" kata adit membuat kia bingung.
"mengusir???? aku mengusir siapa" lirih kia
" jangan pura pura bodoh kamu, kamu mengusir wanitaku dari rumah sakit" lanjut Adit
"wanita yang mana?" kia benar benar tidak mengerti apa yang Adit maksud
"kamu pintar ber akting juga ternyata" seringai Adit
"aku benar benar tidak tau, wanita yang mana kakak maksud" kata kia yang sama sekali tidak mengerti dengan tuduhan yang di layang kan pada nya
"tuan raditya rahmantio, sekalipun anda tidak menerima saya sebagai istri, tapi saya tidak pernah mau merendahkan diri saya dengan bertemu dengan selingkuhan anda" kia semakin tidak bisa mengontrol diri nya
plakkkkkkk
Tamparan keras berhasil mendarat dengan sangat sempurna membuat azkia tersungkur dan kepala nya terbentur di meja dekat dindin.
kia berdiri sambil menyentuh pipi nya yang merah.
"maaf jika aku memang salah, tapi aku tidak pernah berbohong" lirih kia langsung berlari masuk ke dalam kamar nya
Adit merasah ada yang salah dengan tindakan nya. ini pertama kali nya dia menampar seorang wanita.
astaga apa yang sudah aku lakukan. batin Adit
Di dalam kamar kia menangis sejadi jadi nya. hati nya benar benar hancur, selama ini dia berusaha mempertahan kan rumah tangga nya, tapi dia malah di tuduh melakukan hal yang tidak sama sekali dia lakukan.
*****
tiga hari setelah ke jadian itu, Adit tak pernah melihat kia lagi, entah kia masih tinggal di rumah itu atau kah kia tidak mau lagi bertemu dengan nya. tapi bagi Adit itu semua tidak lah penting.
"tuan, sarapan nya sudah siap" panggil bik marni
__ADS_1
"sebentar bik" kata Adit menyelesaikan panggilan telpon nya. yah Adit menelpon dengan kekasih nya rini
setelah mematikan telpon, Adit turun dengan setelan kantor nya. dan duduk di meja makan sebelum berangkat ke kantor
"bik ini punya siapa?" tanya Adit saat melihat sebuah laporan yang tertinggal di meja makan
"astaga, itu punya nona kia tuan. ini adalah laporan praktek non kia" jawab bik marni.
"ya sudah, nanti juga dia akan kembali mengambilnya" tak mau peduli dengan apa pun yang berhubungan dengan azkia istri nya
"tapi tuan, non kia hari ini mulai praktek. apa tuan tidak mau mengantar nya sebentar, non kia pasti sangat membutuhkan nya tuan" pinta bik marni
"suruh saja pak asep mengantar nya, ini uang untuk ongkos nya" Adit malah berbalik menyuruh bik marni meminta asep penjaga pos komplek mengantar nya
"baik tuan" bik marni mengambil laporan dan uang yang di berikan tuan nya dan membawa kan pada asep, agar asep segera membawanya pada nona nya
_
Di rumah sakit tempat kia melakukan peraktek. kia tersadar akan laporan nya yang tertinggal saat menyiap kan sarapan buat suami nya
"astaga syah, laporan aku tertinggal" kia menepuk jidat nya
"kia, emang lo ngapain sampe lupa laporan nya" kata arsyah
"tadi sebenar nya aku bawa terus sampai aku menyiap kan kak Adit sarapan, mungkin aku taroh nya di meja" kata kia mengingat
"ya udah lo telpon pembantu lo deh, siapa tau dia bisa suruh orang lain mengantar nya ke sini" pinta arsyah
kia ingin menelpon bik marni. tiba tiba seseorang memanggil nya
"non kia...." panggil asep
"kang asep" sapa kia balik
"non, bik marni meminta asep membawakan nya buat non kia" asep menyerah kan lembar laporan tersebut
"astaga makasih kang asep" ucap kia
Saat asep ingin berbalik, kia memanggil nya
"kang,,, ini buat akang" kia menyerahkan 2 lembar uang merah pada asep
" nggak usah non, tadi bik marni juga memberi saya uang, kata nya ongkos yang di berikan tuan Adit" jujur asep membuat kia bingung dengan sikap suami nya
"ya udah, makasih yah kang" kata kia lagi
" iya non" jawab asep lalu pergi dengan ojek yang dia tumpangi tadi
__ADS_1
setelah kepulangan asep, kia masuk ke dalam rumah sakit bersama beberapa teman nya termasuk arsyah.